Recent Posts

Jumat, 28 Desember 2012

PT PAL Produksi Kapal Perusak Kawal Rudal


PT PAL produksi PKR 10154
PKR 10154 (Foto:Jakarta Greater)
 
PT PAL Indonesia akan mulai membuat satu unit kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) 10514 hasil kerja sama dengan Galangan  Kapal Damen Schelde, Belanda pada Januari 2013. Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha PAL Indonesia Eko Prasetyanto mengatakan PT PAL memiliki empat divisi usaha yaitu Kapal Perang, Kapal Niaga, Perbaikan dan Perawatan, dan Rekayasa Umum.

Divisi Kapal Perang ini memproduksi kapal perang yang mendukung alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan salah satu kontrak yang akan dikerjakan ialah kontrak kapal PKR senilai 7 juta euro dengan menggandeng Damen Schelde Naval.

“Kami juga akan mulai kerjakan pada Januari 2013 yakni kapal perusak rudal kerja sama dengan Damen. Kontraknya kami berdua, nilai totalnya 7 juta euro,” katanya saat ditemui Bisnis.com, baru-baru ini.
 
Eko menjelaskan mekanisme pembuatan kapal yang akan memperkuat alutsista Indonesia itu terdiri dari enam modul. Dari jumlah itu, dua modul akan dikerjakan di Belanda, sedangkan empat modul akan dikerjakan di Surabaya. Setelah semua modulnya selesai dibuat, nanti akan digabung dan disimulasikan.

Kontrak berskema joint production antara PAL Indonesia dan Damen ditandatangani oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Ediwan Prabowo dengan Direktur Damen Evert Van den Broek pada awal Juni lalu.
 
Dalam kontrak, Damen memutuskan untuk mentransfer teknologi dalam konstruksi dan pembangunan Kapal PKR tersebut kepada PAL Indonesia. Kerja sama ini merupakan awal yang baik bagi industri pertahanan dalam negeri, khususnya bagi PT PAL dalam mengembangkan kemandirian alat utama sistem senjata.

Selain itu, kerja sama itu juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam rencana induk revitalisasi industri pertahanan dalam rangka mendorong dan meningkatkan industri pertahanan dalam negeri.

Kapal PKR 10514 ini dilengkapi dengan mesin utama 2x diesel engine, 2x E Drive (CODOE). Diesel Generator 4x715 kw, dan 2x435 kw, dan Gear Box CODOE, heavy duty. Combat System, yaitu persenjataan anti-serangan udara, anti-serangan kapal selam, dan anti-serangan kapal atas air.

Selain PKR itu, PAL Indonesia juga tengah membangun Kapal Cepat Rudal KCR-60 dan melakukan perbaikan atas Kapal Geomarine milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Di sisi lain pada Divisi Kapal Niaga, fokus pasar diarahkan pada internasional, pengembangan model industri pelayaran nasional, dan pelayaran perintis bagi penumpang dan barang (kargo). Kapasitas produksi per tahun saat ini mencapai tiga unit kapal dengan ukuran 50,000 DWT dan dua unit kapal dengan ukuran 20,000 DWT per tahun. (bas)(Foto:indonesiandefense.blogspot.com)

PAL Indonesia dulunya bernama Marine Establishment dan diresmikan oleh Pemerintah Belanda pada 1939. Beralih nama menjadi Kaigun SE 2124 saat pendudukan Jepang dan setelah Indonesia merdeka dinasionalisasi menjadi Penataran Angkatan Laut (PAL) hingga menjadi perseroan terbatas. Sekarang bernama resmi PT PAL (Persero) tanpa kepanjangan.

Adapun Damen Schelde adalah galangan kapal yang mendesain dan mengkonstruksi kapal angkatan laut dan kapal komersil.

Dibangun pada 1875 dan pada 2000 menjadi anggota Damen Shipyard Group. Grup ini terdiri dari lebih 30 galangan kapal besar. Grup ini membangun lebih dari 4.000 kapal komersil dan militer, saat ini didukung hampir 8.500 karyawan ahli dan omset tahunan hampir 1,5 miliar euro.

Kamis, 27 Desember 2012

Spektakuler, bisnis PTDI tahun 2012 raih Rp8,2 triliun


“Berkat kerja keras seluruh jajaran karyawan dan manajemen serta perhatian Pemerintah, tahun ini kami mencatat kinerja bisnis yang bisa dikatakan spektakuler,”

Bandung, 22/11 (ANTARA News) – PT Dirgantara Indonesia (Persero) mencatat lompatan kinerja bisnis spektakuler dalam sejarahnya dengan memperoleh kontrak Rp8,2 triliun untuk  tahun 2012.    
“Berkat kerja keras seluruh jajaran karyawan dan manajemen serta perhatian Pemerintah, tahun ini kami mencatat kinerja bisnis yang bisa dikatakan spektakuler,” kata Kepala Komunikasi PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Sonny Saleh Ibrahim kepada pers di Bandung, Kamis.
Sonny mengatakan, pencapaian nilai kontrak yang didapat PTDI tahun 2012 mencapai Rp.8,2 triliun, dan tercatat sebagai nilai kontrak terbesar yang pernah diperoleh PTDI selama ini. Nilai kontrak sebesar itu bahkan belum pernah tercapai sejak PTDI (dulu IPTN) berdiri.
Nilai kontrak tersebut ditegaskan Sonny sangat besar untuk sebuah perusahaan sekelas PTDI yang sebenarnya masih membutuhkan modal kerja sangat besar juga agar kontrak-kontrak yang diraih tersebut bisa dikerjakan sesuai pesanan yang masuk. “Terus terang, kami memerlukan modal kerja besar secepatnya,” katanya.
Selain itu, kata Sonny, kepercayaan para pemesan kepada PTDI tersebut bukan sesuatu yang mudah didapat karena seluruh jajaran karyawan dan manajemen telah bekerja keras dan menunjukkan tekad kuat membawa nama PTDI sebagai perusahaan kebanggaan bangsa lagi.
Sepanjang tahun 2012, PTDI selain bisa memenuhi pesanan-pesanan jumlah besar dan tepat waktu untuk komponen-komponen pesanan Airbus, termasuk komponen penting sayap tengah depan Airbus A380, juga kontrak pesawat siap pakai seperti NC212 dan CN235 patroli laut dari Korea Selatan.
Hal mendasar lainnya, ialah dukungan pemerintah terhadap PTDI menguat  sejak 2008, dengan terbitnya Perpres No.28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional, dan juga pada  dibentuknya Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), di antaranya tentang pemberdayaan   industri pertahanan dalam negeri.
Dukungan dari pemerintah bertahap  dirasakan oleh PTDI, khususnya dalam pemesanan pesawat terbang maupun helikopter yang melimpah. “Tanpa adanya keberpihakan pemerintah terhadap industri strategis seperti halnya PTDI, kebangkitan industri kedirgantaraan mustahil dapat maju,” kata Sonny yang juga dikenal sebagai pakar roket di PTDI.
Pada tahun 2011, pemerintah memutuskan untuk merevitalisasi dan merestrukturisasi PTDI.   Menyambut program Pemerintah tersebut, PTDI mengajukan proposal rencana usaha untuk aktivitas program revitalisasi dan restrukturisasi tersebut dalam bentuk Penyertaan Modal Negara  (PMN).
Dijelaskan, ada dua bentuk PMN yang dibuat yaitu tunai dan bukan-tunai (cash dan non cash). Untuk yang non cash, PTDI meminta kepada Pemerintah agar hutang-hutang PTDI masa lalu dalam bentuk Soft Loan Agreement (SLA) dijadikan PMN, dan permohonan ini telah terpenuhi pada tahun 2012.
Untuk yang PMN cash, PTDI mendapatkan penyertaan modal sebesar Rp2,2 triliun dan telah disetujui nilai Rp1 triliun akan dicairkan tahun 2012, namun  realisasi pencairannya masih tertunda, sisanya akan diberikan pada tahun 2013.
Kebutuhan pemberian PMN cash ini di antaranya adalah untuk peremajaan dan peningkatan kapasitas produksi dan modal kerja, kebutuhan bisnis yang sedang ditunggu PTDI, demikian Sonny.
(T.E-004/)
Editor: Adi Lazuardi
sumber : antaranews.com

Rabu, 26 Desember 2012

PTDI Garap Pasar Afrika


“Kami akan garap pasar Afrika, mengingat besarnya potensi pasar untuk produk-produk dirgantara sampai 20 tahun mendatang. Sekarang pun sebenarnya kami sudah dikenal di sana,”


BANDUNG, KOMPAS.com — PT Dirgantara Indonesia (Persero) menjadikan Afrika sasaran pasar ekspor produk-produknya sejalan dengan proyeksi kawasan benua hitam itu akan membutuhkan pesawat terbang baru dalam jumlah banyak sampai 20 tahun mendatang.
“Kami akan garap pasar Afrika, mengingat besarnya potensi pasar untuk produk-produk dirgantara sampai 20 tahun mendatang. Sekarang pun sebenarnya kami sudah dikenal di sana,” kata staf Divisi Komunikasi PTDI, IP Windu Nugroho, kepada wartawan di Bandung, Jumat (16/11/2012).
Ia mengatakan, kawasan Afrika merupakan pasar yang sangat terbuka bagi produk-produk PTDI, baik untuk bisnis pesawat itu sendiri maupun bisnis jasa perawatan pesawat serta bisnis terkait kedirgantaraan lainnya. “PTDI punya kompetensi dan kualitas bersaing pada bisnis itu,” katanya.
Windu menjelaskan, sejak 2007, sejumlah pesawat CN235 produk PTDI mulai masuk benua Afrika. Pada tahun itu, PTDI menyerahkan satu unit CN235 untuk Burkina Faso.
Saat ini, AU Burkina Faso telah mengoperasikan pesawat tersebut lebih dari lima tahun tanpa keluhan tentang kualitasnya.
Menyusul pembelian oleh Burkina Faso, pada November 2010 dan awal 2011, kembali PTDI menyerahkan masing-masing satu pesawat CN235 untuk Senegal sehingga ada dua CN235 di negara ini. Kini, sudah tiga unit CN-235 produk PTDI yang dioperasikan di Afrika.
Sejak berdiri pada 1976 hingga sekarang, PTDI telah memproduksi lebih dari 300 pesawat, baik sayap tetap (fixed wing) maupun helikopter (rotary wing).  Untuk produk Pesawat NC-212 di bawah lisensi CASA (sekarang Airbus Military), PTDI telah diproduksi lebih dari 102 unit, baik versi sipil maupun militer.
PTDI juga telah memproduksi sebanyak 122 helikopter NBO-105 di bawah lisensi MBB (sekarang Eurocopter Jerman). Sebagian besar helikopter tersebut dioperasikan oleh militer Indonesia.
Selain itu, PTDI juga telah memproduksi helikopter NBell-412 lebih dari 33 unit, ditambah NBell-412 EP tujuh unit di bawah lisensi Bell Helicopter Textron (USA), serta helikopter Super Puma 22 unit di bawah lisensi Aerospatiale (sekarang Eurocopter Perancis).
Produk CN-235 dari hasil kerja sama dengan CASA Spanyol yang dimulai sejak 1979 telah menghasilkan kurang lebih 260 unit dan telah tersebar di berbagai negara di dunia. Terbang perdana CN-235 dilakukan pada Desember 1983 dan mulai masuk pasar pada 1986.
PTDI juga telah menyerahkan dua unit CN295 (pengembangan CN235)  ke Kementerian Pertahanan beberapa bulan lalu dari total sembilan unit pemesanan. Pesawat CN295 ini merupakan pengembangan dari pesawat CN235 dengan menambahkan panjang badan pesawat sepanjang tiga meter.
Selain pesawat terbang, sejak 2002, PTDI mendapatkan pesanan komponen pesawat terbang, di antaranya komponen dari Airbus dan dari Boeing. Selain itu, PTDI sedang merancang bangun pesawat N 219, jenis pesawat  untuk penerbangan antarkota yang mampu mendarat di lapangan yang tidak dipersiapkan.
N219 yang disiapkan untuk menggantikan Twin Otter, selain mampu lepas landas dan mendarat dari lapangan-lapangan terbang kurang dari 500 meter, pesawat ini juga dapat bermanuver di daerah yang bergunung-gunung seperti di Papua.
Menurut proyeksi majalah kedirgantaraan terkemuka dunia, Aviation Week, pada 2011, Afrika memerlukan sampai 770 pesawat berbagai tipe dan jenis, jet maupun turbopropeller seperti CN235.
Afrika sangat memerlukan pesawat-pesawat sekelas ini mengingat keterbatasan operasional bandara setempat.
Kebutuhan akan pesawat-pesawat turboprop diproyeksikan mencapai 130 unit untuk penggunaan di berbagai negara di benua tersebut.
Lebih terperinci, Aviation Week mengemukakan kebutuhan pesawat-pesawat jet baru berkapasitas 61-120 penumpang sebanyak 120 pesawat, sampai 20 tahun ke depan.
Selain itu, kapasitas 30-120 kursi dibutuhkan lebih dari 220 pesawat, baik untuk mengisi celah bisnis penerbangan baru maupun sebagai pengganti pesawat-pesawat tua yang sekarang.
Sumber :
ANT
Editor :
Erlangga Djumena
sumber : kompas

Selasa, 25 Desember 2012

Era Baru BUMN, Lokomotif Pertumbuhan Indonesia

Membangun bangsa dengan kemandirian pangan dan dukungan infrastruktur


BUMN / Era Baru BUMN, Lokomotif Pertumbuhan Indonesia
BUMN / Persiapan pembuatan sejuta tabung bahan bakar    
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundang Badan Usaha Milik Negara  (BUMN) dan swasta untuk membangun infrastruktur negeri ini. "Jika tidak, ekonomi Indonesia yang tumbuh rata-rata 6 persen dengan peluang investasi yang sangat besar, tidak akan mencapai hasil setinggi-tingginya," kata Presiden dalam pidato kenegaraan di Jakarta, 16 Agustus silam.

Karena itulah, Kementerian BUMN menyatakan saat ini merupakan Era BUMN: Kerja, Kerja, Kerja. Dengan semangat ini diharapkan BUMN bisa menuju perusahaan efisien, bersih, dan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Guna mewujudkan BUMN sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi tersebut, Kementerian BUMN memberikan arahan serta supervisi terhadap bisnis dan inovasi yang dijalankan oleh BUMN dalam membangun bangsa dengan kemandirian pangan, dukungan infrastruktur, serta prestasi di pentas global.

Era Pangan: Masuk BUMN Strategis
BUMN Pangan, yang terdiri atas PT Sang Hyang Seri, PT Pertani, PT Pupuk Indonesia, dan Perum Bulog telah berada dalam satu barisan solid, tidak boleh saling sikut dan saling jegal. Mulai musim tanam akhir 2012, secara bersama-sama BUMN pangan meningkatkan penanganan Gerakan Peningkatan Produksi Pertanian Berbasis Korporas (GP3K) menjadi 3,2 juta hektare. Program Yarnen alias bayar setelah panen ini akan meningkatkan produksi beras sampai 1,5 juta ton pada 2013.

Kios-kios keperluan pertanian yang selama ini dikelola sendiri-sendiri mulai diintegrasikan dalam sebuah sistem perkiosan terpadu. Dibentuk juga brigade hama di setiap kabupaten dengan petugas tetap, ahli, dan dilengkapi dengan alat serta bahan pemberantas hama.

Perum Bulog tahun ini mencatat prestasi besar dalam pengadaan beras. Sampai akhir September 2012, pengadaan beras sudah mencapai 3,2 juta ton. Hasil satu tahun ini sama dengan hasil dua tahun terakhir. Namun, tahun ini Bulog diperkirakan masih rugi lantaran harus mengikuti penetapan harga pemerintah.

Pembentukan holding pupuk PT Pupuk Indonesia juga memberi dampak besar. Bukan saja pelayanan kepada petani lebih terkoordinasi, tapi juga lebih efisien. Terbukti laba PT Pupuk Indonesia pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp1,15 triliun yang berarti naik dua kali lipat dari tahun lalu.

Era Baru Perkebunan: Sapi-Sawit
Untuk membantu pemenuhan daging nasional, BUMN memutuskan melaksanakan Program Sapi-Sawit dengan memelihara sapi di semua perkebunan kelapa sawit milik BUMN. Sebab, pelepah dan daun sawit bisa dijadikan pakanan ternak murah.

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I hingga VII dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sudah menjalankan program tersebut. Akhir tahun ini diharapkan dapat menghasilkan 20 ribu sapi, dan 100 ribu sapi pada 2013. Jumlah itu akan terus ditingkatkan hingga mencapai 300 ribu sapi.

Meski bisnis inti bukan peternakan, PTPN dan RNI siap mengembangkan Program Sapi-Sawit ini guna membantu pemerintah mencapai target swasembada daging.

PT Berdikari sendiri diputuskan lebih fokus menangani peternakan di Sulawesi Selatan, Sumba, dan Nusa Tenggara Barat. PT Berdikari pun diprogramkan masuk dalam holding perusahan perkebunan untuk menangani program ini. Karena itu PT Berdikari harus melepas usaha yang tidak ada hubungannya dengan ternak, seperti asuransi dan bisnis meubel.

Keroyokan Karya: Contoh Kemauan Keras
BUMN tidak hanya memberikan dukungan dalam program swasembada pangan tapi juga penyediaan infrastruktur. Dengan kemampuan dana sendiri, lima BUMN bertekad membuat sejarah di Bali, terutama untuk mensukseskan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi APEC 2013.

PT Jasa Marga Tbk, PT Hutama Karya, PT Adhi Karya Tbk, PT Waskita Karya saat ini bekerja keroyokan untuk mewujudkan jalan tol pertama di Bali yang dengan indahnya dibangun di atas laut menghubungkan Tanjung Benoa, Bandara Ngurah Rai, dan Nusa Dua.
BUMN / Tol Bali Gabungan
Inilah jalan tol yang akan tercatat dalam sejarah: dibangun hanya 14 bulan.  Rencananya jalan ini selesai April 2013 dan mulai dioperasikan Juli 2013 atau tiga bulan sebelum pelaksanaan KTT APEC.

PT Angkasa Pura Airports, nama baru dari PT Angkasa Pura I, juga tengah menyelesaikan pembangunan bandara baru Ngurah Rai. Bandara yang nantinya berstatus bintang lima ini akan selesai digarap pada Mei tahun depan, dan dioperasikan pada Juli, berbarengan dengan jalan tol.
BUMN / Era Baru BUMN, Lokomotif Pertumbuhan Indonesia
Sedangkan PT Angkasa Pura II sedang memperluas Bandara Soekarno-Hatta yang dijadwalkan selesai akhir 2013. Baik Angkasa Pura I maupun II kini sedang membangun 20 bandara baru di seluruh Indonesia. Sebuah langkah agresif untuk pembangunan Indonesia.

Jago-jago Dunia dari Perbankan Indonesia
Peran BUMN di bidang perbankan pun tidak kalah menggembirakan. PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk adalah dua bank yang membawa nama Indonesia harum di pentas dunia. Perkembangan dua bank BUMN ini sangat membanggakan. Bahkan tingkat laba dua bank ini melampaui laba bank-bank besar Eropa sebelum krisis.

Tahun lalu, total aset Bank Mandiri telah mencapai Rp551,89 triliun dengan laba bersih Rp12,03 triliun. Sedangkan total aset BRI Rp469,9 triliun dengan laba bersih Rp14,87 triliun. Tahun ini capaian dua bank ini masih akan terus mengagumkan.

Dua bank BUMN tersebut telah siap menjadi bank regional. Pengalaman Bank Mandiri, BRI, dan BNI di Singapura membuktikan perlakuan yang tidak sama dengan bank-bank Singapura saat masuk Indonesia.

Terobosan di Garam, LEN, dan Rajawali
Meski skalanya kecil, PT Garam telah membuat terobosan sangat penting: membranisasi ladang garam. Tahun ini ladang garam seluas 100 hektare dipasang geomembrane sebagai uji coba. Hasilnya sangat nyata, produksi garam naik 40 persen dan mutunya menjadi semua premium. Tidak ada yang kualitas dua atau tiga. tahun depan, seluruh ladang milik PT Garam akan dipasang membran dari dana pinjaman bank.

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yang tahun lalu merugi Rp80 miliar, tahun ini bisa laba Rp250 miliar. PT RNI melakukan lompatan teknologi dengan menerapkan sistem pengairan drip, seperti yang dikembangkan Israel. Tahun depan sistem ini akan diperluas ke perkebunan PTPN yang mengelola 3.000 hektar tebu. Pada akhirnya seluruh pertanian tebu kering akan menggunakan sistem pengairan modern.

PT LEN Industri juga melakukan lompatan teknologi besar. Bersama PT Pertamina, LEN membangun industri hulu panel surya (solar cell). Inilah industri solar cell pertama di Indonesia. Rencananya, setelah pabrik ini beroperasi pada akhir 2013, seluruh jalan tol, lingkungan pabrik, lingkungan kantor, bandara, pelabuhan, dan perkebunan akan lebih banyak menggunakan solar cell yang diproduksi oleh BUMN.

Menguasai Dunia dengan Kedokteran Nuklir
Lompatan teknologi juga diterapkan PT Batantekno. Tahun lalu perusahaan ini masih rugi dan bahkan tidak punya harapan hidup. Tapi tahun ini Batantekno sudah punya jalan baru: kedokteran nuklir. Alhasil, harapan meraup laba pun kembali ada.

Setelah dunia melarang pengayaan uranium sistem tinggi, Indonesia justru berpeluang menguasai dunia dalam teknologi kedokteran nuklir. Ini mungkin setelah Dirut Batantekno Dr Yudiutomo Imardjoko menemukan teori baru pengayaan uranium sistem rendah.

Dunia mengakui Yuditomo merupakan satu-satunya orang yang mampu membuat radio isotop melalui pengayaan uranium sistem rendah. Ini sangat penting dalam kedokteran nuklir, karena setiap orang yang menjalani CT Scan atau MRI harus menggunakan cairan radio isotop agar kondisi tubuh bisa dilihat berwarna dan tiga dimensi.

Dengan penemuan baru itu, tahun ini Batantekno sudah mengekspor radio isotop ke berbagai negara, termasuk China dan Jepang karena belum ada negara yang mampu mengayakan uranium dengan sistem rendah.

Batantekno akan menguasai pasar dunia dengan masuk ke Amerika Serikat yang menyerap 60 persen isotop dunia. Namun karena jarak yang jauh, Batantekno akan mendirikan reaktor dan pengayaan uranium di Negara Bagian Virginia.

Didukung dengan barisan BUMN yang rapat, ekonomi Indonesia bertumbuh, masyarakat makin sejahtera, Indonesia tampil di pentas dunia.

Jumat, 21 Desember 2012

Dahlan Iskan: Kepemilikan BatanTek di Perusahaan Patungan AS Kecil


“Uangnya tidak ada. Namun, bagi BatanTek itu bukan langkah maju melainkan meloncat. Itu membuat BatanTek terbang,”

BatanTek tidak memiliki kemampuan dana yang besar untuk berinvestasi pada perusahaan patungan tersebut
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan, kepemilikan saham PT Batan Teknologi di perusahaan patungan dengan Babcock & Wilcox, Amerika Serikat, untuk membangun kedokteran nuklir adalah minoritas.
Hal ini disebabkan perusahaan asal negeri Paman Sam itu membenamkan investasi lebih besar dibanding BatanTek.
“Mereka [BatanTek] minoritas, tetapi tipis. Perusahaan ini membutuhkan investasi yang besar, jadi mereka [AS] yang banyak,” tutur Dahlan ketika ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, hari ini.
Menurut Dahlan, BatanTek tidak memiliki kemampuan dana yang besar untuk berinvestasi pada perusahaan patungan tersebut. Dengan demikian, Batantek hanya mendapatkan kepemilikan saham minoritas. Langkah kerja sama ini merupakan kemajuan yang pesat yang diprakarsai oleh Direktur Utama Batantek Yudiutomo Imardjoko.
“Uangnya tidak ada. Namun, bagi BatanTek itu bukan langkah maju melainkan meloncat. Itu membuat BatanTek terbang,” paparnya.
Dahlan mengakui, sumber investasi untuk pendirian perusahaan patungan itu berasal dari Eximbank senilai Rp1,7 triliun. Kendati hanya mendapatkan porsi kepemilikan minoritas, pihak AS menjanjikan BatanTek akan terus dilibatkan bila ada ekspansi ke Eropa.
Dahlan menuturkan, perusahaan patungan ini akan memproduksi produk nuklir kedokteran. Contohnya, bila seseorang ingin mendeteksi tubuhnya, maka ia akan dimasukkan ke alat pemeriksaan. Alat itu akan menyuntikkan cairan ke tubuh orang tersebut berupa radioisotop.
“Cairan itu adalah radioisotop. Cairan itu yang membedakan organ tubuh, sehingga ketika di-scan kelihatan nanti penyakitnya apa. Tanpa cairan itu tidak akan kelihatan,” tuturnya.
Cairan ini, lanjutnya, dapat mendeteksi jenis penyakit yang ada di dalam tubuh. Artinya, seseorang tidak perlu lagi meraba penyakit yang ada di dalam tubuhnya. Misalnya, penyempitan pembuluh darah, dengan cairan radioisotop maka akan terlihat penyakitnya.
Dahlan mengakui dirinya menyetujui prinsip pembentukan perusahaan patungan tersebut.
Penulis: Antara/ Ayyi Achmad Hidayah

sumber : beritasatu.com

Selasa, 18 Desember 2012

Optimisme Habibie 2018 Penerus Pesawat N-250 Akan Hadir

Presiden Ke-3 Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie (B.J Habibie) kian mantap menumbuhkan kembali industri penerbangan Indonesia. Optimisme Habibie itu didukung dengan banyaknya orang Indonesia yang memiliki pengalaman dalam industri penerbangan.

Berbekal pengalaman dan keahlian putra-putri Indonesia dalam teknologi dan industri penerbangan, Habibie yakin dalam lima tahun mendatang Indonesia bisa menghadirkan pesawat yang melebihi N-250.


Pesawat N-250
Pesawat N-250 (foto : merdeka.com)

"Banyak anak-anak kita, yang di luar negeri juga memiliki pengalaman dalam industri penerbangan. Saya perkirakan tahun 2013 akan mulai (perkembangan industri penerbangan Indonesia), Insya Allah tahun 2018 kita akan memiliki pesawat yang lebih baik daripada N-250," kata Habibie di sela-sela acara Peringatan 50 Tahun pendidikan Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (1/12/2012).

"Kita akan melihat kembalinya N-250, tapi tentu yang lebih canggih dan perusahaannya juga telah dibentuk," lanjut Habibie.


Sementara itu, untuk kembali membangun undustri penerbangan Indonesia, Habibie berharap pemerintah melaksakan dan melanjutkan proses yang nantinya akan dijalani. "Lanjutkan apa yang sudah kita mulai supaya bisa lebih baik daripada sebelumnya, serta harus mengamankan supaya produk dalam negeri lebih baik," pungkasnya.

Seperti diketahui, Habibie saat ini tengah berusaha membangun kembali "kerajaan" penerbangan dengan pengetahuan teknologi yang dimilikinya. Pria berusia 76 tahun ini mendirikan perusahaan dirgantara PT Ragio Aviasi Industri (RAI) yang dibentuk bersama PT Ilhabi Rekatama dan PT Eagle Capital.

Dalam manajemen PT RAI, Habibie dipercaya sebagai Ketua Dewan Komisaris. Melalui perusahaan tersebut, Habibie berusaha mengembangkan kembali rancangan pesawat N-250 yang data-datanya saat ini masih dimiliki bangsa Indonesia.

Pesawat N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia. Pesawat ini merupakan primadona Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada tahun 1995).

Sayangnya N-250 yang menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng, harus dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997.


Rabu, 12 Desember 2012

Lee: Produk Pertahanan RI-Korsel Berkelas Dunia


Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak mengatakan hubungan kerjasama antara Indonesia dan Korea Selatan yang terus meningkat di berbagai bidang merupakan wujud pemahaman kedua negara atas posisi penting masing-masing. Indonesia merupakan mitra penting Korea Selatan dengan penduduk mencapai 253 juta jiwa, Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang dengan pesat.

"Pada tahun 2008 dan 2011 kedua negara menghadapi krisis moneter, dan bekerja sama mengatasi krisis, kini kedua negara menikmati perkembangan demokrasi dan juga mencapai perkembangan kerja sama ekonomi," katanya dalam upacara pemberian tanda jasa Bintang RI Adipurna dari pemerintah Indonesia di Nusa Dua, Bali, Kamis sore.
Lee mengatakan hubungan kerja sama antara kedua negara demikian erat, termasuk komitmen pemerintah Korea Selatan saat terjadi krisis ekonomi pada 2008 dan 2011 yang meminta pengusaha Korea Selatan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja asal Indonesia.
KFX model
KFX, Salah satu proyek kerjasama pertahanan RI dan Korsel (Foto:defence.pk)
Presiden Korea Selatan ke-17 itu mengatakan di masa mendatang hubungan kerja sama antara kedua negara akan semakin erat dan menguntungkan kedua negara. "Kalau saya berbicara hubungan kedua negara bukan hanya kerja sama antara dua negara namun ini adalah kerja sama dari hati ke hati," katanya.
.
Sementara itu, Presiden Lee Myung-bak mengatakan saat ini salah satu kerja sama penting antara kedua negara adalah kerja sama di bidang industri pertahanan. Ia berkeyakinan pada masa mendatang produk yang dihasilkan dari kerja sama kedua negara dalam produk pertahanan akan menjadi salah satu produk kelas dunia.

"Saya berkeyakinan di masa mendatang produk yang akan kita hasilkan merupakan produk kelas dunia," ujarnya.

Sebelum acara penyerahan penghargaan, kedua pemimpin negara melakukan pertemuan bilateral dan menyaksikan penandatangan kerja sama kedua negara di bidang pengembangan kendaraan ramah lingkungan.

Kerja sama tersebut ditandatang oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Ilmu Pengetahuan dan ekonomi Korea Selatan Huk Suk-ung.

Sementara itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono optimistis nilai perdagangan Indonesia dan Korea Selatan dapat mencapai 100 miliar dolar AS pada 2020, berdasarkan sejumlah kerja sama yang saat ini sudah disepekati maupun tengah dirintis oleh kedua negara.

"Di bidang ekonomi nilai perdagangan kedua arah meningkat dari 11 miliar dolar AS pada 2007 menjadi 30 miliar dolar AS pada 2011. Saya berkeyakinan target 50 miliar dolar AS pada 2015 dan 100 miliar dolar AS pada 2020 akan tercapai," kata Presiden Yudhoyono.

Kepala Negara mengatakan di bawah kepemimpinan Presiden Lee, terdapat 25 kesepakatan kerja sama antara kedua negara di berbagai bidang antara lain di bidang ekonomi, pendidikan, riset dan teknologi serta industri pertahanan

Usai menerima kunjungan kepala negara Korea Selatan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan PM Thailand Yingluck Sinawatra dan melakukan pembicaraan bilateral sekitar 30 menit.

Rabu, 05 Desember 2012

Wamenhan: Kehadiran RUU Kamnas Bukan Untuk Mengembalikan Tentara di Era Politik dan Kekuasaan

wamenhan-pembicara-diskusi-ruu-kamnasJakarta, DMC – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa kehadiran Rancangan Undang Undang Keamanan Nasional (RUU Kamnas) bukan untuk mengembalikan tentara di era politik atau era kekuasaan. RUU ini hadir untuk mengintegrasikan dan mengkorelasikan tiga belas Undang Undang yang sudah ada saat ini dalam rangka memperkuat keamanan nasional.

“RUU Keamanan nasional juga diperlukan untuk menguatkan kultur kelembagaan dalam proses demokratisasi yang mengedapankan kepentingan nasional”, jelas Wamenhan saat menjadi salah satu pembicara dalam Diskusi Publik dengan tema “Menegakan Supremasi Sipil dan Kedaulatan NKRI dalam RUU Keamanan Nasional”, Selasa (9/10) di Gedung DPR, Jakarta.

Wamenhan lebih lanjut menjelaskan bahwa permasalahan keamanan nasional bukan hanya milik wilayah kementerian/institusi keamanan, tapi merupakan peran integrasi semua komunitas nasional. Sehingga, Keberadaan RUU Kamnas ini diperlukan sebagai UU sistem yang mengintegrasikan penyelenggaraan Kamnas secara komprehensif.
Menurut Wamenhan, ada peran utama masyarakat sebagai subyek dalam penyelenggaraan keamanan nasional sebagai pemberdayaan kekuatan, sehingga RUU Kamnas ini dapat disebut collective response to protect country.

Sementara itu terkait dengan keberadaan Dewan Keamanan Nasional (DKN), Wamenhan menjelaskan bahwa DKN yang nantinya berada di bawah Presiden tidak memiliki wewenang operasional, apalagi mengerahkan tentara seperti yang disebutkan berbagai pihak.
DKN didalamnya terdiri dari kelompok masyarakat sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi dan pejabat pemerintah sebagai anggota tetap. DKN tugasnya hanya mengelola, menyimpulkan dan menyerahkan kepada Presiden untuk dapat dipakai dalam mengambil keputusan politik dalam menyelesaikan permasalahan permasalahan nasional.

Wamenhan berharap adanya soliditas persepsi dari jajaran pemerintahan baik di Kementerian/ Lembaga Pemerintah Non Kementerian beserta simpul kekuatan nasional lain agar ada pemahaman yang sama dalam pembahasan RUU Kamnas ini.
Selain Wamenhan, diskusi yang diselenggarakan oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menghadirkan dua pembicara lainnya yaitu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siraj. Hadir pula Ketua Fraksi PKB yang juga Anggota Pansus RUU Kamnas Marwan Ja'far.

UU Industri Pertahanan Dongkrak Industri Alutsista Lokal


Mayjen Hartind Asrin
Mayjen TNI Hartind Asrin
(Foto: Media Indonesia)

Undang-Undang Industri Pertahanan yang baru disahkan oleh DPR baru-baru ini akan mampu mempercepat perkembangan industri pertahanan dalam negeri, kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Hartind Asrin. Selain itu, UU Industri Pertahanan memberikan jaminan pembelian alustsista oleh pemerintah.
"UU ini untuk kemandirian alutsista, sehingga nanti kondisi industri pertahanan di matra darat, laut, maupun udara mampu memenuhi kebutuhan. Kalau belum, kita lakukan alih teknologi ataupun trade off," ujar staf ahli Menhan bidang keamanan ini.

Selama ini yang dikhawatirkan industri pertahanan adalah masalah konsistensi pembelian dari pengguna. Dalam UU tersebut, pemerintah juga berkewajiban menyuntikkan dana kepada industri pertahanan milik negara jika industri tersebut memiliki kendala finansial.

Sebelumnya, Menhan Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, pengesahan UU Industri Pertahanan dan UU Veteran merupakan kado ulang tahun TNI dan veteran. UU ini dibuat sebagai landasan hukum pengembangan industri dan UU Industri Pertahanan yang nantinya berlaku adalah untuk mengatur semua pemangku kepentingan (stake holder) dalam industri pertahanan.
 
RUU Kamnas Tidak Untuk Menempatkan TNI dalam Politik dan Kekuasaan

Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa kehadiran RUU Keamanan Nasional (Kamnas) bukan untuk mengembalikan TNI di era politik atau era kekuasaan. RUU ini hadir untuk mengintegrasikan dan mengkorelasikan tiga belas Undang Undang yang sudah ada saat ini dalam rangka memperkuat keamanan nasional. RUU Keamanan nasional juga diperlukan untuk menguatkan kultur kelembagaan dalam proses demokratisasi yang mengedepankan kepentingan nasional.
Wamenhan lebih lanjut menjelaskan bahwa permasalahan keamanan nasional bukan hanya milik wilayah kementerian/institusi keamanan, tapi merupakan peran integrasi semua komunitas nasional. Sehingga, Keberadaan RUU Kamnas ini diperlukan sebagai UU sistem yang mengintegrasikan penyelenggaraan Kamnas secara komprehensif.

Wamenhan berharap adanya soliditas persepsi dari jajaran pemerintahan baik di Kementerian/ Lembaga Pemerintah Non Kementerian beserta simpul kekuatan nasional lain agar ada pemahaman yang sama dalam pembahasan RUU Kamnas ini.
Keberadaan Dewan Keamanan Nasional
Sementara itu terkait dengan keberadaan Dewan Keamanan Nasional (DKN), Wamenhan menjelaskan bahwa DKN yang nantinya berada di bawah Presiden tidak memiliki wewenang operasional, apalagi mengerahkan tentara seperti yang disebutkan berbagai pihak.
DKN didalamnya terdiri dari kelompok masyarakat sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi dan pejabat pemerintah sebagai anggota tetap. DKN tugasnya hanya mengelola, menyimpulkan dan menyerahkan kepada Presiden untuk dapat dipakai dalam mengambil keputusan politik dalam menyelesaikan permasalahan permasalahan nasional.

Investor Asing Bisa Buka Industri Pertahanan di Indonesia


Pabrik Tank
Indonesia telah membuka peluang bagi perusahaan asing masuk untuk industri pertahanan. Syaratnya, perusahaan itu harus mengandeng  perusahaan dalam negeri untuk memproduksi peralatan pertahanan dan militer.

Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro menyatakan, kepada perusahaan penerbitan, penelitian dan perusahaan konsultan global, Oxford Business Group (OBG) di Jakarta belum lama ini menyatakan aturan baru tersebut, yang berarti sekarang perusahaan asing sudah bisa bekerjasama dengan perusahaan dalam negeri.

"Waktu yang lalu,  sektor pertahanan Indonesia tertutup bagi investor asing sementara dengan peraturan baru ini memungkinkan investor luar negeri untuk masuk ke sektor ini melalui kerjasama," tuturnya.

Yusgiantoro berbicara dengan OBG sebagai bagian dari penyusunan hasil penelitian untuk Laporan: Indonesia 2013,  tentang panduan kegiatan ekonomi negara Grup dan peluang investasi yang disusun dengan bantuan penelitian dari BKPM, Kamar Dagang Indonesia & Industri (KADIN), Lubis Santosa & Maramis dan Pricewaterhouse Coopers (PWC).

Laporan ini akan mencakup panduan sektor-per-sektor secara rinci untuk investor asing, di samping berbagai wawancara dengan para pemimpin politik, ekonomi dan bisnis yang paling menonjol.
Dana sebesar US$ 15 milyar  telah dialokasikan untuk produksi peralatan pertahanan di  dalam negeri lima tahun ke depan
Menteri mengatakan, prioritas pemerintah adalah untuk menghasilkan industri pertahanan manufaktur yang akan memproduksi peralatan militer secara lokal bila memungkinkan, dengan memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan tersebut dialihkan kepada tenaga kerja lokal selama usaha kerjasama  berlangsung.

"Dana sebesar US$ 15 milyar  telah dialokasikan untuk produksi peralatan pertahanan di  dalam negeri lima tahun ke depan," katanya.

"Pembelian peralatan militer dari luar negeri juga diperbolehkan dengan syarat alih teknologi yang tepat dijamin sepenuhnya. Yang penting bagi kami adalah setiap kesepakatan militer yang kami tandatangani  dengan pemerintah asing harus memastikan adanya alih pengetahuan berkelanjutan."

Beliau menyoroti perusahaan patungan negara dengan Korea Selatan untuk memproduksi tiga kapal selam yang akan memastikan Indonesia secara bertahap mengambil peran yang lebih besar sebagaimana proyek  tersebut bergulir.

"Kapal selam pertama akan dibangun di Korea Selatan, yang kedua akan dibangun di bawah skema usaha patungan (joint venture) antara Indonesia dan Korea Selatan, sementara kami berharap bahwa kapal selam ketiga akan sepenuhnya dibangun di Indonesia oleh Galangan Indonesia, PT PAL," katanya. (Eko Sutriyanto).
Sumber: Tribunnews

RUU Industri Pertahanan: Tidak Ada Lagi Agen dalam Pengadaan Alutsista


Kementerian Pertahanan mengklaim jika disetujui dan disahkan menjadi undang-undang, maka RUU Industri Pertahanan akan memangkas habis agen dalam pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) di Indonesia. "Salah satu tujuannya memang untuk menghalangi agen yang merugikan negara," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Hartind Asrin saat dihubungi oleh Tempo, Rabu, 19 September 2012.

Dia meminta masyarakat tidak langsung curiga dengan RUU ini. Sejumlah pihak misalnya mempersoalkan rencana pengalihan tanggungjawab pembinaan industri pertahanan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi ke Kementerian Pertahanan. Ada yang menganggap rencana itu akan kembali membuka peluang para purnawirawan TNI untuk berbisnis. "Pengalihan itu hal yang wajar, orang militer lebih paham masalah-masalah militer," kata Hartind.

Panser Anoa
Deretan Panser Anoa produksi PT Pindad

Hartind mengakui bahwa sejumlah pasal dalam RUU Industri Pertahanan masih perlu dibahas lebih lanjut. "Belum final, masih ada banyak masukan lain terkait hal itu," kata dia. RUU ini sendiri merupakan inisiatif DPR dan rencananya disahkan Desember 2012 depan. 
Libatkan TNI dalam Industri Pertahanan

Rencana pemerintah mengalihkan tanggung jawab pembinaan industri pertahanan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke Kementerian Pertahanan dinilai positif. Dengan perubahan ini, maka industri pertahanan tidak dibebani kewajiban untuk menghasilkan profit dan dividen semata.

 "Industri pertahanan harus dikembalikan pada bisnis intinya, dan tidak boleh dibebani lini produksi lain,"  kata Andi Widjajanto, pengamat pertahanan Universitas Indonesia, Rabu, 19 September 2012. Apalagi, katanya, pasar untuk industri macam ini amat spesifik.

Andi kemudian mencontohkan bisnis PT. Pindad yang terpaksa mengembangkan produksi mobil listrik sebagai upaya menambah profit. "Jadi untuk memastikan industri pertahanan ada di jalur yang benar, pelibatan TNI memang dibutuhkan," kata dia.
"Sejumlah kalangan menilai rencana itu bakal mengembalikan TNI pada kegiatan bisnis, sesuatu yang sudah dilarang oleh UU TNI"
Andi tak mempermasalahkan jika pasca pengalihan ke Kementerian Pertahanan, banyak jabatan komisaris di industri pertahanan ditempati para purnawirawan TNI. "Itu praktek yang banyak terjadi di seluruh dunia," ujarnya. Selama bukan perwira aktif, Andi menilai hal itu lazim saja.

Wacana pengalihan industri pertahanan ke Kementerian Pertahanan muncul pada Rancangan Undang-Undang Industri Pertahanan yang sedang dibahas di DPR. Sejumlah kalangan menilai rencana itu bakal mengembalikan TNI pada kegiatan bisnis, sesuatu yang sudah dilarang oleh UU TNI. 

[ TEMPO ]

Sabtu, 01 Desember 2012

Habibie dan Mimpi Kembalinya Kejayaan Pesawat RI


"Sudah seharusnya Indonesia unjuk gigi," kata BJ Habibie.

Pesawat N-250, karya IPTN yang kini berganti menjadi PTDI
Pesawat N-250, karya IPTN yang kini berganti menjadi PTDI (IPTN)
- Indonesia pernah menikmati kejayaan sebagai salah satu produsen pesawat terbang dengan lahirnya N-250 yang merupakan pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN.
Di tangan Bacharuddin Jusuf Habibie, Indonesia dapat dianggap telah sejajar dengan negara-negara pembuat pesawat terbang yang terlebih dahulu memproduksi pesawat terbang, baik untuk tujuan komersil maupun militer.

Mantan Presiden RI, Bacharuddin Jusuf Habibie ini pun mempunya ambisi untuk mengembalikan kejayaan Indonesia tersebut. Bahkan upayanya telah dimulai dengan mendirikan perusahaan dirgantara, PT Ragio Aviasi Industri (PT RAI). Perusahaan ini akan mengembangkan kembali rancangan pesawat N-250 yang pernah dikembangkan pada tahun 1995.

"Perusahaan Ragio Aviasi Industri dan semua data tentang pesawat N-250 juga masih kita punyai," kata Habibie di Yogyakarta, Kamis 1 November 2012

Menurutnya dalam perusahaan itu, dirinya dipercaya menjabat  Ketua Dewan Komisaris dan siap untuk terlibat aktif dalam pengembangan teknologi pesawat.

"Sudah seharusnya Indonesia unjuk gigi dan bersaing dengan negara lain. Karena menurutnya, sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki oleh PT Dirgantara Indonesia, dapat dimanfaatkan kembali untuk menciptakan kembali pesawat yang pernah dihasilkan IPTN," katanya.

Meski PT RAI telah terbentuk, namun diakui Habibie, proses pengembangan N-250 direncanakan baru akan dilaksanakan 5 tahun mendatang. ”Semoga dalam lima tahun kedepan saya masih sehat. Untuk itu saat ini saya sedang menuliskan pengembangan teknologinya,” ujarnya.

Jumat, 30 November 2012

Dahlan: Indonesia Harus Punya Pusat Peluncuran Satelit


“Pelan-pelan kita akan bangun tempat peluncuran di Indonesia, khususnya di Biak karena ruang tembaknya lebih langsung dan mantap,”
Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri BUMN Dahlan Iskan berpendapat Indonesia harus memiliki tempat peluncuran satelit sendiri. Daerah yang dipilih untuk membangun ruang peluncuran satelit adalah Pulau Biak, Papua, sebab berdekatan dengan jalur khatulistiwa dan Lautan Pasifik.
“Pelan-pelan kita akan bangun tempat peluncuran di Indonesia, khususnya di Biak karena ruang tembaknya lebih langsung dan mantap,” tutur Dahlan saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (28/11).
Menurut Dahlan, apabila perusahaan BUMN dan swasta ingin meluncurkan satelitnya, maka dapat melaksanakannya di dalam negeri. Dengan demikian, perusahaan BUMN dan swasta dapat menghemat sekitar 70 juta dolar AS untuk melakukan satu kali peluncuran satelit.
“Bayangkan bila kita luncurkan satelit di Indonesia daripada harus ke Kazakhstan, Rusia, maka bisa berhemat hingga 70 juta dolar AS. Orang-orang asing pun pasti ingin ke Indonesia,” paparnya.
Untuk diketahui, wilayah geografis Kabupaten Biak Numfor, Papua, sudah masuk nominasi sebagai tempat peluncuran satelit program kerja sama antara pemerintah Rusia, Jerman, dan Indonesia.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan mendirikan “space port” atau lokasi peluncuran roket pendorong satelit di Pulau Biak, Papua. Pulau Biak merupakan lokasi yang sangat strategis untuk penerbangan ke angkasa luar karena posisinya sangat dekat dengan garis khatulistiwa.
Dahlan juga menginginkan agar perusahaan bank BUMN memiliki satelitnya masing-masing karena sudah menjadi kebutuhan.
“Saya setuju kalau Bank Mandiri dan BNI memiliki satelit sendiri. Mereka kan bank terbesar sehingga tidak ada masalah untuk hal tersebut,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Telkom Arif Yahja menyambut baik imbauan Menteri BUMN agar perbankan memiliki satelit sendiri.(Ant/DNI)

sumber : metrotvnews.com

Kapal Cepat Rudal ke-3 dari Palindo Segera Perkuat TNI AL

Industri galangan kapal PT Palindo Marine, Batam,  segera akan menyerahkan kembali satu unit Kapal Cepat Rudal (KCR) 40 M kepada TNI Angkatan Laut. Kapal itu merupakan salah satu dari empat KCR yang telah dipesan pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) dari PT Palindo Marine. Sebelumnya dua unit KCR telah diserahterimakan, yaitu KRI Clurit-641 dan KRI Kujang-642.
KCR yang ketiga ini sudah dalam tahap finishing, yang pekan lalu sudah diluncurkan dan diharapkan akan diserahterimakan kepada TNI AL pada akhir tahun ini. Menurut Harmanto, Managing Director PT Palindo Marine, Selasa di Batam, kapal ketiga ini sudah berada di galangan kapal dan akan menjalani penyempurnaan yang selanjutnya dilakukan pengujian laut. Sambil menyelesaikan kapal ketiga, lanjut Harmanto, pihaknya juga sudah mulai tahapan pengerjaan kapal keempat, dimana semua kapal lengkap, kecuali persenjataannya.
KRI Clurit-641
KRI Clurit-641 (Foto:Koarmabar TNI AL)
Di tempat yang sama, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Hartind Asrin menuturkan, pemerintah akan membeli total sekitar 35 KCR untuk memenuhi kebutuhan sesuai program pembangunan kekuatan pokok minimum (MEF).
"Sejauh ini baru empat yang kita pesan. Indonesia butuh kapal-kapal jenis ini untuk pengamanan wilayah laut, terutama di kawasan barat," ujarnya. Hartind yang juga menjabat staf ahli Menhan juga mengatakan, perairan wilayah barat sangat cocok untuk kapal-kapal kecil seperti ini (panjang di bawah 100 meter) karena perairannya dangkal.
"Kalau di timur, kita butuh kapal-kapal besar yang panjangnya di atas 100 meter, dimana Kemhan telah memesan kepada PT PAL Surabaya. Kita juga punya program Korvet Nasional,"tuturnya. Untuk proses pembuatan KCR, setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 1 tahun untuk merampungkan 1 unit KCR terhitung sejak penandatangan kontrak.
Palindo, Berjaya di Pasar Ekspor
Sementara itu, Managing Director PT Palindo Marine, Batam, Harmanto, menuturkan, selama ini pihaknya telah memproduksi ratusan kapal yang 25 persen di antaranya adalah untuk memenuhi pasar ekspor.

Selain membuat kapal, PT Palindo Marine juga melayani pemesanan desain dan prototype. "Untuk kapal militer, sejauh ini pemesanan berupa KCR dan PC. Kita banyak menjual untuk kapal ferri atau kapal angkut," ujarnya.

Saat ini selain membuat KCR dan PC, PT Palindo Marine juga merampungkan kapal dua lambung (katamaran) pesanan Malaysia dan pesanan Badan SAR Nasional (Basarnas). Untuk mesin kapal, biasanya PT Palindo membeli dari Jerman.

Ia menambahkan, untuk pembuatan kapal-kapal sipil tidak terikat dalam UU Industri Pertahanan, dimana untuk menjual ke luar negeri maka harus satu pintu lewat Kementerian Pertahanan. "Tapi kalau kami jual kapal patroli yang bersenjata, harus ada izin dari Kemhan," kata Harmanto.

Rabu, 28 November 2012

Dahlan Iskan Sowan ke BJ Habibie



Jakarta, GATRAnews - Menteri BUMN Dahlan Iskan dan pejabat Kementerian BUMN sowan (mengunjungi) kediaman Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, Kamis sore (22/11).
“Pak Dahlan dan beberapa deputi serta staf ahli Kementerian BUMN ke kediaman Bapak BJ Habibie di Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan. Hanya silahturahim saja,” kata Kabag Humas dan Protokoler Kementerian BUMN, Faisal Halimi, kepada Antara, di Jakarta, Kamis.
Menurut Faisal, selama lebih kurang dua jam, Dahlan berkonsultasi tentang masalah teknologi di kementrian yang dipimpinnya, BUMN strategis, dan tentang mobil listrik.
“Pak Habibie kan teknokrat terkenal di Indonesia, bahkan dunia, sehingga banyak hal yang akan didiskusikan oleh beliau,” tuturnya.
Dalam kunjungannya, Dahlan didampingi Deputi Industri Strategis dan Manufaktur Dwijajanti Cahyaningsih, Deputi Industri Primer Muhammad Zhamkani, Deputi Bidang Jasa Gatot Trihargo, serta Deputi Infrastruktur dan Logistik Harry Susetyo.
Selain keempat pejabat eselon satu tersebut, Dahlan juga membawa Staf Ahli Kementerian BUMN, yaitu Bidang Hubungan Antar Lembaga, Bagus Rumbogo, dan Bidang SDM, Irnanda Laksanawan.
“Karena banyak yang akan didiskusikan oleh beliau, sehingga didampingi oleh deputi dan beberapa staf ahli,” imbuhnya.
Faisal membenarkan bahwa BJ Habibie merupakan Bapak Bangsa yang turut menorehkan tinta emas dalam sejarah Indonesia di berbagai bidang. (TMA)

sumber : gatra.com

Jumat, 23 November 2012

Dahlan ubah nama Batantek jadi Batan Tekno


“Batantek, kayanya kurang bagus, nanti orang kira Batan Tekstil, bagaimana kalau Batan Tekno,”

Perusahaan BUMN PT Batan Teknologi berencana ekspansi dengan membuka kantor di Amerika Serikat untuk memenuhi kebutuhan radioisotop kedokteran di negeri paman sam tersebut. Hanya saja, masih ada yang mengganjal pikiran Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait PT Batan Teknologi.
Dahlan merasa tidak sreg dengan nama PT Batan Teknologi yang disingkat menjadi Batantek. Dahlan merasa kurang nyaman dengan sebutan Batantek.
Menurutnya, orang bisa salah tafsir dan berfikir bahwa perusahaan tersebut bergerak di bidang tekstil. “Batantek, kayanya kurang bagus, nanti orang kira Batan Tekstil, bagaimana kalau Batan Tekno,” ungkap Dahlan kepada wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (5/10).
Dahlan langsung mengesahkan nama baru tersebut. “Anda setuju ya nama Batan Tekno, mulai sekarang sebutannya Batan Tekno,” tegasnya.
Batan Tekno sendiri berencana akan membuat pabrik teknologi pengayaan uranium, reaktor nuklir untuk kebutuhan kedokteran di Amerika. Perusahaan ini juga telah menguasai pasar Asia dan saat ini sedang mengincar pasar Amerika.
[noe]
sumber : merdeka.com

Kamis, 22 November 2012

Dahlan Iskan Perjuangkan Kepemilikan Pabrik Isotop di AS


“Mereka mayoritas karena mereka investasi lebih besar, investasi kita Rp1,7 triliun,”
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
JAKARTA - PT Batan Teknologi (Batantek) berencana membangun pabrik yang memproduksi isotop nuklir di Amerika Serikat (AS). Pengadaan isotop tersebut, nantinya akan digunakan untuk keperluan kesehatan.
Menteri BUMN Dahlan Iskan menuturkan, dalam pembangunannya, pihak Batantek akan memperoleh pendanaan dari Eximbank. Meski begitu, kepemilikan pabrik isotop nuklir tersebut nantinya mayoritas dipegang oleh pihak AS.
“Mereka mayoritas karena mereka investasi lebih besar, investasi kita Rp1,7 triliun,” kata Dahlan di Kantor Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa(2/10/2012).
Namun, Dahlan mengungkapkan, meski investasi AS lebih besar, namun besaran kepemilikan pabrik tersebut belum menemukan titik temu. “Tapi ini masih rundingan, masih dimatangkan.” ujar dia
Diberiatakan sebelumnya, pendanaan pabrik isotop nuklir yang akan dibangun PT Batan Teknologi dibiayai Eximbank. Dahlan menyebutkan Batantek memperoleh dana sebesar Rp1,7 triliun.
Hingga saat ini, Dahlan masih menunggu kabar dari Direktur Utama PT Batantek mengenai laporan ke pemegang saham AS. Selain itu, dia juga berkoordinasi dengan pemegang saham pihak Indonesia. “Nah, kalau nanti pemegang saham setuju baru lah direalisasikan,” katanya.
Dia menjelaskan, alasan Batan membangun pabriknya di sana, karena jika diproduksi di Indonesia tetap harus dibawa ke AS. Dalam perjalanan tersebut, dikhawatirkan radiasi isotop tersebut akan habis. “Kalau dikirim ke AS itu radiasinya hilang, satu-satunya cara mendirikan perusahaan di AS,” Pungkas Dahlan.
(mrt)
sumber : okezone.com

Selasa, 13 November 2012

Dahlan: AS Kagum dengan Penelitian Nuklir Indonesia


“Mereka setuju, prosesnya sekarang meminta persetujuan pemegang saham masing-masing,”

JAKARTA - Pemerintah Indonesia lewat PT Batan Teknologi berencana mendirikan pabrik pengaya isotop di Amerika Serikat (AS). Pabrik ini, rencananya akan digunakan untuk keperluan medis.
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, saat ini pihak AS telah setuju Indonesia mendirikan pabrik radio isotop di sana. Saat ini, pembangunan pabrik tersebut tengah menunggu kesepakatan dari para pemegang saham kedua belah pihak.
“Mereka setuju, prosesnya sekarang meminta persetujuan pemegang saham masing-masing,” ungkap Dahlan, kala ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat(5/10/2012).
Menurut Dahlan, saat ini Indonesia sedang berusaha agar pabrik tersebut mayoritas milik Indonesia. “Bisa dirumuskan ulang pendanaannya, saya ingin itu mayoritas punya kita,” tegas dia.
Dahlan mengungkapkan, pihak AS melontarkan pujiannya kepada Indonesia karena dinilai mampu menemukan pengadaan uranium dengan risiko rendah. “Waktu mereka rapat dengan tim Batan Teknologi kok Indonesia bisa menemukan pengayaan uranium dengan risiko rendah,” kata dia.
Pada kesempatan itu, Dahlan juga meminta agar singkatan PT Batantek menjadi Batan Tekno agar tidak dikira pabrik tekstil. “Kita sepakati saja Batan Tekno singkatannya biar enggak dikira pabrik tekstil. Kalau bilangnya Batantek kan seperti pabrik tekstil,” tukas dia.
(mrt)

Rabu, 31 Oktober 2012

Senjata Buatan Lokal Harus Menjadi Kebanggaan TNI


Sudah selayaknya Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya TNI AD merasa bangga menggunakan peralatan dan perlengkapan senjata buatan dalam negeri. Ini sejalan dengan pandangan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo. Terlebih selama ini TNI sudah ditanamkan prinsip untuk sebisa mungkin menggunakan produk persenjataan dalam negeri.

"Seandainya ada alat-alat yang diproduksi dalam negeri, itu harus kita gunakan," tegasn Edhie. Tentang persenjataan buatan PT PINDAD, memang sempat ada perasaan tidak percaya diri dalam diri para prajurit ketika menggunakan senjata produksi PT. Pindad.

Senapan mesin SPM2-V2 buatan PT PINDAD
Sama dengan FN MAG Belgia
(Foto:Wikipedia)


Edhie bercerita pernah bertemu dengan salah seorang prajurit yang secara terus terang lebih memilih menggunakan senjata lama buatan asing daripada senjata baru buatan PT Pindad.

"Dalam hal itu, si prajurit tidak bisa disalahkan karena dia memang terbiasa dengan senjata produk asing. Namun, ada juga beberapa prajurit yang mau menggunakan senjata produksi dalam negeri, tetapi harus disesuaikan dengan senjata asing yang sudah dimilki," jelasnya.
Juara Menembak ASEAN dengan Senjata PT PINDAD
TNI AD mulai beralih menggunakan senjata produksi lokal yaitu PT PINDAD. Kebanggaan TNI AD dalam menggunakan senjata buatan lokal ini pun muncul saat persenjataan penting itu berperan dalam sebuah kejuaraan menembak tingkat ASEAN.

Ketika prajurit AD untuk pertama kalinya menggunakan senjata buatan PT Pindad di perlombaan menembak se-ASEAN, TNI AD berhasil membawa pulang sembilan dari 15 trofi yang diperebutkan di ajang tersebut.

"Hal itu belum pernah diraih oleh negara mana pun. Oleh karena itu, di sini saya ingin menegaskan bahwa sebetulnya jika kita mau mengoreksi diri, kita pasti bisa," kata Pramono. Sejak saat itu, TNI AD menggunakan senjata ringan produksi dalam negeri.

Namun, untuk alutsista yang berat, seperti tank, TNI AD masih membelinya dari pihak asing. Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan membeli 103 unit tank Leopard, 50 unit tank Marder dan 10 unit tank pendukung guna memperkuat sistem alutsista pertahanan Indonesia.

Senin, 29 Oktober 2012

Pesawat Tanpa Awak Buatan RI Akan Dipersenjatai


Menhan berharap produksi Wulung diberikan pada produsen dalam negeri.


Uji Terbang Pesawat Terbang Tanpa Awak Wulung
Uji Terbang Pesawat Terbang Tanpa Awak Wulung 

Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) diuji coba di Base Operasional Pangkalan TNI Angkatan Udara, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis 11 Oktober 2012. Menurut Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, PUNA ini akan dikembangkan dan diproyeksikan untuk kepentingan militer.

"Ingat Kamikaze tentara Jepang yang menabrakkan pesawat pilot tunggalnya ke Pangkalan AS Pearl Harbour, Hawaii? Ke arah situ. PUNA ini juga akan kami persenjatai," kata Purnomo dalam jumpa persnya di Base Operasional.

Menurut Purnomo, berharap produksi PUNA ini diberikan kepada produsen dalam negeri, misalnya PT Dirgantara Indonesia. Sehingga, memajukan industri pertahanan dalam negeri. "Sesuai amanat UU Industri Pertahanan," kata dia.

Tak hanya itu, Purnomo juga berharap pengembangan PUNA ini mengacu beberapa sisi. Salah satunya dari sisi kepentingan pengguna, yakni TNI Angkatan Udara. Apalagi, memang Purnomo menginginkan PUNA diproyeksikan ke dalam Skuadron TNI AU. "Untuk sementara ini skuadron yang akan kita bangun memang untuk pengintaian atau pengamatan wilayah (surveillance)," ujarnya.

Tak hanya surveillance, PUNA ini juga diharapkan bisa dikembangkan untuk medan perang. Karena itu, pengembangan pesawat yang dinamai Wulung itu akan dikaji agar dipersenjatai dengan rudal. Dan, PUNA ini juga dapat dijadikan sebagai bombing, seperti Kamikaze pesawat pilot tunggal tentara Jepang yang menabrakan ke Pangkalan AS Pearl Harbour.

"Dia juga bisa menjadi target tembak tentara musuh. Seperti strategi yang dilakukan AS ketika perang Irak. Tentara-tentara Irak fokus menembaki pesawat tanpa awak AS yang masuk lebih dulu ke wilayah Irak, setelah habis, baru skuadron tempur tentara AS masuk," ujarnya.

"Jadi banyak manfaat yang bisa dilakukan oleh pesawat ini. Tapi saat ini untuk surveillance," kata dia.

SBY Bangga Pesawat Tanpa Awak Indonesia Berhasil Diuji Coba


"Saya senang, sampaikan selamat untuk pembuat, peneliti, pendesain."


Uji terbang pesawat terbang tanpa awak Wulung
Uji terbang pesawat terbang tanpa awak Wulung 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Kamis 11 Oktober 2012, usai melawat ke Yogyakarta. Setelah mendarat, SBY langsung meninjau uji coba pesawat tanpa awak (Puna) Wulung.

Didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menko Kesra Agung Laksono, dan Menteri ESDM Jero Wacik, SBY melangkah menuju base operasional Lanud Halim. Dia kemudian berbincang dengan peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang membuat pesawat ini.

"Ini sudah diuji?" tanya SBY. "Saya senang, sampaikan selamat kepada yang membuat, peneliti, dan yang mendesain ini," SBY menambahkan.

SBY juga menanyakan masalah pendanaan pengembangan peawat tanpa awak ini. Dia berjanji akan memprioritaskan anggaran untuk pengembangannya. "Masih ada dana pengembangannya? Nanti saya on top-kan pengembangannya," kata dia. Setelah sepuluh menit meninjau, SBY lantas meninggalkan lokasi uji coba.

Sebagaimana diketahui, BPPT menguji Puna Wulung di Lanud Halim. BPPT telah membuat lima pesawat sejenis sejak 2002. Biaya yang dikeluarkn untuk membuat lima pesawat serupa sekitar Rp6 miliar hingga Rp8 miliar.

Kamis, 18 Oktober 2012

Dahlan: Bangun Kilang Minyak Triliunan, Mending Beralih ke Listrik


Pertamina akan membangun dua kilang minyak sebesar Rp140 triliun.
Menteri BUMN, Dahlan Iskan, mengendarai mobil listrik (Foto: Istimewa)
JAKARTA, Jaringnews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan mengungkapkan, daripada membangun kilang minyak yang nilainya mencapai ratusan triliunan, lebih baik beralih ke listrik. Begitu juga dengan mengubah Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Compressed Natural Gas (CNG).
“Kita harus memerangi BBM daripada harus membangun kilang minyak tetapi juga BBM jangan di loss dengan memberikan fasilitas,” kata Dahlan di Kantor Pertamina Pusat saat menghadiri Temu Akbar Engineering BUMN, Rabu (8/8).
Dahlan menjelaskan, sekarang ini Pertamina akan membangun dua kilang minyak sebesar Rp140 triliun. Dengan demikian, lima tahun lagi ada tiga kilang minyak yang akan dibangun Pertamina dengan menghabiskan dana sebesar Rp 200 trilyun.
Untuk itu, Dahlan menyatakan konversi BBM ke Gas harus sukses. Dirinya berharap PLN yang mengkonsumsi BBM sebesar tujuh juta kiloliter (KL) harus diselesaikan.
“Makanya kita harus bangun pabrik solar cell dan menghapus BBM di PLN, kapal pengguna BBM dikonversi ke CNG atau LNG dengan dipelopori PELNI untuk dimodifikasi,” tambah Dahlan.
Dahlan menyatakan, lebih baik mendorong Kereta Api diganti LNG, daripada membangun kilang yang ratusan triliun.
“Untuk itu BBM harus kita tekan, lebih baik kita menggunakan mobil listrik,” kata Dahlan.
(Alb / Ara)

Rabu, 10 Oktober 2012

Pesawat Tanpa Awak Diproyeksikan untuk Militer RI


Pesawat tanpa awak juga bisa digunakan untuk keperluan sipil.

Uji Terbang Pesawat Terbang Tanpa Awak Wulung
Uji Terbang Pesawat Terbang Tanpa Awak Wulung
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro ikut menyaksikan uji coba terbang Pesawat Terbang Tanpa Awak/Pesawat Udara Nir Awak (PTTA/PUNA) Wulung. Purnomo mengatakan, pesawat PUNA ini masih terus dalam pengembangan.

Menurut Purnomo, pesawat ini memiliki kelebihan, di antaranya difungsikan sebagai pemantau dari udara karena pesawat ini dilengkapi kamera. "Selain itu pesawat ini dapat digunakan juga untuk kepentingan sipil, seperti penanganan kebakaran hutan untuk membawa air hujan buatan," kata Purnomo dalam jumpa pers di Base Operasional Pangkalan TNI Angkatan Udara, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis 11 Oktober 2012.

Pesawat hasil pengembangan dalam negeri ini juga dapat dipergunakan untuk kepentingan militer. Khususnya pengamatan wilayah (survailence). "Bahkan fungsinya dapat menggantikan pesawat tempur yang disebut dengan Unmaned Combat Aerial Vehicle," kata Purnomo.

Pesawat PUNA ini merupakan hasil pengembangan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenhan dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Dalam pengembangan pesawat, imbuhnya, perlu kesiapan sumber daya manusia yang handal sebagai pengawak serta fasilitas pendukung lainnya. Tujuannya, unit ini siap diproyeksikan untuk pembentukan Skuadron PTTA/PUNA TNI Angkatan Udara. "Dengan difungsikan sebagai alat pengamanan udara di daerah perbatasan," ucap dia.

Keberhasilan pengembangan pesawat PUNA, lanjutnya, juga memiliki banyak keuntungan. Di antaranya memiliki nilai ekonomis tinggi, mengurangi ketergantungan pada negara-negara produsen yang selama ini menjadi pemasok alutsista TNI. Sifatnya juga fleksibel dalam pengembangan, meningkatkan peran industri dalam negeri serta dalam keadaan darurat dapat dioperasionalkan secara mandiri.

Pesawat Tanpa Awak Buatan Indonesia Diuji Coba


Biaya buat 5 pesawat tanpa awak ini Rp6 miliar hingga Rp8 miliar.


Pesawat tanpa awak buatan BPPT
Pesawat tanpa awak buatan BPPT 
Pesawat tanpa awak buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Puna Wulung, diuji coba di base operasional, Pangkalan Halim Perdanakusumah, Jakarta, Kamis 11 Oktober 2012. Ke depannya, pesawat ini akan membantu operasi militer Indonesia.

"Pesawat ini untuk keperluan militer, seperti melakukan pemantauan di suatu wilayah dari udara," kata peneliti BPPT, Adrian Zulkifli.

Pesawat tanpa awak ini dibuat sejak tahun 2002. Sejauh ini, BPPT telah membuat lima pesawat tanpa awak. Selain Puna Wulung, pesawat tanpa awak lainnya yang dibuat oleh BPPT adalah Puna Gagak, Puna Alap-Alap, dan Puna Pelatuk.

Adrian menambahkan, anggaran yang dihabiskan untuk membuat lima pesawat tanpa awak itu sekitar Rp6 miliar hingga Rp8 miliar. "Itu untuk riset, pembuatan, dan uji coba," tutur dia.

Sebelumnya, menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta, mengatakan pesawat tanpa awak ini sudah mendesak bagi Indonesia karena banyaknya wilayah di tanah air yang tidak bisa dijangkau oleh manusia. Daerah-daerah yang sulit dijangkau itu misalnya terletak di gunung berapi. Padahal, daerah-daerah tersebut kerap perlu didatangi untuk kepentingan penelitian.

TNI Beli Kapal Rudal Cepat Buatan Indonesia

 
Batam- TNI Angkatan Laut segera mendapat tambahan satu kapal cepat Rudal-40. Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin menyebutkan kapal buatan PT Palindo Marine sudah rampung dan tinggal menunggu penyerahan. "Dalam waktu dekat akan diserahkan," ujar Sjafrie saat mengunjungi PT Palindo di Batam, Rabu, 4 Januari 2012.

Menurut Sjafrie, pemesanan kapal cepat dari Palindo merupakan upaya pemerintah mendorong tumbuhnya industri kapal dalam negeri. Pemerintah akan memprioritaskan membeli kapal produksi dalam negeri. "Mana yang mampu di dalam negeri, akan kami beli di sini, sisanya baru di luar," ujarnya. Dia mencontohkan, saat ini, untuk industri dalam negeri, belum bisa diproduksi kapal perang sehingga masih didatangkan dari luar.

Saat ini PT Palindo telah menyelesaikan dua KRC-40. Kapal pertama bernama KRI Clurit-641 sudah diserahkan pada April 2011 lalu. Sedangkan kapal kedua, yang baru rampung, bernama KRI Kujang-642. Rencananya KRI Kujang ini akan diserahkan paling lambat April mendatang. Untuk kapal ketiga, saat ini sudah mulai proses pengerjaannya.

KRI Kujang 642 merupakan kapal pemukul reaksi cepat yang berfungsi menghancurkan target sekali pukul dan menghindar dari serangan lawan dalam waktu cepat pula. Kapal ini berukuran panjang 44 meter, lebar 7,4 meter, dengan kecepatan maksimal 30 knot. Kapal ini memiliki daya tembak dan daya hancur karena dilengkapi Rudal C-705.

Kapal KCR-40 ini mampu menampung bahan bakar 50 ton dan air tawar 15 ton. Kapal cepat ini terbuat dari baja khusus High Tensile Steel pada bagian hulu dan lambung kapal, yang merupakan produk PT Krakatau Steel, Cilegon. Sedangkan untuk bangunan atas menggunakan Aluminium Marine Grade, yang menggunakan tiga mesin penggerak.

Direktur Utama PT Palindo Hermanto menyebutkan saat ini KRI Kujang-642 sudah seratus persen jadi. Bahkan, menurut dia, saat ini perusahaan sudah mulai menyiapkan kapal ketiga untuk memenuhi kebutuhan TNI AL. "Kami siap mengoptimalkan produksi untuk memenuhi kebutuhan," ujar Hermanto kepada Tempo.

Asisten Perencanaan Kepala Satuan Angkatan Laut, Sumartono, mengatakan saat ini TNI AL membutuhkan 24 kapal cepat. Kapal ini nantinya akan dioperasikan di wilayah armada barat dan Sulawesi Utara. "Kami butuh kapal yang bisa beroperasi di daerah laut dengan ombak besar," ujarnya.

Menurut Sumartono, untuk satu kapal KCR-40 ini pemerintah seharusnya membayar Rp 75 miliar. Namun setelah dinegosiasi harganya menjadi Rp 73 miliar.

Sabtu, 29 September 2012

Indonesia Butuh Lebih Banyak Kapal Cepat Rudal

Indonesia membutuhkan banyak kapal cepat rudal (KCR) untuk mengimbangi wilayah laut yang begitu luas dan daratan yang tersebar. Keberadaan KCR dinilai mampu mempermudah TNI maupun para pengelola keamanan di laut untuk mengamankan wilayah maritim Indonesia. "Kita butuh banyak sekali kapal-kapal cepat seperti KRI Klewang," kata Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Soeparno, di Jakarta, Minggu, 16 September.

KRI Klewang, tambah dia, merupakan KCR buatan asli Indonesia yang memiliki bentuk unik. Kapal ini juga banyak dipuji sebagai kapal siluman yang memiliki kecepatan tinggi dan mampu menembus ombak besar karena memiliki tiga lambung. Tak heran jika biaya pembuatan satu pesawat ini mencapai 114 miliar rupiah.

KRI Klewang
KRI Klewang

Menurut dia, produk buatan PT Lundin Industry Invest ini juga merupakan kapal yang berpeluru kendali dan berguna untuk menjaga perbatasan dan potensi laut di Indonesia. Saat ini TNI baru membeli satu KRI Klewang untuk ditempatkan di Armada RI Kawasan Timur.
Meski demikian, Soeparno menuturkan, pengadaan kapal KCR akan terus dilakukan sehingga jumlahnya lebih banyak lagi. Selain KRI Klewang, TNI AL juga mendapat tambahan beberapa unit KCR, yakni KRI Celurit dan KRI Kujang. Total KCR yang saat ini dimiliki TNI AL tak lebih dari 10 unit yang masing-masing berukuran 40 meter.

Idealnya 35 Unit Kapal Cepat Rudal

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksma Untung Suropati mengatakan, idealnya Indonesia membutuhkan 35 unit KCR. "Perairan Indonesia cocok untuk pengoperasian KCR, terutama di wilayah barat karena cukup dangkal," jelasnya. Guna mendukung penambahan KCR, Kementerian Pertahanan telah bekerja sama dengan China untuk produksi peluru kendali (rudal) C-705.

Nantinya seluruh KRI akan dilengkapi dengan rudal berkemampuan jelajah hingga 140 kilometer itu. TNI AL sudah dua kali melakukan uji coba rudal ini. Hasilnya cukup memuaskan untuk dipilih sebagai senjata kapal KCR. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, dengan produksi sendiri rudal, kemampuan persenjataan akan meningkat cukup signifikan.

Rudal C-705
Rudal C-705

"Kalau bisa produksi dalam negeri. Kami akan memasang rudal-rudal itu di daerah perbatasan untuk pengamanan," ujarnya. KCR ini berbahan dasar komposit serat karbon yang tercatat lebih ringan, dan 20 kali lebih kuat dari baja ini memiliki panjang keseluruhan (length overall) 62,53 meter, length on waterline 60,7 meter, water draft 1,17 meter, beam overall 16 meter, bobot mati 53,1 ton.

Kapal ini digerakkan oleh 4 unit mesin penggerak pokok ini, didesain sebagai kapal siluman (stealth) canggih yang dapat melaju dengan kecepatan tinggi. Kehebatan kapal ini mampu menembus ombak setinggi 6 meter.

Pada acara peluncuran tersebut, Wakil Asisten Logistik Kasal, Laksma TNI Sayid Anwar menyatakan, bahwa momentum peluncuran kapal perang KCR pertama X3K Trimaran Class ini diharapkan akan menjadi titik awal pembangunan kapal sejenis yang akan mampu meningkatkan kemampuan TNI AL, sehingga menjadi salah satu kekuatan yang disegani. "Selain itu, juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan industri militer dalam negeri," tambahnya.

Rabu, 26 September 2012

Isi Kesepakatan Boeing dan PT Pindad Soal Pesawat

Menkeu optimis kerja sama ini akan membawa manfaat bagi Indonesia.


Suasana kerja di pabrik Boeing, Amerika Serikat.
Suasana kerja di pabrik Boeing, Amerika Serikat. (REUTERS)
Pabrikan pesawat asal Amerika Serikat, Boeing, sepakat bekerja sama soal alih teknologi kepada Indonesia melalui PT Dirgantara Indonesia (DI) dan PT Pindad.

PT Dirgantara Indonesia adalah perusahaan industri pesawat terbang di Indonesia, sedangkan PT Pindad adalah perusahaan industri manufaktur Indonesia yang bergerak dalam bidang produk produk militer dan produk komersial .

Kesepakatan kerja sama alih teknologi antara Boeing, PT DI, dan PT Pindad tertuang dalam Memorandum of Agreement (MoA) yang telah ditandatangani pada acara Investment Day di Amerika Serikat pekan lalu.

“Boeing berminat untuk memberikan alih teknologi, training, pendidikan, dan kerja sama pembangunan industri dirgantara,” ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu malam 26 September 2012.

Realisasi dari kerja sama itu akan dijalankan dalam waktu dekat. Pemerintah Indonesia optimis kerja sama ini akan berjalan lancar dan bermanfat bagi Indonesia. Apalagi Boeing memiliki citra baik dalam membangun kerja sama, baik dengan pemerintah maupun pihak swasta di Indonesia.

Menkeu menjelaskan, sebelumnya Boeing juga melakukan kerja sama dalam pembelian pesawat dengan Lion Air yang bernilai US$ 20 miliar.

Selasa, 11 September 2012

Tujuh Proyek Besar dengan Investasi Triliunan


Tujuh proyek besar di Indonesia itu senilai total Rp200 triliun.

BKPM Targetkan 7 Investasi Besar di 2013
BKPM Targetkan 7 Investasi Besar di 2013 
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) optimistis dapat mencapai target investasi 2013 sebesar Rp390 triliun. Untuk mencapai target itu, BKPM melirik tujuh investasi besar senilai Rp200 triliun.
Kepala BKPM, Chatib Basri, mengungkapkan, seiring dengan perbaikan mekanisme investasi, proyek-proyek potensial tersebut terus ditindaklanjuti dan masuk prioritas kerja ke depan.
"Itu prioritas yang sedang kami coba, dan saya sebut on the pipeline," ujar Chatib di Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis 30 Agustus 2012.
Sementara itu, mengenai pencapaian tahun ini, dirinya optimistis dapat melewati target yang ditetapkan sebesar Rp283 triliun. Sebab, pada semester pertama, investasi yang masuk mencapai Rp148 triliun atau lebih dari separuh target.
Perolehan tersebut, menurut Chatib, didukung dengan masih tingginya impor barang modal. Kondisi itu menandakan bahwa investasi masih akan masuk ke Indonesia hingga akhir tahun.
"Jadi, sudah secure (terjamin), kira-kira sampai akhir tahun ini bisa Rp296 triliun, atau mendekati Rp300 triliun," tambahnya.
Sementara itu, ketujuh proyek yang akan mendatangkan investasi besar tersebut adalah:
1. Pembangunan pabrik kosmetik terbesar, L'oreal, dari Prancis senilai US$1 miliar.
2. Lotte, industri kimia dari Korea senilai US$5 miliar.
3. MEC+Nalco, rel kereta api+smelter dari Uni Emirat Arab dan India senilai US$5 miliar.
4. SDIC, industri semen, investasi dari China sebesar US$3 miliar.
5. Kereta api borneo, rel kereta api, investasi dari Singapura senilai US$1,8 miliar.
6. Huadian Power, pembangkit listrik, investasi dari Hong Kong sebesar US$1,6 miliar.
7. Bhimasena Power, pembangkit listrik, investasi dari Jepang senilai US$3,7 miliar.

Selasa, 04 September 2012

Peneliti: Borobudur Adopsi Konsep Fraktal

Borobudur adalah bangun ruang yang memiliki keserupaan dengan elemen dirinya sendiri.


Nenek moyang kita membuat Candi Borobudur dengan konsep geometri fraktal
Nenek moyang kita membuat Candi Borobudur dengan konsep geometri fraktal 
Ternyata konsep fraktal tak cuma diterapkan nenek moyang bangsa Indonesia melalui batik dan budaya tekstil saja. 
Secara turun temurun tradisi fraktal ini telah mengejawantah dalam desain dan bentuk bangunan peninggalan sejarah seperti candi. Hal ini disimpulkan oleh kelompok riset Bandung Fe Institute, yang selama beberapa tahun terakhir meneliti fraktal dalam kebudayaan Indonesia. 
Fraktal adalah bentuk geometris yang memiliki elemen-elemen yang mirip dengan bentuknya secara keseluruhan. Seringkali suatu fraktal memiliki pola tertentu yang mengulang dengan bentuk rekursif dan iteratif. 
Salah satu bangunan monumental yang telah menerapkan konsep geometri fraktal, menurut mereka adalah Candi Borobudur, yang ditetapkan sebagai salah satu World Heritage Site (situs peninggalan sejarah dunia) oleh UNESCO.
"Pengukuran yang kami lakukan pada setiap bagian Candi Borobudur, mengkonfirmasi hal ini secara matematis," ujar Hokky Situngkir, peneliti dan President Bandung Fe Institute, dalam sebuah rekaman Videocast yang ia unggah di situs video YouTube.
Menurut Hokky, Borobudur adalah bangun ruang yang memiliki keserupaan dengan elemen-elemen dirinya sendiri. Di dalam Borobudur, misalnya, ada banyak bentuk geometri stupa. "Candi borobudur sendiri adalah stupa raksasa yang di dalamnya terdiri dari stupa-stupa lain yang lebih kecil. Terus hingga ketidakberhinggaan," ia menjelaskan. 
Selain itu, Hokky menjelaskan, hal ini juga diverifikasi oleh pengukuran Parmono Atmadi dari UGM, yang menemukan keteraturan bangunan Borobudur yang memenuhi unsur perbandingan 9:6:4.
Rasio itu, misalnya hadir pada perbandingan ukuran tinggi tiga bagian Candi, yakni bagian Arupadhatu (dunia tanpa bentuk) - bagian stupa utama dan stupa-stupa yang membentuk lingkaran, bagian Rupadhatu (dunia bentuk) - bagian yang mencakup stupa-stupa yang berada di landasan berbentuk persegi, serta bagian Kamadhatu (dunia nafsu) - bagian kaki.

File:Borobudur Half Cross Section.png
   Sumber: Wikipedia

Hokky juga mengatakan, bahwa sebenarnya stupa sendiri merupakan bentuk ellipsoid 3 dimensi yang memenuhi rasio 9:6:4. "Keteraturan ini kita jumpai di seluruh bagian Borobudur, baik secara horizontal maupun vertikal," katanya.
Tak hanya itu, kata Hokky , hasil observasinya terhadap Borobudur menyimpulkam bahwa dimensionalitas Borobudur memenuhi dimensi fraktal antara 2 dan 3. "Kalkulasi kita menemukan bahwa dimensionalitas bangunan candi Borobudur ada di antara 2 dan 3," kata Hokky melalui surat elektroniknya
Dengan pemodelan komputasional cellular automata, ditemukan bahwa candi ini memenuhi aturan 816 celullar automata 2 dimensi pada sistem ruang 3 dimensi. Ini digunakan pada saat mereka nenek moyang kita saat membuat Borobudur menumpuk blok batuan dengan pola penumpukan batuan 6,7, 9, 10. 
Secara konvensional kita mengenal konsep dimensi, yang merupakan 'bilangan bulat'. Dimensi 1 direpresentasikan dengan garis, dimensi 2 dengan bidang, dimensi 3 dengan ruang, dimensi 4 dengan ruang dan waktu, dan seterusnya. 
Nah, Fraktal adalah konsep geometri yang mengenal dimensi 'bilangan pecahan'. "Jadi Candi Borobudur bukanlah bangun ruang 3 dimensi biasa dan tak tepat pula dilihat sebagai bentuk-bentuk 2 dimensi. Candi Borobudur ada di antara dimensi 2 dan 3!," ujar Hokky yang juga peneliti pada Surya Research International.

<iframe width="640" height="360" src="http://www.youtube.com/embed/ckdlhPhf4xk?feature=player_embedded" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>
 Video lihat disini

Sebelumnya, hipotesis tentang adanya sifat fraktal pada beberapa bangunan candi sudah mengemuka sejak beberapa tahun lalu. Hal yang sedikit membingungkan adalah, nenek moyang kita tidak mengenal ukuran metrik standar, namun mereka mampu membuat bangunan-bangunan yang demikian kompleks seperti Borobudur.
"Bagaimana mungkin sebuah peradaban yang tak punya sistem metrik standar, pemahaman mekanika dan statika modern, mampu mendirikan bangunan yang sedemikian kompleks seperti Borobudur? Jawabannya adalah cara ber-geometri nenek moyang kita mungkin adalah fraktal geometri!" kata Hokky.
Borobudur sendiri adalah candi yang diperkirakan mulai dibangun sekitar 824 M oleh Raja Mataram bernama Samaratungga dari wangsa Syailendra, yang menganut agama Budha Mahayana. 
Candi yang memiliki 2.672 panel relief, serta 504 patung Buddha, itu sempat terkubur oleh lapisan vulkanik selama beberapa abad dan dikelilingi oleh rerimbunan hutan, sebelum akhirnya ditemukan kembali pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Sir Thomas Stamford Raffles.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...