Recent Posts

Minggu, 26 Februari 2012

Teknologi Rudal di Indonesia

Teknologi Rudal di Indonesia

Sebenarnya teknologi pembuatan Rudal atau roket di Indonesia sudah dirintis sejak awal tahun 1960 an. Indonesia termasuk negara kedua di Asia dan Afrika setelah Jepang yang berhasil meluncurkan roketnya sendiri, yaitu roket Kartika 1 pada tanggal 14 Agustus 1964. Namun tidak dapat dipungkiri, bahwa keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari bantuan teknis dari negara Uni Sovyet yang saat itu memang paling unggul di bidang teknologi Rudal atau roket. Sejak Indonesia membeli berbagai Rudal SAM (Surface to Air Missile) dari Uni Soviet sebenarnya pembangunan teknologi Rudal di dalam negeri sudah mulai dirintis. Namun sayangnya, Indonesia gagal melakukan alih-teknologi akibatnya, selama lebih da
ri seperempat abad sejak meluncurkan satelit pertamanya, Indonesia hanya bisa bertindak sebagai konsumen saja. Sementara itu, negara-negara lain justeru mulai membangun membuat serta mengembangkan teknologi Rudal dan satelit. Sebenarnya, kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke China tanggal 30 Mei 2005 lalu, yang di antaranya membicarakan kerjasama pembangunan roket atau Rudal kedua negara, merupakan peluang emas bagi Indonesia untuk membangun teknologi Rudal canggih. Di mana sebagai imbalannya Indonesia akan membeli beberapa Rudal China tersebut, dan diharapkan dalam jangka waktu 5 tahun ke depan Indonesia sudah dapat melakukan transfer of technology sistem Rudal China.

Roket Kartika 1 dan 2

Rudal SA 75 (Surface ti Air) buatan Uni Sovyet yang pernah dimiliki TNI AU
Pada tanggal 14 Agustus 1964, roket kebanggaan Indonesia Kartika 1 dengan berat 220 kg berhasil diluncurkan dengan sukses dari stasiun peluncuran roket Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat, berselang kemudian dilanjutkan dengan peluncuran Kartika 2. Tidak banyak diketahui publik, bahwa keberhasilan peluncuran roket tersebut merupakan hasil kolaborasi atau kerjasama Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) AURI, Instansi LAPAN dan Perguruan Tinggi ITB. Bahkan kalau kita datang ke Skuadron Udara 7 Kalijati (Lanud Surya Dharma) dapat ditemukan Rudal SAM milik Uni Sovyet yang sudah diurai sebagai bahan latihan praktek perwira Angkatan Udara kecabangan roket. Rudal yang berhasil diurai tersebutlah yang menjadi cikal bakal atau embrio pembuatan Roket Kartika 1 dan 2. Namun sangat disayangkan program perintisan Rudal di Indonesia tersebut berhenti dan tidak dapat dilanjutkan kembali

Roket RX 250 LPN
Baru kemudian pada tahun 1987 LAPAN kembali membuat roket baru diberi nama RX-250 LPN, berbahan bakar cair dan padat dengan berat 300 kg memiliki panjang 5,30 meter berdaya jangkau 70 km. LAPAN berhasil meluncurkan roket RX-250 LPN pertama kali secara mulus dari stasiun peluncuran roket Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat. Kemudian pada tahun 1995 roket kedua RX-250 LPN juga berhasil diluncurkan dengan sukses. Bisa dibilang roket RX-250 LPN merupakan roket tercanggih buatan putra-putri terbaik Indonesia saat ini. Yang mungkin perlu dikembangkan lagi adalah sistem kendali roketnya yang dilengkapi sistem radar yang modern, sehingga dapat dikembangkan menjadi salah satu Alutsista militer unggulan.
Penutup

Sebagai penutup dapat ditarik kesimpulan, bahwa kemajuan dan perkembangan teknologi persenjataan militer selalu memiliki nilai strategis dan memainkan peranan penting dalam suatu peperangan. Begitu pula dengan teknologi Rudal yang mempunyai kemampuan daya jangkau jauh serta daya hancur yang mematikan akan terus berkembang sesuai laju perkembangan teknologi militer. Sehingga penguasaan teknologi Alutsista militer menjadi mutlak sifatnya dan diperlukan oleh bangsa Indonesia dalam rangka mengurangi ketergantungan peralatan atau persenjataan militer buatan luar negeri. Indonesia yang memiliki sumber daya manusia yang handal didukung berbagai fasilitas industri strategis seperti Pindad, PT. PAL, PT.DI, LAPAN dan sebagainya, sebenarnya memiliki potensi sangat besar untuk membangun serta mengembangkan industri militer dan pertahanannya sendiri. Jangan dilupakan, bahwa Indonesia pernah mencatat sejarah emas sebagai negara ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Canada yang memiliki satelit komunikasinya sendiri yaitu satelit Palapa A1 (diluncurkan tanggal 9 Juli 1976). Indonesia juga tercatat sebagai negara kedua di Asia dan Afrika setelah Jepang yang berhasil meluncurkan roketnya sendiri, yaitu roket Kartika 1, pada tanggal 14 Agustus 1964. Catatan emas tersebut hendaknya dijadikan modal berharga bagi bangsa Indonesia untuk mengejar ketertinggalan di bidang teknologi persenjataan militer dari negara-negara lain. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri sudah mengajak segenap komponen bangsa agar mulai melakukan usaha strategis ke arah kemandirian produksi Alutsista militer dalam negeri. Karena dengan kemandirian tersebut dapat mengurangi ketergantungan Alut sista dari negara luar, serta untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya embargo militer. Nah, Pemerintah saja sudah memiliki kemauan politis (political will) untuk hal tersebut, maka tepat kiranya kita wajib mendukung agar ke depan negara Indonesia dapat sejajar dengan negara-negara maju lainnya.
*) Pasi Evalnet Disinfonet Puspen TNI (Alumni Dept. Computer Science, The University of Sheffield, U.K.)
Melangkah Menuju Peluncuran Satelit








Beragamnya aplikasi satelit dan meningkatnya kebutuhan wahana ini, ditambah berlakunya pelarangan pembelian komponen pembuat roket, mendorong Indonesia mengumpulkan daya agar mandiri dalam bidang peroketan yang dikembangkan sebagai wahana pengorbit satelit.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang mencapai usia 45 tahun pada 27 November lalu, sejak 2007 melakukan percepatan dalam pengembangan teknologi peroketan dan satelitnya. Percepatan itu terjadi setelah berhasil melepas ketergantungannya pada pembuatan bahan bakar propelan dari pihak asing, antara lain amonium perklorat.
Setelah sukses dengan peluncuran roket eksperimen Rx250 & Rx-320, Lapan berhasil melakukan uji statik Rx-420 di Pusat Teknologi Wahana Dirgantara Lapan Rumpin, Tarogong, Tangerang. Pelaksanaan uji statik ini menyusul uji peluncuran roket kendali berdiamater 100 mm dan 300 mm serta roket balistik 122 mm yang diluncurkan akhir pekan lalu di Pamengpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Seusai menyaksikan pelaksanaan uji statik Rx-420 itu, Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman mengatakan akan terus mendorong Lapan untuk konsisten mengembangkan roket sesuai dengan kompetensinya hingga mampu mengorbitkan satelit. ”Untuk program roket tahun 2009, saya telah mengusulkan kepada DPR dana sebesar Rp 25 miliar,” ujarnya.
slv 1-lapan
Pada 2009, jelas Kepala Lapan Adi Sadewo Salatun, setelah keberhasilan uji statik Rx-420, program peroketan akan dilanjutkan dengan uji peluncuran roket tersebut yang menurut rencana dilaksanakan Mei 2009.
Dijelaskan Edi Sofyan, Ketua Kelompok Penelitian Bidang Kendali Roket Lapan, roket kendali RK-100 sebanyak tiga unit diluncurkan Sabtu (20/12) di Pamengpeuk, Garut Selatan. Misi peluncuran ini adalah untuk menguji sistem kendali pada sirip belakang.
Peluncuran RK-100, yang mempunyai panjang 4 meter ini, merupakan fase ketiga eksperimen roket itu. Fase I yang dilakukan September 2007 masih ditemukan masalah pada bagian sayap. Setelah dilakukan perbaikan, dilakukan peluncuran RK-100 fase II pada Juni 2008.
Adapun uji peluncuran roket kendali 300 mm yang merupakan tahap pertama, jelas Edi, bertujuan untuk menguji sistem pendorong roket dan turbo jet.
Pada Minggu (21/12) di lokasi yang sama dilaksanakan peluncuran tahap pertama roket balistik RB-122 yang tidak dilengkapi dengan sistem kontrol. Pada uji peluncuran ini bertujuan untuk mengukur kinerja atau performansi motor roket.
Pengujian kinerja roket baik sistem kendali dan balistik merupakan satu rangkaian dalam pengembangan roket pengorbit satelit.
Konfigurasi Rx-420-320
Roket eksperimen berdiameter 420 mm (Rx-420), pelaksanaan uji statiknya tertunda seminggu, karena diperlukan penambahan sistem penahan pada bagian ekor propulsi, agar aman. ”Dengan memasang sistem penahan yang memadai pada roket, yang ditempatkan pada posisi horizontal di lorong itu, maka roket akan tetap stabil ketika dilakukan uji penyalaan,” urai Adi.
Dalam kondisi nyala, roket Rx-420 yang menggunakan bahan bakar amonium perklorat akan memiliki daya dorong hingga 10 ton dalam waktu 11 detik. ”Lepasnya penahan pernah terjadi pada tahun 1986 dalam uji statik sebuah roket. Akibatnya, roket keluar dari block house (rumah uji),” tambah Adi.
Pengukuran hasil uji statik Rx-420, jelas Lilis Mariani, periset di Tim Uji Statik Rx-420, performasi roket ini sedikit lebih baik dibandingkan desain rencana, terutama pada daya dorong roket yang lebih tinggi dari yang direncanakan.
Roket Rx-420 ini merupakan bagian penting dalam konfigurasi Roket Pengorbit Satelit (Satellite Launch Vehicle/SLV) Pertama Lapan yang direncanakan meluncur pada tahun 2014, jelas Yus Kadarusman Markis, Kepala Pusat Teknologi Wahana Dirgantara Lapan.
Pada SLV-I itu, terdiri dari roket tiga tingkat, yaitu pada tingkat pertama dipasang tiga roket Rx-420 sebagai pendorong atau booster, pada tingkat dua satu propulsi berdiameter 420 sebagai sustainer, dan di tingkat tiga propulsi 320.
Dengan komposisi roket tersebut dan menggunakan bahan bakar propelan padat, menurut Yus, telah memadai untuk membawa satelit ke orbit. ”Roket pengorbit ini memungkinkan membawa nano satelit yang persiapannya makan waktu dua tahun,” tambah Adi.
Satu roket Rx-420 yang berbobot sekitar 2 ton memiliki jangkauan 120 km. Dengan konfigurasi itu, SLV-I diharapkan dapat menjangkau ketinggian sekitar 400 km. Roket ini dapat membawa muatan 50 kg untuk sampai pada orbit yang dicapai minimal pada ketinggian 250 km. Kecepatan horizontal roket di orbit mencapai 8 km per detik.
Saat ini Lapan tengah mengembangkan sendiri material yang lebih ringan untuk roket, karena pengembangan teknologi pembuatan baik propelan maupun material roket bersifat tertutup.
”Pembelian material dari pihak asing tidak dimungkinkan karena semua negara, termasuk China, tidak lagi memenuhi pesanan material untuk pembuatan roket dari Indonesia, sebagai negara yang masuk kategori perlu diawasi seperti Iran,” urai Yus.
Pada tahapan selanjutnya, Lapan akan terus mengembangkan roket berdiameter lebih besar, yaitu Rx-540 dan Rx-750. Roket Rx-420 merupakan roket keenam yang dikembangkan Lapan selama ini. Roket generasi terdahulu berturut-turut memiliki diameter 70, 100, 150, 250, dan 320 mm.
Sejak beberapa tahun lalu, lanjut Yus, peneliti Lapan juga telah mengembangkan bahan bakar propelan cair yang baru mencapai bobot 10 kg. Masih diperlukan waktu lama untuk sampai pada kapasitasnya untuk mendukung roket pengorbit satelit.
Kendalanya karena kurangnya sumber daya manusia peneliti dan sulitnya memperoleh bahan baku, serta tingginya tingkat kesulitan dan bahaya ledakan dalam pembuatan propelan cair. Meski begitu, Lapan harus mengembangkan pembuatan propelan cair yang memiliki kelebihan daripada propelan padat, yaitu membuat roket mudah dikendalikan ketika mengorbit.

Kamis, 16 Februari 2012

Indonesia Akan Punya Satu Lagi Pabrik Pesawat


"Sebelumnya saya katakan, kenapa tidak dibangun di Bandung?" ujar Gubernur Jawa Timur.


Perakitan pesawat terbang di PTDI
Perakitan pesawat terbang di PTDI
Meski Indonesia sudah memiliki PT Dirgantara Indonesia yang merupakan perusahaan pembuat pesawat di tanah air, ternyata pemerintah masih berambisi membangun pabrik serupa di Jawa Timur. Hal itu diketahui dari permintaan Menteri Perhubungan Freddy Numberi kepada pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk segera menyiapkan lahan 1.000 hektar yang akan diperuntukan bagi pembangunan pabrik pesawat terbang.

"Sebelumnya saya katakan, kenapa tidak dibangun di Bandung?" ujar Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam diskusi Forum Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jatim di kampus ITS, Surabaya, Jawa Timur.

Soekarwo mengaku telah berbicara dengan sejumlah kepala daerah perihal rencana pembangunan pabrik pesawat tersebut. "Mereka umumnya siap merealisasikan rencana itu," katanya.

Pemilihan Jatim sebagai lokasi pembangunan pabrik pesawat, ujar Soekarwo, dikarenakan provinsi ini dianggap memiliki pertumbuhan ekonomi yang stabil. Bahkan tingkat pertumbuhan ekonomi Surabaya cenderung meningkat melebihi DKI Jakarta.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap jika proyek pembangunan pabrik pesawat tersebut itu terwujud, pelayanan transportasi udara di tanah air akan mengalami peningkatan.

Lebih jauh, Soekarwo berharap keberadaan pabrik pesawat itu akan membantu percepatan pertumbuhan perekonomian di Kawasan Timur Indonesia (KTI)

Rabu, 08 Februari 2012

PTDI Bakal Buat Pesawat Canggih dan Murah


"Mesin dan avianik masih impor. Mesin sepertinya kami akan impor dari Kanada."


Maket pesawat angkut N91 dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI)
Maket pesawat angkut N91 dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI) (Antara/ Prasetyo Utomo)
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bakal kembali meluncurkan satu jenis pesawat baru yang diklaim sebagai pesawat termurah dan tercanggih di kelasnya. Pesawat baru dengan nama N-219 ini sedang dalam tahap desain. Prototipenya akan dibuat dan mulai uji coba terbang pada 2014 mendatang.

Indonesia terakhir kali membuat pesawat N-250 pada era Menteri Riset dan Teknologi BJ Habibie. Namun, pesawat pertama yang diproduksi Indonesia adalah pesawat CN-235 yang kala itu diproduksi oleh IPTN.

"Gambarnya sudah ada dan masa pengembangannya dalam tiga tahun ke depan, saat ini kita sudah jalan pengembangan setengah tahun," kata Direktur Aerostructure PTDI, Andi Alisjahbana, di Bandung, Jawa Barat.

Andi menjelaskan, pesawat baru ini memiliki kapasitas 19 penumpang dengan menggunakan dua mesin berkapasitas 850 shaft horse power (HP). Secara keseluruhan, N-219 akan mengandung konten lokal sebesar 70 persen dan 30 persen sisanya masih harus menggunakan komponen impor, terutama di bagian mesin dan aviasi.

"Mesin dan avianik masih impor. Mesin sepertinya kami akan impor dari Kanada. Sedangkan avionik dari Amerika dan Eropa," jelasnya.

PTDI mengklaim N-219 akan menjadi pesawat termurah dikelasnya. Pesawat ini nantinya akan bersaing dengan Twin Otter (Viking Air) dan Harbin Y-12 buatan China. Namun, Andi belum bersedia membeberkan harga dari pesawat N-219 per unitnya.

"Sebagai perbandingan harga Y-12 sekitar US$4,5 juta sedangkan Twin Otter lebih mahal," katanya.

Selain termurah di kelasnya, N-219 juga diklaim akan menjadi pesawat tercanggih karena menggabungkan teknologi CN-235, N-250 dan N-212. Pesawat N-219 rencananya dikerjakan oleh sekitar 200 engineer yang dimiliki oleh perusahaan.

Sayangnya, untuk pengembangan N-219, lagi-lagi PTDI terbentur masalah klasik berupa pendanaan. Menurut Andi, PTDI tidak mungkin menggunakan dana sendiri untuk mengembangkan N-219, sehingga membutuhkan dukungan dari pemerintah dan swasta untuk mengembangkan N-219. "Dana hingga saat ini belum ada, kami sedang mendekati sumber pendanaan," ujar Andi.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI, Dita Ardonni Jafri, menambahkan, PTDI sanggup menyelesaikan dua buah prototype N-219 dalam waktu 2,5 tahun ke depan. Dengan syarat,  perusahaan memperoleh pendanaan yang dibutuhkan untuk membuat sebuah prototype N-219 senilai US$30 juta.

Habibie Bujuk Para Ilmuwan RI Pulang Kampung


Para ilmuwan diharapkan bisa ikut membangun industri startegis dirgantara Indonesia.


Mantan Presiden Habibie saat bertemu Presiden SBY
Mantan Presiden Habibie saat bertemu Presiden SBY (Antara/ Widodo S Jusuf)
Mantan Presiden BJ Habibie membujuk 48.000 ilmuwan Indonesia, yang saat ini tersebar di mancanegara, agar pulang kampung. Mereka adalah para ahli yang bekerja di industri dirgantara.

Para ilmuwan diharapkan bisa ikut membangun industri startegis dirgantara Indonesia dan mengembalikan kejayaan industri ini.
“Sekarang sudah ada komitmen baik dari pemerintah, kita harus dukung itu dan itu tugas saya sebagai 'eyang' (kakek),” kata Habibie saat berdialog dengan puluhan mahasiswa UGM di Yogyakarta.

Ia menjelaskan, pasca tragedi pesawat MA 60, masyarakat dan pemerintah Indonesia rindu akan kejayaan industri dirgantara pada tahun 1990-an. Namun keinginan tersebut diharapkan jangan sampai masuk ke perangkap untuk berpolemik seperti masa Orde Baru lalu, sehingga industri dirgantara melemah.

Dia menyatakan, industri pesawat terbang dan kapal Indonesia sempat berjaya di masa lalu. Namun tahun 1995 atas keinginan IMF industri yang berhasil memperkerjakan 48 ribu ilmuwan tersebut harus ditutup dengan berbagai alasan.
“Kita dibangkrutkan secara sistematis. Padahal kita sehat, yang memiliki utang itu pihak swasta. Itu siapa? Mereka sendiri yang menanam investasi di sini,” kata Habibie.

PT DI Jalin Kerjasama dengan Airbus


"Ini awal kebangkitan PT DI dan revitalisasi industri pertahanan nasional," kata Yudhoyono


Proses perakitan pesawat di PT Dirgantara Indonesia
Proses perakitan pesawat di PT Dirgantara Indonesia (Antara/ Rezza Estily)
PT Dirgantara Indonesia bekerja sama dengan Airbus Military yang bermarkas di Spanyol, akan memproduksi pesawat CN-295. Penandatanganan kerjasama itu disaksikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor PT DI.

“Hari ini adalah tonggak baru, menandai awal kebangkitan PT DI, sekaligus menandai revitalisasi industri pertahanan nasional kita,” kata Presiden Yudhoyono di Hanggar CN235, Kantor PT DI, Bandung.

Yudhoyono menuturkan, jajaran industri pertahanan memang sempat terkena imbas krisis ekonomi di Indonesia beberapa tahun silam. “Jajaran industri pertahanan mengalami permasalahan dan tantangan berat. Alhamdulillah, jajaran industri strategis tidak kolaps,” ujarnya.

Yudhoyono yakin, dengan kerja keras, industri pertahanan Indonesia bisa bangkit kembali. “Bukan sekedar yakin, tapi melalui kebijakan kita, lewat solusi penganggaran dan pemesanan alutsista dari PT DI, adalah jalan untuk melakukan revitalisasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Yudhoyono mengungkapkan, dalam tiga tahun mendatang, alat utama sistem senjata (alutsista) akan ditambahkan secara signifikan pada jajaran pertahanan angkatan udara, angkatan darat, dan angkatan laut. “Baik alutsista modern atau alat pendukungnya,” kata dia.

Yudhoyono lantas memaparkan tiga alasan pemerintah selama ini tidak cukup membangun alutsista. “Pertama, karena krisis. Kedua, karena keuangan terbatas, dan karena ada keperluan lain untuk masyarakat,” jelasnya.

Akibat berbagai hambatan itu, kata Yudhoyono, maka sebagian alutsista Indonesia tertinggal dengan negara lain. Dia lalu mencontohkan negara tetangga yang teritorinya lebih kecil, namun memiliki persenjataan yang lebih mutakhir.

“Jadi kita benar-benar perlu melakukan modernisasi, bukan berarti mengadakan perlombaan alutsista,” kata dia.

Rabu, 01 Februari 2012

Artikel Hukum Pidana


# Judul Artikel Penulis
1 Penegakan Hukum Kejahatan Kekerasan dalam Rumah Tangga Rita Serena Kolibonso, S.H., LL.M.
2 Undang-undang No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU-PKDRT) Ninik Rahayu
3 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Suatu Tantangan Menuju Sistem Hukum yang Responsif Gender Mudjiati, S.H.
4 UU PKDRT, Antara Terobosan Hukum dan Fakta Pelaksanaannya Estu Rakhmi Fanani
5 Korban Akibat Tindak Kekerasan Fisik dalam Rumah Tangga Drs. Abu Tamrin, SH, M.Hum
6 Kekerasan dalam Rumah Tangga dalam Perspektif Sosiologi Drs. Mohammad ‘Azzam Manan, MA
7 Eksploitasi Seksual Komersial Mengintai Anak Kita Arist Merdeka Sirait
8 Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT): Persoalan Privat yang Jadi Persoalan Publik Dra. Yeni Huriyani, M.Hum
9 Putusan Badan Peradilan tentang Tindak Pidana KDRT Drs. Zafrullah Salim, MH.
10 An Overview: Transnational Crime Issues In International Criminal Law Associated With MLA Regim Harniati, S.H, L.L.M [1]

Biro Hukum Lampung, Produk Perundang Undangan

Kumpulan Perda Seluruh Indonesia


Berikut ini kumpulan perda-perda dari seluruh Indonesia yang terdaftar pada Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Kumpulan Perda Seluruh Indonesia


Daftar Perda masih akan terus kami tambahkan dan perbaharui
NANGGROE ACEH DARUSSALAM

Ibukota: Banda Aceh
Luas Wilayah: 56.500.51 km2
Wilayah Administrasi:
-
Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa: 5.853
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009
Kota Banda Aceh 2005 2006 2007 2008 2009
Kota Langsa 2008
Kota Lhokseumawe 2006 2007
Kota Subulussalam 2008 2009 2010
Kota Sabang 2010
Kabupaten Aceh Barat 2006 2007 2008
Kabupaten Aceh Barat daya 2008 2009
Kabupaten Aceh Besar 2008
Kabupaten Gayo Lues
Kabupaten Aceh Jaya 2010
Kabupaten Aceh Selatan 2007
Kabupaten Aceh Singkil 2008
Kabupaten Aceh Tamiang 2006 2007 2008 2009
Kabupaten Aceh Tengah 2010
Kabupaten Aceh Tenggara 2006 2008
Kabupaten Aceh Timur 2010
Kabupaten Aceh Utara 2005 2006 2007 2008 2009 2010
Kabupaten Bener Meriah 2005 2006 2008 2009
Kabupaten Pidie 2007
Kabupaten Bireuen 2008
Kabupaten Nagan Raya 2005 2007 2008 2009
Kabupaten Pidie Jaya 2005 2007 2008
Kabupaten Simeuleu 2005 2006 2007 2008 2009
SUMATERA UTARA

Ibukota: Medan
Luas Wilayah: 72.066.81 km2
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten: 18
- K
ota: 7- Kecamatan:
-
Desa: 5.456
Provinsi Sumatera Utara 2007
Kota Binjai 2000 2002 2003 2005 2006 2007 2008
Kota Medan 2002 2003 2004
Kota Padang Sidimpuan 2005
Kota Pematang Siantar 2005 2007
Kota Sibolga 2006 2008
Kota Tanjung Balai 2006 2007 2008
Kota Gunung Sitoli
Kota Tebing Tinggi 2007 2008
Kabupaten Asahan 2008
Kabupaten Dairi 2008
Kabupaten Deli Serdang
Kabupaten Serdang Bedagai 2008
Kabupaten Humbang Hasundutan 2005 2006
Kabupaten Karo 2006 2008
Kabupaten Labuhan Batu 2007 2008
Kabupaten Langkat 2005 2007
Kabupaten Mandailing Natal 2007
Kabupaten Nias
Kabupaten Nias Selatan
Kabupaten Labuhan Batu Utara
Kabupaten Labuhan Batu Selatan
Kabupaten Nias Barat
Kabupaten Nias Utara
Kabupaten Padang Lawas Utara
Kabupaten Padang Lawas
Kabupaten Batubara
Kabupaten Samosir 2005
Kabupaten Pakpak Bharat 2005 2006 2007 2008 2009 2010
Kabupaten Simalungun 2008
Kabupaten Tapanuli Selatan 2006 2007
Kabupaten Tapanuli Tengah
Kabupaten Tapanuli Utara
Kabupaten Toba Samosir 2005 2006
SUMATERA BARAT

Ibukota: Padang
Luas Wilayah: 42.297.30 km2
Wilayah Administrasi:
-
Kabupaten: 12
-
Kota: 7
-
Kecamatan:147
-
Desa: 877
Provinsi Sumatera Barat 2007 2009
Kota Bukit Tinggi 2003 2004
Kota Padang 2005
Kota Padang Panjang
Kota Pariaman
Kota Payakumbuh 2008
Kota Sawahlunto 2003 2008 2009
Kota Solok 2009
Kabupaten Agam 2001
Kabupaten Dharmasraya
Kabupaten Pasaman
Kabupaten Pasaman Barat
Kabupaten Solok Selatan
Kabupaten Kepulauan Mentawai
Kabupaten Lima Puluh Kota 2003
Kabupaten Padang Pariaman 2004 2007
Kabupaten Pesisir Selatan 2003 2004
Kabupaten Sijunjung
Kabupaten Solok 2001 2002
Kabupaten Tanah Datar
RIAU

Ibukota: Pekanbaru
Luas Wilayah: 329.867,16 Km2
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa : 1.398
Provinsi Riau 2005
Kota Dumai 2005 2006 2007
Kota Pekanbaru 2009 2010 2011
Kabupaten Bengkalis 2006 2007
Kabupaten Meranti
Kabupaten Indragiri Hilir 2005 2006 2007 2008 2009
Kabupaten Indragiri Hulu
Kabupaten Kampar 2005 2006 2007 2009
Kabupaten Kuantan Singingi 2001 2008 2009
Kabupaten Pelalawan 2006
Kabupaten Rokan Hilir 2005 2007 2008 2009 2010 2011
Kabupaten Rokan Hulu 2006
Kabupaten Siak 2007
KEPULAUAN RIAU

Ibukota: Kepulauan Riau
Luas Wilayah: km2
Wilayah Administrasi:

- Kabupaten : 4
-
Kota: 2
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Kepulauan Riau 2005 2006 2007 2008 2009
Kota Batam 2007
Kota Tanjung Pinang 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011
Kabupaten Kepulauan Anambas
Kabupaten Bintan 2007 2011
Kabupaten Karimun
Kabupaten Lingga 2010
Kabupaten Natuna 2008
SUMATERA SELATAN

Ibukota: Palembang
Luas Wilayah: 53.435.72 km2
Wilayah Administrasi:
-
Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Sumatera Selatan 2008 2009
Kota Lubuk Linggau
Kota Pagar Alam
Kota Palembang 2005 2006 2007 2008 2009
Kota Prabumulih
Kabupaten Banyuasin
Kabupaten Lahat
Kabupaten Muara Enim 2005 2006 2007 2008 2009
Kabupaten Musi Banyuasin 2005 2006 2008
Kabupaten Musi Rawas 2005 2006 2007 2008 2009
Kabupaten Empat Lawang
Kabupaten Ogan Ilir
Kabupaten Ogan Komering Ilir
Kabupaten Ogan Komering Ulu 2008 2010
Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan
Kabupaten Ogan Komering ulu Timur 2005 2007 2008
JAMBI

Ibukota: Jambi
Luas Wilayah: 53.435.72 km2
Wilayah Administrasi:
-
Kabupaten: 9
-
Kota: 1
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Jambi 2007 2008 2011
Kota Jambi 2005 2009 2010 2011
Kota Sungai Penuh 2010
Kabupaten Tebo
Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Kabupaten Batang Hari
Kabupaten Bungo
Kabupaten Kerinci 2011
Kabupaten Merangin
Kabupaten Muaro Jambi 2006
Kabupaten Sarolangun 2007
Kabupaten Tanjung Jabung Barat 2008
LAMPUNG

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Lampung 2002 2006 2007 2008 2009
Kota Bandar Lampung
Kota Metro
Kabupaten Lampung Barat 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005
Kabupaten Lampung Selatan 2001 2002 2003 2004 2005
Kabupaten Lampung Tengah 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005
Kabupaten Lampung Timur 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008
Kabupaten Lampung Utara 1999 2000 2001 2002 2003 2004
Kabupaten Tenggamus 1999 2000 2001 2003 2004 2005
Kabupaten Pesawaran
Kabupaten Pringsewu
Kabupaten Tulang Bawang Barat
Kabupaten Mesuji
Kabupaten Tulang Bawang 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005
Kabupaten Way Kanan 2000 2001 2002 2003 2004 2005
BENGKULU

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Bengkulu 2005  2006  2007  2008 2009
Kota Bengkulu
Kabupaten Rejang Lebong 2007 2008
Kabupaten Bengkulu Selatan 2010 2011
Kabupaten Bengkulu Utara 2006
Kabupaten Kaur
Kabupaten Mukomuko
Kabupaten Kepahiang
Kabupaten Lebong 2007
Kabupaten Bengkulu Tengah
Kabupaten Seluma
DKI JAKARTA

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi DKI Jakarta 2005 2006 2007 2008 2009
Kota Jakarta Barat
Kota Jakarta Pusat
Kota Jakarta Selatan
Kota Jakarta Timur
Kabupaten Kepulauan Seribu
JAWA BARAT

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Jawa Barat 200 2007 2008 2009 2010
Kota Bandung 2005 2006 2007 2008
Kota Banjar
Kota Bekasi 2008 2011
Kota Bogor
Kota Cimahi 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011
Kota Cirebon
Kota Depok 2006 2007 2008 2009 2010
Kota Sukabumi
Kota Tasikmalaya
Kabupaten Bandung
Kabupaten Bekasi
Kabupaten Bogor
Kabupaten Ciamis
Kabupaten Cianjur
Kabupaten Cirebon
Kabupaten Garut
Kabupaten Indramayu 2001
Kabupaten Karawang 2008 2009
Kabupaten Kuningan
Kabupaten Majalengka
Kabupaten Purwakarta 2007
Kabupaten Subang
Kabupaten Sukabumi
Kabupaten Bandung Barat
Kabupaten Sumedang 2007 2008
Kabupaten Tasikmalaya
JAWA TENGAH

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Jawa Tengah 2010 2011
Kota Magelang
Kota Pekalongan
Kota Salatiga 2010
Kota Semarang 2010
Kota Surakarta
Kota Purwokerto
Kabupaten Tegal 2005 2006 2007 2011
Kabupaten Banjarnegara 2005 2006 2008 2009 2010 2011
Kabupaten Banyumas 2008
Kabupaten Batang
Kabupaten Blora 2001
Kabupaten Boyolali
Kabupaten Brebes
Kabupaten Cilacap 2000 2004 2005 2006
Kabupaten Demak 2006 2009
Kabupaten Grobogan
Kabupaten Jepara 2006 2007 2008 2009
Kabupaten Karanganyar
Kabupaten Kebumen 2004 2006 2008
Kabupaten Kendal 2011
Kabupaten Klaten
Kabupaten Kudus 2005
Kabupaten Magelang 2004 2005 2006 2007 2008 2009
Kabupaten Pati
Kabupaten Pekalongan 2008
Kabupaten Pemalang 2007 2008 2009
Kabupaten Purbalingga 2005 2006 2007 2008
Kabupaten Purworejo 2006
Kabupaten Rembang 2005 2006 2007
Kabupaten Semarang 2009 2010
Kabupaten Sragen
Kabupaten Sukoharjo 2007 2008
Kota Tegal
Kabupaten Temanggung
Kabupaten Wonogiri 2006 2007 2008
Kabupaten Wonosobo
DI JOGYAKARTA

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi DI Yogyakarta 2006 2007 2008 2010 2011
Kota Yogyakarta
Kabupaten Bantul 1988 1992 1994 1995 2000 2001 2002 2003 2004
2005 2006 2007 2008 2009 2010
Kabupaten Gunung Kidul 2002 2003 2004 2006 2008 2009
Kabupaten Kulon Progo 2010 2009 2008 2007 2006 2000 1983
Kabupaten Sleman 2001 2002 2005 2006 2007 2008 2009 2010
JAWA TIMUR

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Jawa Timur 2005 2006 2007 2008 2009 2011
Kota Batu 2009 2010
Kota Blitar 2009
Kota Kediri 2009
Kota Madiun 2008
Kota Malang 2007 2008 2009 2010 2011
Kota Mojokerto
Kota Pasuruan
Kota Probolinggo 2011
Kota Surabaya 2007
Kabupaten Bangkalan 2010 2011
Kabupaten Banyuwangi
Kabupaten Blitar
Kabupaten Bojonegoro 2008
Kabupaten Bondowoso 2010
Kabupaten Gresik 2005 2006 2009 2010 2011
Kabupaten Jember 2008 2009
Kabupaten Jombang
Kabupaten Kediri
Kabupaten Lamongan 2008 2009
Kabupaten Lumajang
Kabupaten Madiun 2008 2009 2010 2011
Kabupaten Magetan 2010 2011
Kabupaten Malang 2007 2009 2010
Kabupaten Mojokerto
Kabupaten Nganjuk
Kabupaten Ngawi
Kabupaten Pacitan
Kabupaten Pamengkasan
Kabupaten Pasuruan 2009 2010
Kabupaten Ponorogo
Kabupaten Probolinggo
Kabupaten Sampang
Kabupaten Sidoarjo
Kabupaten Situbondo
Kabupaten Sumenep
Kabupaten Trenggalek
Kabupaten Tuban
Kabupaten Tulung Agung
KALIMANTAN BARAT

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Kalimantan Barat 2003 2005 2006 2008
Kota Pontianak 2005 2006 2008 2010
Kota Singkawang 2006
Kabupaten Bengkayang 2005 2006 2010
Kabupaten Kapuas Hulu 2006 2007 2008 2009 2010
Kabupaten Ketapang 2007 2008 2009 2010
Kabupaten Landak 2008
Kabupaten Melawi 2008 2009
Kabupaten Sekadau 2007 2008 2009 2010 2011
Kabupaten Kayong Utara 2008 2009 2010 2011
Kabupaten Kubu Raya 2008
Kabupaten Pontianak 2010
Kabupaten Sambas
Kabupaten Sanggau 2010
Kabupaten Sintang 2007 2008 2009
KALIMANTAN TENGAH

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Kalimantan Tengah 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011
Kota Palangkaraya
Kabupaten Barito Selatan
Kabupaten Barito Timur
Kabupaten Barito Utara
Kabupaten Gunung Mas
Kabupaten Kapuas
Kabupaten Kota Waringin Barat
Kabupaten Kota Waringin Timur
Kabupaten Katingan 2008
Kabupaten Lamandau
Kabupaten Murung Jaya
Kabupaten Pulang Pisau
Kabupaten Seruyan
Kabupaten Sukamara 2005 2006 2007 2008 2009 2010
KALIMANTAN SELATAN

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Kalimantan Selatan 2001 2003 2005 2006 2007 2008
Kota Banjarbaru 2006 2008
Kota Banjarmasin 2007
Kabupaten Balangan
Kabupaten Banjar
Kabupaten Barito Kuala 2007
Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Kabupaten Hulu Sungai Utara 2010
Kabupaten Kota Baru
Kabupaten Tanah Bumbu 2009 2004 2005 2006 2007 2008
Kabupaten Tanah Laut 2008
Kabupaten Tabalong
Kabupaten Tapin 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011
KALIMANTAN TIMUR

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Kalimantan Timur 2000 2006 2007 2008
Kota Balikpapan
Kota Bontang
Kota Samarinda 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011
Kota Tarakan 2007 2009
Kabupaten Berau 2007
Kabupaten Bulongan
Kabupaten Kutai Kartanegara 2007
Kabupaten Kutai Barat
Kabupaten Kutai Timur 2010 2011
Kabupaten Malinau
Kabupaten Nunukan 2005 2006 2007 2008 2010
Kabupaten Tana Tidung
Kabupaten Paser
Kabupaten Penajam Paser Utara
SULAWESI UTARA

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Sulawesi Utara 2004  2005  2006  2007  2008  2009
Kota Bitung 2005
Kota Manado 2006
Kota Tomohon 2005
Kota Kotamobagu 2008
Kabupaten Bolaang Mongondow 2005
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
Kabupaten Minahasa Utara
Kabupaten Minahasa Tenggara
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
Kabupaten Kepulauan Talaud
Kabupaten Minahasa 2008
Kabupaten Minahasa Selatan 2005 2008
Kabupaten Kepulauan Sangihe 2008
SULAWESI TENGAH

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Sulawesi Tengah 2009
Kota Palu
Kabupaten Buol 2006 2007 2008 2009
Kabupaten Banggai 2008 2009 2010 2011
Kabupaten Donggala 2010
Kabupaten Sigi 2010
Kabupaten Parigi Moutong 2005 2006 2007 2008
Kabupaten Poso 2010 2011
Kabupaten Morowali
Kabupaten Tojo Una-Una 2005 2006 2008
Kabupaten Toli-Toli
SULAWESI SELATAN

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Sulawesi Selatan
Kota Makassar
Kota Parepare 2007 2008
Kota Palopo
Kabupaten Bantaeng
Kabupaten Barru 2008
Kabupaten Bone 2009
Kabupaten Bulukumba
Kabupaten Enrekang
Kabupaten Gowa 2006
Kabupaten Jeneponto 2006 2008 2010
Kabupaten Kepulauan Selayar 2008 2009
Kabupaten Luwu
Kabupaten Luwu Timur 2011
Kabupaten Luwu Utara
Kabupaten Maros
Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan 2006
Kabupaten Pinrang 2010
Kabupaten Sidenreng Rappang
Kabupaten Sinjai 2005 2006 2007 2009 2010
Kabupaten Soppeng
Kabupaten Takalar
Kabupaten Tana Toraja
Kabupaten Toraja Utara
Kabupaten Wajo 2011
SULAWESI TENGGARA

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Sulawesi Tenggara
Kota Bau-bau
Kota Kendari
Kabupaten Buton 2005 2006 2007 2008 2010 2011
Kabupaten Kolaka
Kabupaten Kolaka Utara
Kabupaten Wakatobi
Kabupaten Buton Utara
Kabupaten Konawe Utara
Kabupaten Konawe Selatan
Kabupaten Muna
Kabupaten Bombana 2009
SULAWESI BARAT

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Sulawesi Barat 2007 2008 2009 2010
Kabupaten Majene 2006
Kabupaten Mamuju 2006 2007 2008 2009 2010
Kabupaten Mamuju Utara 2004 2005 2006 2007 2008 2010
Kabupaten Mamasa 2008
Kabupaten Polewalimandar 2006
BALI

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Bali 2005 2006 2007 2008 2009
Kota Denpasar 2005 2006
Kabupaten Badung
Kabupaten Bangli 2008
Kabupaten Buleleng 2006 2009
Kabupaten Gianyar
Kabupaten Jembrana 2006 2007 2008
Kabupaten Karang Asem 2009
Kabupaten Klungkung 2008
Kabupaten Tabanan
NUSA TENGGARA BARAT

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Nusa tenggara Barat 2005 2006 2008 2009 2010
Kota Bima
Kota Mataram 2009 2010
Kabupaten Bima 2005 2006 2007 2009 2010 2011
Kabupaten Dompu 2004
Kabupaten Lombok Barat 2009 2010 2011
Kabupaten Lombok Tengah
Kabupaten Lombok Timur 2005 2006 2007 2009 2010 2011
Kabupaten Lombok Utara
Kabupaten Sumbawa 2007
Kabupaten Sumbawa Barat
NUSA TENGGARA TIMUR

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Nusa Tenggara Timur 2009 2010
Kota Kupang 1999 2000 2001 2002 2003
Kabupaten Kupang
Kabupaten Alor
Kabupaten Belu
Kabupaten Ende
Kabupaten Flores Timur 2005 2008
Kabupaten Lembata
Kabupaten Manggarai
Kabupaten Manggarai Barat
Kabupaten Manggarai Timur
Kabupaten Sabu Raijua
Kabupaten Sumba Barat Daya
Kabupaten Sumba Tengah
Kabupaten Nagekeo
Kabupaten Ngada
Kabupaten Rote Ndao
Kabupaten Sikka
Kabupaten Sumba Barat
Kabupaten Sumba Timur
Kabupaten Timor Tengah Selatan
Kabupaten Timor Tengah Utara 2010
MALUKU

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Maluku
Kota Ambon 2001 | 2003 | 2008 |20011
Kota Tual
Kabupaten Kepulauan Aru
Kabupaten Seram Bagian Barat
Kabupaten Seram Bagian Timur
Kabupaten Maluku Barat Daya
Kabupaten Buru Selatan
Kabupaten Buru
Kabupaten Maluku Tengah 2006
Kabupaten Maluku Tenggara 2002 2010
Kabupaten Maluku Tenggara Barat
MALUKU UTARA

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Maluku Utara
Kota Ternate 2009
Kota Tidore Kepulauan
Kabupaten Halmahera Selatan
Kabupaten Halmahera Barat
Kabupaten Halmahera Tengah
Kabupaten Halmahera Timur
Kabupaten Halmahera Utara
Kabupaten Pulau Morotai
Kabupaten Kepulauan Sula
PAPUA BARAT
Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Papua Barat
Kabupaten Manokwari 2006
Kabupaten fak-fak 2009
Kabupaten Kaimana
Kabupaten Kepulauan Raja Ampat
Kabupaten Maybrat
Kabupaten Sorong
Kabupaten Sorong Selatan 2008
Kabupaten Teluk Bintuni 2006
Kabupaten Tambrauw
Kabupaten Teluk Wondama
Kota Sorong 2006 2008 2009 2011
PAPUA

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Papua 2008 2010
Kota Jayapura
Kabupaten Asmat
Kabupaten Biak Numfor 2009
Kabupaten Boven Digoel
Kabupaten Jayapura 2000 1995 1996 1998 1999 2001 2002 2003 2005 2006
Kabupaten JayaWijaya
Kabupaten Keerom
Kabupaten Mappi
Kabupaten Merauke
Kabupaten Mimika
Kabupaten Nabire
Kabupaten Deiyai
Kabupaten Dogiyai
Kabupaten Intan Jaya
Kabupaten Lanny Jaya
Kabupaten Mamberamo Raya
Kabupaten Mamberamo Tengah
Kabupaten Nduga
Kabupaten Puncak
Kabupaten Yalimo
Kabupaten Supiori
Kabupaten Paniai
Kabupaten Pegunungan Bintang
Kabupaten Puncak Jaya
Kabupaten Sarmi
Kabupaten Tolikara
Kabupaten Waropen
Kabupaten Yahukimo
Kabupaten Kepulauan Yapen
BANTEN

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Banten 2006 2007 2008 2009 2010
Kota Cilegon 2005
Kota Tangerang 2005 2007 2008 2009
Kota Serang
Kota Tangerang Selatan
Kabupaten Lebak
Kabupaten Pandegelang
Kabupaten Serang 2006
Kabupaten Tangerang 2009
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:


Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2009 2010
Kota Pangkal Pinang 2005 2006 2007
Kabupaten Bangka
Kabupaten Bangka Barat 2011
Kabupaten Bangka Selatan
Kabupaten Bangka Tengah 2005 2006 2007 2008
Kabupaten Belitung
Kabupaten Belitung Timur
GORONTALO

Ibukota:
Luas Wilayah:
Wilayah Administrasi:
- Kabupaten:
-
Kota:
-
Kecamatan:
-
Desa:
Provinsi Gorontalo 2003 2004
Kota Gorontalo 2002
Kabupaten Boalemo 2008
Kabupaten Bonebolango
Kabupaten Gorontalo
Kabupaten Gorontalo Utara
Kabupaten Pohuwato 2008
  Sumber
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...