Recent Posts

Rabu, 18 Desember 2013

Sepak terjang operasi Kepolisian ala Jenderal Widodo Budidarmo


Sepak terjang operasi Kepolisian ala Jenderal Widodo Budidarmo
widodo budidarmo. ©museum.polri.go.id


Mantan Kapolri Jenderal Pol Widodo Budidarmo tak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarah korps Bhayangkara. Pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 1 September 1927 itu memiliki jasa besar untuk Polri.

Widodo dilantik sebagai Kapolri pada 26 Juni 1974 di Istana Negara oleh Presiden Soeharto. Dia memegang pucuk pimpinan di Polri hingga 1978.

Selama menjabat sebagai Kapolri, Widodo memiliki sejumlah sepak terjang di bidang operasi. Saat itu, Widodo melihat banyak persoalan penting yang dihadapinya dalam kaitan tugasnya sebagai Kapolri.

Widodo melihat masalah penyelundupan, manipulasi dalam perdagangan, korupsi, dan perdagangan obat-obat bius yang sangat menonjol dan mendapat prioritas untuk diberantas.

Awal Februari 1976, Presiden Soeharto membentuk Tim Penyelesaian dan Penanggulangan Perkara Penyelundupan (TP4). Nama operasi ini adalah 'Operasi 902'.

Situasi pada saat itu memang mengenaskan. Aparat Bea Cukai sering kebobolan oleh aksi para penyelundup, dan tiap tahun negara dirugikan puluhan miliar rupiah. Operasi 902 ini tergolong sukses dengan meringkus sejumlah penyelundup kakap yang kerap melakukan penyelundupan barang-barang elektronik, bahan makanan dan minuman dari Singapura.

Berkaitan dengan penyelundupan tersebut, Widodo juga pernah menggelar 'Operasi Guruh'. Sasaran utamanya adalah penangkapan terhadap mobil atau motor yang diduga hasil selundupan.

Operasi juga terbilang sukses. Sejumlah pelaku ditangkap lalu diproses di pengadilan. Selain Operasi Guruh, Widodo juga banyak menggelar operasi lainnya seperti 'Operasi Halilintar' (kejahatan senjata api), 'Operasi Guntur' (penertiban orang asing), 'Operasi Badai' (narkotika), 'Operasi Petir' (pencurian dengan kekerasan), dan 'Operasi Melati' (pencurian kawat telepon).

Sebagai Kapolri, Widodo juga pernah memimpin langsung Operasi Pengamanan Pemilu 1977 dan Sidang Umum MPR 1978. Selain operasi dalam negeri, Widodo juga pernah menggagas operasi yang bekerja sama dengan luar negeri, terutama dengan Malaysia dan Singapura.

Operasi yang cukup sukses antara lain 'Operasi Tutuka' dan 'Operasi Pecah Rumah' yang berhasil menangkap sejumlah pelaku perompakan besar di perairan Malaysia dan sekitarnya.

Kamis, 05 September 2013

2 BUMN Ini Bakal Bikin Jet Tempur Sekelas F22 dan Kapal Selam Canggih


Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, PTDI saat ini sedang dalam proses mengembangkan desain pesawat tempur canggih sekelas F22 bersama Korea Selatan.

"Pilihannya mau tetap seperti sama dengan F22 atau naik ke F35," ucap Purnomo.

Ditegaskan Purnomo, program pengembangan yang bernama Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) ini tetap berjalan, meskipun pemerintah Korsel sempat terjadi penghentian sementara. Untuk pengembangan jet tempur ini, Indonesia mengambil porsi pembiayaan hingga 20% dari total anggaran proyek.

"Dulu kita sudah siapkan skema pembiayaan dan DPR sudah setuju. DPR kan sudah lihat desain kita yang di Bandung. Hanya kita nunggu dari Korea. Ini kan pemerintahan baru, nanti akan ada hubungan 60 tahun Indonesia Korea. Kita akan menandatangani pengukuhan kerjasama pertahanan," tambahnya.

Selain mengembangkan jet tempur, BUMN lainnya yakni PT PAL siap menerima penugasan untuk mengembangkan kapal selam canggih bersama Korsel. Untuk kapal selam, tahap awal akan diproduksi sebanyak 2 unit di Korsel.

Kemudian PAL akan memproduksi sendiri kapal selam canggih di galangan kapalnya di Surabaya Jawa Timur pada tahun 2015 atau paling lambat tahun 2016.

"Itu sekarang pertama kedua sedang dibuat di Korea. setelah itu dibuat di PT PAL. Di PT PAL kita renovasi dulu kita buat dulu hanggar menjadi tempat pembuatan kapal selam," jelasnya.

Senin, 02 September 2013

Ini Dia Penampakan Calon Jet Tempur Made in Bandung


http://images.detik.com/content/2013/06/14/1036/ifxkfxtwinsyster_130416_bs.jpg
Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kembali melanjutkan pengembangan jet tempur hasil kerjasama antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan Korea Selatan. Pada pengembangan tahap I telah dihasilkan 2 konsep jet tempur yang siap dikembangkan untuk tahap selanjutnya.

Berikut ini adalah 2 gambar konsep jet tempur karya putra-putri Indonesia yang diberi nama Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX). Tampak ada sedikit perbedaan di ekor pesawat di antara dua konsep tersebut.

Manager Komunikasi Dirgantara Indonesia Sonny S Ibrahim menjelaskan, technology development atau pengembangan teknologi yang berada di tahap I telah tuntas dilakukan. Pada tahap ini dihasilkan dua model.

Pada tahap berikutnya, hanya dipilih salah satu model yang akan dikembangkan untuk kemudian bisa diproduksi secara massal.

"Kalau programnya jalan lagi hanya dipilih satu model saja, sebab satu model juga sudah besar biaya dan resources yang akan digunakan," ucap Sonny kepada detikFinance, Jumat (14/6/2013).

Sebelumnya, tim dari Indonesia yang terdiri dari Balitbang Kementerian Pertahanan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, PTDI dan Institut Teknologi Bandung (ITB) terbang ke Korea Selatan untuk perencanaan KFX/IFX tahap pertama.

Program ini, telah dilaksanakan selama 18 bulan dan berakhir bulan Desember 2012 lalu. Nantinya untuk versi Indonesia, PTDI akan memproduksi tipe IFX.

Jet tempur ini merupakan pesawat generasi 4,5. Pesawat ini lebih canggih dari jet tempur F-16 namun masih di bawah F-35.

 http://finance.detik.com/read/2013/06/14/141810/2273576/1036/ini-dia-penampakan-calon-jet-tempur-made-in-bandung

Habibie: Pesawat R80 Lebih Hebat dari N250

Mantan Presiden RI, B.J. Habibie.
Mantan Presiden RI, B.J. Habibie. (sumber: ANTARA FOTO)

Jakarta - Mantan Presiden BJ Habibie mengatakan bahwa pesawat Regio Prop 80 (R80) yang diproduksi PT Ragio Aviasi Industri (RAI) dalam tahap pembuatan awal dan dikembangkan lebih hebat dari N250.
"Kami buat lebih hebat. It's a surprise, you'll see it, ok (Ini adalah kejutan, kamu akan melihatnya, ok)," kata Habibie usai berpidato di Rakornas Riset dan Teknologi (Rakornas Ristek) di Jakarta, Rabu (28/8).
Menurut dia, pesawat R80 yang akan dibuat berdaya tampung 80 kursi dan ditargetkan terbang 2018 ini akan memanfaatkan pengalaman membuat pesawat N250.
Sebelumnya diberitakan bahwa pesawat R80, menurut Komisaris PT RAI Ilham A Habibie, merupakan The Next N250 yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara Indonesia.
Ia mengatakan saat ini pembuatan R80 masih dalam tahap pembuatan awal atau 10 persen. Kemampuan, desain, dan teknologi pesawat ini mirip N250, meski dari segi ukuran akan lenih besar dan panjang.
Pesawat R80, menurut dia, tetap menggunakan baling-baling di bagian atas badan pesawat sebagai penggerak pesawat seperti N250. Dengan menggunakan baling-baling maka konsumsi bahan bakar akan jauh lebih irit.
R80 ini, lanjutnya, didesain untuk jarak tempuh kurang dari 600 km, karena itu dapat dipastikan akan semakin irit bahan bakar. Sedangkan untuk produksi tahap awal, menurut dia, diperlukan dana 400 juta dolar AS.

 http://www.beritasatu.com/iptek/134733-habibie-pesawat-r80-lebih-hebat-dari-n250.html

Minggu, 01 September 2013

Mulai Diproduksi 2020, RI akan Buat 50 Jet Tempur Made in Bandung


http://images.detik.com/content/2013/06/14/1036/154335_jettempur320.jpg
Jakarta - Rencananya jet tempur Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) mulai diproduksi pada 2020. Jet tempur ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Indonesia dan Korea Selatan.

Untuk pengembangan dan produksi jet tempur ini, Kemenhan Indonesia melibatkan PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Hasil produksi bersama itu akan dialokasikan ke masing-masing negara, Indonesia kebagian 50 pesawat jet tempur.

Manager Komunikasi PT Dirgantara Indonesia Sonny S. Ibrahim menjelaskan, saat ini pengembangan KFX/IFX akan masuk fase kedua yakni tahapan engineering manufacturing development. Menurutnya, proses yang dimulai tahun 2013 dan berakhir tahun 2020 ini, akan dilakukan di pabrik PTDI di Bandung Jawa Barat.

"Fase kedua, namanya engineering manufacturing development. Mulai detail desain persiapan produksi, pengerjaan prototyping, testing dan sertifikasi. Itu butuh 8 tahun, selesai 2020," ucap Sonny kepada detikFinance, Jumat (14/6/2013).

Saat ini, telah muncul 2 konsep jet tempur IFX versi Indonesia hasil pengembangan tahap I yakni technology development. Nantinya akan dipilih 1 konsep untuk dikembangkan dan diuji coba, hingga siap diproduksi massal. Pesawat ini, hanya dikonsep untuk 1 orang pilot tempur.

Setelah selesai tahap engineering manufacturing development pada tahun 2020, kemudian dilanjutkan fase produksi dan perawatan. Kemenhan Indonesia, akan mengalokasikan 50 unit IFX untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Untuk Indonesia 50 unit," imbuhnya.

sumber

PTDI Lanjutkan Produksi Jet Tempur Made in Bandung, Lebih Hebat dari F16


http://images.detik.com/content/2013/06/14/1036/082925_kondisiperakitanpesawat.jpg
Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) melanjutkan pengembangan jet tempur hasil kerjasama dengan Kementerian Pertahanan Korea Selatan. Pengembangan jet tempur bernama Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) ini sebelumnya sempat terhenti sementara.

Dalam rencana ini, PTDI tengah membangun fasilitas enjineering untuk jet tempur KFX/IFX di pabriknya yang terletak di Bandung, Jawa Barat.

"Saat ini PTDI sedang mempersiapkan diri memasuki tahap kedua, yaitu Engineering Manufacturing Development pengembangan pesawat tempur IFX/KFX, karena dari 72 teknologi baru yang diterapkan masih 30 item yang harus disiapkan," ucap keterangan pers Dirgantara Indonesia seperti dikutip detikFinance, Jumat (14/6/2013).

Sebelumnya, tim dari Indonesia yang terdiri dari Balitbang Kementerian Pertahanan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Dirgantara Indonesia dan Institut Teknologi Bandung terbang ke Korea Selatan untuk perencanaan KFX/IFX tahap pertama yakni masuk fase pengembangan teknologi. Program ini, telah dilaksanakan selama 18 bulan dan berakhir bulan Desember 2012 lalu.

"Program ini merupakan program jangka panjang yang menuntut kontinuitas pelaksanaannya. Melihat penyelesaian pesawat pada tahun 2020-an maka siapapun pemegang kekuasaan Pemerintahan di Indonesia harus memiliki komitmen untuk melanjutkan program ini," tambahnya.

Nantinya untuk versi Indonesia, Dirgantara Indonesia akan memproduksi tipe IFX. Jet tempur ini merupakan pesawat generasi 4,5. Pesawat ini lebih canggih dari jet tempur F-16 namun masih di bawah F-35.

http://finance.detik.com/read/2013/06/14/082723/2273149/1036/ptdi-lanjutkan-produksi-jet-tempur-made-in-bandung-lebih-hebat-dari-f16

PT DI Pasok Komponen Tersulit dan Mahal untuk Pesawat Airbus 380


http://images.detik.com/content/2013/07/30/1036/airbus.jpg
Jakarta - BUMN industri penerbangan, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) sangat diperhitungkan di dunia internasional sebagai produsen pemasok komponen maupun pembuat pesawat terbang dan helikopter.

BUMN yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat ini juga menjadi pemasok komponen-komponen pesawat dan helikopter penting untuk pabrik pesawat Airbus, European Aeronautic Defence and Space Company (EADS). Misalnya PT DI sudah rutin memasok komponen penting untuk pesawat super jumbo Airbus 380 (A380).

"A380 kita pasok komponan in board leading edge. Itu komponen di sayap. Istilahnya di ketiaknya. Itu komponen sulit dan mahal," ucap GM Marketing PT DI Arie Wibowo saat berbincang dengan detikFinance, Selasa (30/7/2013).

Selain pesawat A380, PT DI juga memasok berbagai jenis komponen untuk pesawat A320 hingga helikopter Eurocopter tipe ec725/225 untuk bagian air frame-nya.

"Kita jadi tier 1 yakni langsung memasok ke pengguna. Ini dikontrol oleh Airbus langsung," terangnya.

Kerjasama ini telah dimulai sejak tahun 2002. Arie menjelaskan hingga saat ini PT DI masih menjadi pemasok utama untuk beberapa komponen pesawat dan helikopter ke perusahaan induk Airbus.

"Itu kontrak jangka panjang. Dari tahun 2002 sampai sekarang," terangnya.

http://finance.detik.com/read/2013/07/30/105034/2318508/1036/pt-di-pasok-komponen-tersulit-dan-mahal-untuk-pesawat-airbus-380

Selasa, 16 Juli 2013

RI Siapkan Rp 15 Triliun Bikin Jet Tempur Made in Bandung


http://images.detik.com/content/2013/06/14/1036/161927_jetbaruk.jpgJet tempur ini, merupakan program kerjasama antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan Korea Selatan. Sementara, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan mengalokasikan anggaran mencapai US$ 1,8 miliar atau senilai Rp 15,68 triliun. Alokasi ini, setara 20% dari dari keseluruhan biaya pengembangan jet tempur KFX/IFX.

"Kita join, totalnya US$ 8 miliar. Porsinya 20% ditanggung Indonesia dan 80% ditanggung Korsel," ucap Manager Komunikasi PT Dirgantara Indonesia (Persero) Sonny S Ibrahim kepada detikFinance, Jumat (14/6/2013).

Sementara 80% atau setara US$ 6,2 miliar untuk biaya pengembangan ditanggung oleh Korea Selatan. Saat ini, proses pengembangan jet tempur KFX IFX masuk ke tahap II yakni enjineering manufacturing development. Setelah proses ini, baru dilanjutkan pada tahap ke II yakni produksi dan pemeliharaan.

"Enjineering manufacurting development. Mulai detail desain, persipan produksi, pengerjaan 6-8 prototyping, testing dan sertifikasi. Itu butuh 8 tahun," tambahnya.

Sonny menerangkan, saat diproduksi di tahun 2020, untuk pembuatan struktur pesawat KFX/IFX dibuat di markas Dirgantara Indonesia di Bandung Jawa Barat. Sementara proses pemasangan peralatan elektronik pesawat, khusus KFX dilakukan di Korea Selatan. Semantara IFX tetap diproduksi di Indonesia.

"Maunya produksi struktur (jet KFX/IFX) dibikin di kita, struktur untuk Indonesia dan Korea. Elektronika di assembly line dibuat di Korea," tegasnya.

Sebelumnya, tim dari Indonesia yang terdiri dari Balitbang Kementerian Pertahanan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, PTDI dan Institut Teknologi Bandung (ITB) terbang ke Korea Selatan untuk perencanaan KFX/IFX tahap pertama. Program ini, telah dilaksanakan selama 18 bulan dan berakhir bulan Desember 2012 lalu.

Pada tahap ini, telah dihasilkan 2 konsep jet tempur IFX. Jet tempur ini merupakan pesawat generasi 4,5. Pesawat ini lebih canggih dari jet tempur F-16 namun masih di bawah F-35.

 http://finance.detik.com/read/2013/06/14/161802/2273804/1036/ri-siapkan-rp-15-triliun-bikin-jet-tempur-made-in-bandung

Rabu, 10 Juli 2013

Konsep Desain Stadion Baru Beberapa Kota Di Indonesia




Desain  stadion di beberapa kota di Indonesia telah mengalami perkembangan yang cukup baik. Desain stadion dari tiap kota tidak seragam tetapi bervaritif dan diharapkan dapat menjadi ciri tiap kota. Beberapa telah mempertimbangkan aspek hijau di sekelilingnya. Berikut ini dapat dilihat desain, kapasitas daya tampung, tipe dan kategori masing masing stadion tersebut.

  
1.Stadion Gedebage

Kota : Bandung, Jawa Barat
Dibangun : masih tahap pembangunan (perkiraan selesai tahun 2011-2012)
Kandang : diperkirakan menjadi stadion masa depan Persib Bandung.
Kapasitas : 40.000 kursi
Type : Stadion sepakbola lama
Kategori : A


2.Stadion Bae Kudus


Kota : Kudus,Jawa Tengah
Dibangun : masih dalam tahap perencanaan
Kandang : -
Kapasitas : 40.000 kursi
Type : Stadion Madya(olympic)
Kategori : A


3.Stadion Perwija


Kota : Tenggarong,Kalimantan Timur
Dibangun : Tahun 2007-masih dalam tahp penyelesaian
Kandang : -
Kapasitas : 35.000 kursi
Type : Stadion Madya (olympic)
Kategori : A

4. Stadion Batakan



Kota : Balikpapan, Kalimantan Timur
Dibangun : tahun 2008-masih dalam tahap pengerjaan
Kandang : diperkirakan menjadi stadion masa depan Persiba Balikpapan
Kapasitas : 30.000 kursi
Type : Stadion sepak bla modern
Kategori : A 

5.Stadion Nasional


Kota : Pekanbaru,Riau
Dibangun : Tahun 2009-2012
Kandang: -
Kapasitas : 43.923 kursi
Type : Stadion Madya (olympic)
Kategori : A


6.Gelora Bung Tomo.


Kota : Surabaya,Jawa Timur
Dibangun : Tahun 2008- masih dalam tahap pengerjaan
Kandang : diperkirakan menjadi stadion masa depan Persebaya Surabaya.
Kapasitas : 50.000 kursi
Type : Stadion lama
Kategori : A

7.Dompak Stadium.


Kota : Tanjung pinang(pulau Dompak),Kepulauan Riau
Dibangun : masih dalam tahap pembangunan(diperkirakan selesai tahun 2012)
Kandang : -
Kapasitas : 40.000 kursi 
Type : Stadion sepak bola lama
Kategori : A

sumber : dari berbagai sumber

Senin, 01 Juli 2013

Ini Dia Penampakan Kapal Selam Made in Surabaya


Staff Humas dan Dokumentasi PAL Yaya menjelaskan saat ini tim dari PAL telah mengiriman delegasi untuk melakukan transfer teknologi (ToT) kapal selam di Korsel.

"Masih proses ToT, dulu Kemenhan (Kementerian Pertahanan) menunjuk DSMI (group Daewoo). Dia mau melakukan TOT kapal selam," ucap Yaya di sela BUMN Innovation Expo and Award 2013 di JCC Senayan Jakarta, Kamis (27/6/2013).

Kapal selam berjenis DSME 209 ini, memiliki panjang 61,3 meter dan lebar 6,2 meter yang mengadopsi teknologi Jerman. Yaya menjelaskan, untuk 2 kapal selam pesanan TNI AL akan dibuat dan dirancang di Korea Selatan.

"Produksi kapal untuk 2 kapal selam pertama di Korea. Kapal selam pertama, kita magang kemudian yang kedua kita magang dan terjun. Kalau yang ketiga diproduksi di PAL," tambahnya.

Yaya menambahkan, selama pembangunan 2 unit kapal selam di Korsel, PAL juga membangun fasilitas pengembangan kapal selam di Surabaya Jawa Timur.

"Selama pembangunan 1 dan 2, PAL bangun fasilitas. Proyeksi 2014 kapal pertama jadi dan 2015 yang kedua. Tahun 2016 mulai kapal ketiga dikembangkan di PAL," ujarnya.

PT Dok Mampu Buat Kapal Pengolah Air Sungai Jadi Air Bersih


Produk inovasi PT Dok ini, adalah kapal yang mampu merubah air kotor menjadi air bersih dalam jumlah besar.

"Ini inovasi juga. Air dari sungai dihisap, diolah menjadi air bersih. Memanfaatkan air sungai jadi air bersih," ucap Kasubdiv EST dan ADM PT Dok, Arsam Heri Bowo di sela acara BUMN Innovation Award&Expo di JCC Senayan Jakarta, Jumat (28/6/2013).

Kapal dengan panjang 16 meter ini, mampu mengolah air dari sungai keruh menjadi air bersih sebanyak 10 ton per jam. Kapasitas kapal ini, mampu membawa 30 ton air bersih hasil olahan.

"Kalau air laut belum. Ini fungsinya akan ditempatkan di daerah Kalimantan, daerah air tanah kurang padahal memiliki air sungai yang banyak," sebutnya.

Minggu, 30 Juni 2013

Kapal Perang Made in Surabaya Pernah Dipakai Misi Pembebasan Sandera di Somalia

http://images.detik.com/content/2013/06/27/1036/kapalperang.jpg
Salah satunya kapal perang Varian Landing Platform Dock (LPD) 125 M. Kapal perang yang dirancang dan diproduksi di Surabaya Jawa Timur ini, pernah digunakan oleh TNI untuk misi pembebasan sandera Warga Negara Indonesia yang disandera perompak Somalia 2011 lalu.

"Ini KRI Banjarmasin buatan PAL, dipakai waktu pembebasan sandra di Somalia," ucap staf Humas dan Dokumentasi PAL, Yaya di sela BUMN Innovation Expo and Award 2013 di JCC Senayan Jakarta, Kamis (27/6/2013).

PAL telah memproduksi dan menyerahkan 2 unit kapal jenis LPD kepada TNI AL. Kapal dengan panjang 125 meter dan lebar 22 meter ini, mampu membawa 5 unit helikopter tipe Bell, 13 unit tank, 20 unit truk, 2 unit LCVP.

"Daya angkut untuk personel sampai 507 orang," tambahnya.

Saat ini, PAL memperoleh pesanan kapal perang tipe Kapal Cepat Rudal (KCR) sebanyak 3 unit, kapal tug boat sebanyak 2 unit.

"Pertamina pesan 2 kapal Tanker 17.500 DWT (Dead Weight Tonnes/bobot mati)," jelasnya.

Hebat, BUMN Ini Bikin Kapal Perang Made in DKI

http://images.detik.com/content/2013/06/28/1036/120104_kapalan.jpeg

Jakarta - Perusahaan pelat merah, PT DOK dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) saat ini tengah membangun kapal perang pesanan TNI AL. BUMN kapal ini sendiri membuat 2 unit varian Kapal Perang.


Kasubdiv EST dan ADM PT DOK Arsam Heri Bowo menjelaskan untuk varian kapal perang ini, dibuat di galangan kapal di Jakarta yakni Cilincing dan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara.

"Dibuat di galangan I dan II. Itu di Pelabuhan (Priok) dan Cilincing, Jakarta Utara. Kapal ini sedang dibuat," ucap Arsam kepada detikFinance di acara BUMN Innovation Expo & Award 2013 di JCC Senayan Jakarta, Jumat (28/6/2013).

Varian pertama yang dibuat adalah AT 117 M Landing Ship Tank (LST). Kapal ini berfungsi sebagai kapal perang pendukung untuk angkut tank.
"Ini untuk angkutan tank, pasukan dan ada fasilitas heli deck untuk Bell," tambahnya.

Varian lain yang sedang dibuat yakni Kapal Perang jenis BCM (Bantu Cair Minyak). Kapal ini difungsikan sebagai kapal tanker untuk memasok bahan bakar bagi Kapal Perang TNI AL.

"Kapal yang butuh BBM, bisa diisi di tengah laut. Ini semacam SPBU tengah laut," ujarnya. Ditargetkan 2 kapal perang ini, bisa memperkuat armada TNI AL pada tahun 2014.

http://finance.detik.com/read/2013/06/28/115900/2286952/1036/hebat-bumn-ini-bikin-kapal-perang-made-in-dki?

Kamis, 27 Juni 2013

Dahlan Iskan Dagang Pesawat ke Filipina


Dahlan Iskan - MH80 - FIlipina

Diam-diam Dahlan Iskan terus melakukan deal-deal bisnis dalam pengembangan BUMN-BUMN. Termasuk revitalisasi industri dirgantara.
Industri pesawat kita di tangan BJ Habibie pernah berkembang pesat dan memperoleh basis bisnis yang kuat, hanya sayang prospek pengembangannya digagalkan oleh konspirasi barat lewat politik penghancuran ekonomi di masa krisis moneter 1998. Industri pesawat nusantara hancur lebur.
Di tahun 2012 kebutuhan pesawat baik untuk sipil atau penumpang maju pesat, bahkan Lion Air saja sampe beli ribuan pesawat Boeing, ini menandakan dunia sedang membutuhkan pesawat, begitu juga dengan industri militer dimana pesawat amat dibutuhkan, karena perang di masa sekarang ini, adalah “Perang Dirgantara” siapa yang menguasai angkasa dialah pemenangnya.
Peluang bisnis ini bisa membangkitkan lagi industri pesawat Indonesia, Filipina sejak awal merupakan pengagum industri pesawat Indonesia, ini ada sejarahnya. Dulu di tahun 1976 sebelum BJ Habibie ditarik Ibnu Soetowo ke Indonesia, BJ Habibie sempat dilirik Presiden Filipina, Marcos. Dengan diantar Jenderal Juan Ponce Enrile, BJ Habibie dibawa ke ruangan Marcos yang besar tapi gelap, kata Marcos saat itu “Tuan sebagai bangsa Asia, Tuan harus bisa memajukan Asia”. Kata Marcos merayu Habibie. Saat itu BJ Habibie diincar oleh Marcos untuk mengembangkan industri pesawat dan industri dasar di Filipina.
Walaupun kini Indonesia bisa dikatakan masa suram bagi industri pesawat, tapi kekaguman Filipina terhadap kejeniusan orang-orang Indonesia di bidang dirgantara tidak pudar, kisah Marcos dan BJ Habibie masih diingat oleh Noynoy Aquino. Walaupun Marcos adalah rival Ayahnya, tapi impian Marcos soal industri pesawat sama persis dengan impian Noynoy.
Industri pesawat menjadi deal bagi Dahlan Iskan untuk menembus pangsa pasar Filipina. Sebagai Menteri BUMN, pola pikir Dahlan Iskan tidak lagi seperti pola pikir pejabat BUMN lama yang amat birokrat, tapi dia berpikiran harus seperti Donald Trump atau Warren Buffet dalam meningkatkan nilai-nilai perusahaan. Bayangkan di Indonesia perusahaan BUMN ada 146 perusahaan, dan bila dihitung dengan semua anak perusahaan ada 600 perusahaan. Setiap industri, ke depannya harus BUMN harus menjadi leader business di bidangnya.
Dengan diantar Jenderal TB Silalahi, Dahlan Iskan melakukan road show atas kemajuan Indonesia dalam bidang industri pesawat, pertanian, komoditi dan telekomunikasi. Sebagai salesman yang cerdas Dahlan membuat terpukau Presiden Filipina dan kemudian deal kontrak ditanda tangani.
“Saya di masa lalu bisa deal dengan banyak pelanggan Jawa Pos, kini deal antar negara, G to G, sama saja tidak ada bedanya, semuanya harus didasarkan Passion bahwa bangsa ini bisa maju dalam segala lini industrinya dan banyak negara lain menjadi konsumen, kita harus bisa menciptakan pasar” kata Dahlan bersemangat.
-Anton DH Nugrahanto-.
http://ekonomi.kompasiana.com

Pesawat R80, The Next N-250 yang Siap Ungguli ATR

Wawancara Anak Sulung BJ Habibie

Pesawat R80, The Next N-250 yang Siap Ungguli ATR


Jakarta – Anak sulung mantan Presiden Republik Indonesia BJ Habibie, Ilham Habibie mempunyai ambisi untuk melanjutkan impian ayahnya yakni memproduksi pesawat Regio Prop 80 (R80).

Seperti diketahui, proyek pesawat N-250 yang dikomandani BJ Habibie dihentikan oleh International Monetary Fund (IMF) pada 1998 akibat krisis ekonomi yang melanda Indonesia.

Jadi bagaimana R80 dibangun, bagaimana prospeknya? Apakah pesawat R80 sama dengan N-250? Berikut petikan wawancara detikFinance dengan Ilham ketika ditemui di kantornya di Kawasan Mega Kuningan, akhir pekan lalu.

Apa bedanya Gatotkaca N-250 dari BJ Habibie dengan Regio Prop 80 dari seorang Ilham Habibie dan kawan-kawan?
Beda, N-250 dengan R80 sangat berbeda sekali. Perbedaanya di antaranya dari ukuran, R80 jauh lebih besar dari pada N-250, karena R80 memiliki daya tampung hingga 80 kursi sementara N-250 hanya 50 kursi.
Sayap pesawat jauh lebih besar dan panjang, karena ukurannya lebih besar jadi diperlukan sayap yang besar untuk mengangkat beban. Landing Gear juga jauh lebih besar dikarenakan badan pesawat lebih besar dari pada N-250.
Kemudian teknologi kokpit, Aircraft flight control system juga berbeda, ya bisa dibayangkan proyek N-250 dimulai sejak 15 tahun lalu tentunya teknologi sekarang berubah, komputer saja berapa kali kita ganti, handphone sudah berapa kali berubah, pastinya teknologi di pesawat N-250 dan R80 akan jauh berbeda.
Namun ada sedikit persamaan antara N-250 dengan R80, yakni sayap yang berada di atas badan pesawat, tetap menggunakan baling-baling sebagai penggerak pesawat dan jika dibelah badan pesawatnya lekukan atau konturnya hampir sama dengan N-250.

Anda tetap mempertahankan mesin pesawat dengan baling-baling. Sebagian masyarakat masih ragu menggunakan pesawat yang menggunakan baling-baling?
Ya kita pakai baling-baling. Itu lah yang sebenarnya, masyarakat harus banyak diberi penjelasan. Simpelnya saya mau tanya, awalnya pesawat menggunakan baling-baling atau mesin jet? baling-baling kan, ya secara teknologi baling-baling lebih matang, jika matang artinya lebih aman dong, begitu cara berpikirnya.
Pesawat sekarang banyak yang memakai mesin jet dikarenakan pesawat bermesin jet memang dikhususkan untuk jarak jauh. Tapi sebenarnya antara mesin jet dengan mesin baling-baling pada pesawat sama saja, tidak terlalu berbeda karena mesinnya sama.
Kalau Jet namanya Turbo Jet, kalau baling-baling namanya turbo prop. Jet lebih cepat karena dorongan jet memang lebih cepat karena dihembuskan dari belakang namun konsekuensinya konsumsi bahan bakar jauh lebih boros, bahkan sangat boros.

Mengapa anda memilih R80 tetap menggunakan baling-baling?
Pesawat baling-baling didesain untuk jarak tempuh yang pendek. Mengapa? dengan baling-baling konsumsi bahan bakar akan jauh lebih irit. Bandingkan jika maskapai menggunakan pesawat jet untuk jarak pendek, waduh itu luar biasa borosnya.
Selain itu melihat luasnya negara kita dari Sabang-Marauke, yang terdiri banyak pulau dan jarak antara satu kota ke kota lainnya cukup dekat jika menggunakan pesawat. Asal tahu saja, saat ini semua maskapai sangat terbebani jika harga minyak (Avtur) naik, mereka pusing tujuh keliling, kenapa? Karena konsumsi avtur mencapai 50% lebih dari seluruh ongkos operasi.
Beberapa negara juga saat ini menerapkan aturan, bahwa pesawat terbang harus irit bahan bakar, karena ini menyangkut dengan emisi dan lingkungan hidup, banyak orang bilang emisi di atas (pesawat) lebih berbahaya 8 kali bagi lapisan ozon dari pada yang dari daratan. Bahkan perusahaan pesawat memang diwajibkan produksi pesawat yang irit bahan bakar karena jika tidak mereka bisa kena pinalti atau denda pajak yang sangat tinggi.
Dan R80 memang didesain untuk jarak tempuh yang kurang dari 600 km atau jarak pendek. Sehingga sudah pastinya R80 ini akan sangat irit bahan bakar. Makanya maskapai seperti Citilink, Wingsair memilih rute-rute pendek dengan menggunakan pesawat bermesin baling-baling seperti ATR.

Anda terkesan sangat ambisius untuk bisa memproduksi pesawat? Punyakah anda uang?
Ambisius? saya yakin masih banyak orang di Indonesia ini yang mempunyai semangat. Dirgantara dan saya salah satunya.
Uang? saat ini dalam tahap awal diperlukan US$ 400 juta dolar. Tapi itu bukan dana dari pribadi saja sendiri, ada beberapa modal dari beberapa kalangan tetapi juga pribadi bukan dana perusahaan.
Dan nanti suatu saat, ketika perusahaan atau R80 ini berkembang dan memerlukan dana besar, kita bisa melepas saham ke publik.
Banyak orang salah paham juga, bahwa perusahaan yang kami dirikan yakni PT Ragio Aviasi Industri (RAI) yang merupakan perusahaan gabungan dari perusahaan miliknya yakni PT Ilthabie Rekatama dengan PT Eagle Cap adalah perusahaan miik Erry Firmansyah yang merupakan mantan Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mendirikan pabrik pesawat menyaingi PT Dirgantara Indonesia (DI).
Tidak, yang benar R80 akan produksi menggunakan pabrik PT DI, dan nantinya PT DI juga akan menjadi salah satu pemegang saham di PT RAI.

R80 nanti kelasnya di mana? Menyaingi Airbus, Boeing atau ATR?
Patokan kita harus di atas ATR. Acuan kita pasarnya ATR, sama-sama menggunakan baling-baling. Namun R80 akan di atas ATR, mengapa? Pertama kapasitas penumpang kita akan lebih besar yakni 80 kursi sementara ATR maksimal hanya 70 kursi, ATR sampai saat ini belum bisa memproduksi lebih dari 70 kursi.
Kelebihan R80 lagi dari pada ATR, mesin kita lebih cepat namun lebih irit bahan bakar, tapi tidak lebih cepat dari pada jet, karena kalau sama kecepatannya dengan jet artinya sangat boros bahan bakar.
Jadi patokan R80 harus di atas ATR namun harganya jauh lebih murah dari pada ATR. Lebih murah itu wajib karena produksi kita ada di Indonesia, suku cadang juga dibuat di Indonesia.

Akankah R80 ini bisa bersaing dengan produsen pesawat di dunia?
Akankah laris manis di pasar dalam negeri, tunggu pada 2018 nanti.
Ya target kami R80 sudah bisa produksi pada 2018 nanti.
(rrd/ang)
http://finance.detik.com/read/2013/03/18/080410/2196356/459/pesawat-r80-the-next-n-250-yang-siap-ungguli-atr?f991107wawancara

“Soal Bikin Pesawat, Indonesia Masih di Atas China”


Jakarta – China boleh bangga bisa produksi pesawat MA 60 yang saat ini digunakan Merpati Nusantara Airlines, namun soal kualitas pesawat Indonesia masih jauh di atas China.

Seperti kata Ilham A. Habibie, anak sulung mantan Presiden RI BJ Habibie mengatakan soal membuat pesawat dan kualitas pesawat itu sendiri, Indonesia masih di atas China.
“Soal buat pesawat kita masih lebih bagus dan jauh di atas China, dari segi kualitas kita masih oke,” kata Ilham ketika ditemui detikFinance pekan lalu di kantornya di Kawasan Mega Kuningan, seperti dikutip, Senin (18/3/2013).
Kata Ilham, saat ini China boleh bangga punya MA 60 yang saat ini digunakan Merpati.
“Tapi pada dasarnya desain MA 60 itu mesinnya memang digunakan untuk militer, namun karena digunakan untuk sipil mereka menurunkan sedikit kualitasnya, karena dasarnya untuk militer sehingga boros, militerkan ngak mikirin boros apa tidak yang penting tahan banting dan menang perang,” ucapnya.
MA 60 sendiri kata Ilham diakui sendiri oleh Dirut Merpati Rudy Setyopurnomo kalau pesawat tersebut sangat boros.
“Ya saya pernah diskusi dengan Dirut Merpati Pak Rudy, pesawat itu boros, kalau sudah boros bahan bakar bagaimana mau bisa dapat money (uang). Lagi pula MA 60 dipakai bukan karena kualitas, tetapi karena Merpati saat itu kesulitan pendanaan dan tidak bisa pinjam ke bank, tapi China mau meminjamkan dana untuk membeli MA 60 buatan mereka,” ungkapnya.
Lantas dari segi mana kita masih teratas dibandingkan China dari segi kualitas pesawat?
“Ya R80 (Regio Prop 80) yang saat ini sedang kita selesaikan proses pembangunannya, kita akan memiliki pesawat dengan menggunakan baling-baling, yang didesain untuk jarak dekat, hemat bahan bakar, teknologi terbaru, kapasitas lebih banyak yakni mencapai 80 kursi, mesin lebih cepat dan yang terpenting jauh lebih murah dari pesawat ATR karena produksi dan suku cadang dibuat semua di Indonesia, dan yang lebih penting lagi kita punya Sumber Daya Manusia yang berpengalaman bahkan seperti di Boeing, Airbus, ATR, di PT DI dan banyak lagi,” tandasnya.
Seperti diketahui Ilham bersama Mantan Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah bersama-sama membentuk PT Ragio Aviasi Industri (RAI) untuk membangun pesawat new N-250 yang dulu pernah dibuat BJ Habibie.
Pesawat berkapasitas 80 kursi tersebut diberi nama R80 atau Regio Prop 80 diamana pesawat tersebut menggunakan baling-baling.
(rrd/ang)
sumber

The Next N-250 Bakal Mengangkasa di 2018


“Soal buat pesawat kita masih lebih bagus dan jauh di atas China, dari segi kualitas kita masih oke,”

Jakarta - The next N-250 Gatotkaca atau Regio Prop 80 (R80) ditargetkan sudah bisa diproduksi pada 2018. Saat ini R80 masih dalam tahap desain awal atau baru 10%.
“R80 sudah bisa diproduksi dan dijual kami targetkan pada 2018,” kata Komisaris PT Ragio Aviasi Industri (RAI) Ilham A. Habibie kepada detikFinance ketika ditemui di kantornya di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, seperti dikutip, Senin (18/3/2013).
Dikatakan Ilham yang saat ini proses pengerjaan R80 masih dalam tahap desain awal.
“Baru 10%, karena masih dalam tahap desain awal, saat ini sih desain awal masih digarap 20-40 orang, tapi kalau sudah masuk dalam tahap desain rinci yang mengerjakan sudah ratusan orang,” ungkap Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia bidang Riset dan Teknologi ini.
Ilham menargetkan R80 baru akan berproduksi secara keseluruhan pada 2018. “Jika sesuai dengan rencana kami, pada 2018 baru R80 berproduksi total, artinya sudah terkirim dan digunakan airlines,” ucap Ilham.
Untuk mewujudkan target tersebut,saat ini PT Ragio Aviasi Industri (RAI) menyiapkan dana investasi kurang lebih mencapai US$ 400-500 juta.
“Untuk tahap awal kita butuh dana investasi US$ 400-500 juta, tapi itu merupakan dana yang kita galang sendiri dari beberapa pihak namun sifatnya masih pribadi, tapi kalau bener-benar sudah jalan dan butuh dana cukup besar kita bisa gandeng investor atau melepas saham ke publik atau IPO, itu ada tahap-tahapannya,” tandas Ilham.

sumber

Minggu, 16 Juni 2013

Wah, Jalan Tol Atas Laut Bali Sudah Muncul di Google Maps

http://images.detik.com/content/2013/06/05/4/074812_tolbenoa2.jpgSuhendra - detikfinance

Jakarta - Bila Anda penasaran ingin melihat wujud tol atas laut di Bali, Anda bisa mencoba berselancar di Google Maps. Kini jalur lintasan dan kontruksi fisik tol Nusa Dua-Tanjung Benoa sudah bisa dinikmati melalui salah satu layanan di Google tersebut.

Sepertinya Google secara khusus telah mengupdate penampakan fisik tol sepanjang 11,4 km tersebut. Tol ini memang cukup fenomenal, selain pertama di Indonesia sebagai jalan yang membentang di atas laut (non jembatan), tol ini juga dikerjakan sangat singkat. Padahal tol tersebut baru dimulai konstruksinya pada April 2011, yang sengaja disiapkan khusus oleh pemerintah terkait acara KTT APEC 2013 di Nusa Dua, Bali.

Gambar yang ditampilkan Google memang tak menampilkan kondisi terkini dari proyek tersebut. Misalnya bagian konstruksi jalan di simpang susun yang menuju Bandara Ngurah Rai, belum terpasang aspal. Padahal foto terbaru yang diambil pekan lalu, bagian lantai jalan sudah diaspal layaknya jalan yang sudah siap dilewati kendaraan.

Selain itu, di sisi utara tol tersebut sudah ada penampakan underpass Dewa Ruci yang sedang dikebut pengerjaanya terkait acara APEC. Bahkan di sisi barat tol tersebut, tampak atas atap dari bangunan konstruksi perluasan Bandara Ngurah Rai juga terlihat dengan jelas.

Public Relation Officer PT Jasamarga Bali Toll Drajad Wibowo pernah mengatakan pada akhir Mei 2013 lalu, 100% konstruksi tol tersebut sudah dikerjakan. Seluruh paket ruas tol ini sudah masuk tahap pengaspalan, bahkan paket 1 dan 4 seluruhnya telah diaspal dan dipasangi rambu-rambu lalu lintas.

Targetnya tol unik ini akan mulai beroperasi pada Juli tahun ini. Diperkirakan tarif tol dipatok untuk Gol I Rp 10.000, Gol II itu Rp 15.000, Gol III Rp 20.000, Gol IV Rp 25.000, Gol V Rp 30.000, dan Gol VI khusus motor Rp 4.000 sekali masuk.

sumber

Jembatan Tol Atas Laut Bali 100% Indonesia

http://images.detik.com/content/2013/06/17/4/simpangsusun.jpg
Jakarta - Proyek jembatan tol di atas laut Bali sepanjang 12,7 km diklamim sebagai tol yang indah. Selain itu, keunggulan tol ini pun adalah 100% dibuat oleh orang Indonesia dengan komponen lokal.

Public Relation Office PT Jasa Marga Bali Toll, Drajad H Suseno mengungkapkan, para ahli Indonesia telah memiliki kemampuan untuk membangun jembatan tol semacam itu. Tak hanya dari ahli, kontraktor hingga semua pekerja yang terlibat dalam pembangunan tol ini pun asli orang Indonesia.

"Kalau teknologi secara khusus sebenarnya tidak ada, jadi Indonesia sudah menunjukkan kemampuiannya, untuk membangun megasatruktur yang luar biasa. Jangan lupa ini 100% karya anak bangsa," kata Drajad , akhir pekan lalu.

Tol yang menghubungkan Nusa Dua-Ngurah Rai-Tanjung Benoa ini terbentang sepanjang 12,7 km dengan ditopang sekitar 34.000 tiang pancang. Tiang pancang itupun bukan didtangkan dari luar negeri, melainkan dari beberapa daerah di pulau Jawa, dengan menggunakan truk.

"Tiang pancang didatangkan dari Subang, Pasuruan, Karawang, Purwakarta," lanjutnya.

Total investasi untuk membangun proyek ini mencapai Rp 2,4 triliun. Menurut Drajad, dana tersebut berasal dari dana perusahaan sebesar 30% atau sekitar Rp 745 miliar, serta pinjaman perbankan sebesar 70% atau. Sekitar Rp 1,7 triliun. Sama sekali tidak melibatkan APBN ataupun pinjaman luar negeri.

Kalau Suramadu pembiayaannya itu dari APBN, yang adalnya sebagian dari China, Kalau Bali itu murni kita, pendanaannya dari masyarakat, artinya dari perbankan 70%, sisanya modal sinergi BUMN, tidak menggunakan dana APBN. Ini modalnya adalah konsorsium BUMN itu patungan Rp 745 milyar sebagai modal dasar perseroan. Kemudian yang Rp 1,7 itu pinjaman bank. Komposisi nya seperti itu," paparnya.

"Dari pendanaan saja itu bener-bener dalam negeri, menggunakan dana masyarakat tidak menggunakan APBN, tenaga kerjanya 100% tangan-tangan terampil anak negeri. Material dari Indonesia, teknologi sudah kita kuasai," imbuhnya.

sumber

Ini Penampakan Terbaru Tol Atas Laut di Bali Pertama di RI

http://images.detik.com/content/2013/06/11/4/104102_tol.jpg
Jakarta - Saat ini, pembangunan tol atas laut pertama Indonesia yang berada di Bali sudah hampir selesai. Tol senilai Rp 2,4 triliun dengan panjang 12,7 km ini mempunyai simpang susun yang berlokasi di atas laut Bali.

Komisaris PT Jasa Marga Tbk Ibnu Purna Muchtar mengatakan, tol atas laut ini mulai dari desain hingga konstruksi sepenuhnya dikerjakan oleh orang-orang Indonesia.

"Jalan ini dapat diselesaikan hanya dalam kurun waktu 14 bulan, lebih cepat dari rencana awal. Ini semua membuktikan bahwa kita memiliki kemampuan dan teknologi yang memadai untuk pembangunan jalan dan jembatan di atas laut," ujar Ibnu dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (11/6/2013).

Selain itu, biaya investasi jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Rp 2,4 triliun ini tidak menggunakan biaya APBN. Jalan Tol Nusa Dua Bali murni dibiayai dengan dana perusahaan dan pinjaman korporasi dalam negeri tanpa sedikitpun memberatkan APBN.

"Jalan tol Nusa Dua Bali ini juga merupakan bukti nyata sinergi BUMN dan Pemerintah Provinsi Bali serta Pemerintah Kabupaten Badung dalam bentuk konsorsium yang tergabung dalam PT Jasamarga Bali Tol," ujar Ibnu.

Susunan kepemilikannya meliputi Jasa Marga sebesar 60%, PT Pelindo III sebesar 20%, PT Angkasa Pura I sebesar 10%, PT Wijaya Karya Tbk (Wika) sebesar 5%, PT Adhi Karya Tbk sebesar 2%, PT Hutama Karya Tbk sebesar 2%, dan PT Pengembangan Pariwisata Bali sebesar 1%.

Sedangkan keikutsertaan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung dalam kepemilikan saham sedang dalam proses. Kami berharap skema sinergi BUMN dan Pemerintah Daerah ini dapat dilanjutkan untuk proyek-proyek infrastruktur komersial lainnya, sehingga tidak memberatkan APBN sesuai dengan kebijakan pemerintah.

Tol atas laut ini rencananya dibuat untuk melayani jalur transportasi pertemuan KTT APEC pada 1-8 Oktober 2013 nanti.

Sumber

Sabtu, 15 Juni 2013

Tol Atas Laut Bali Rampung dalam 12 Bulan, Ini Bocoran Dahlan Iskan


Menteri BUMN Dahlan Iskan memberikan bocoran, proyek tol atas laut pertama ini bisa selesai karena kerjasama konsorsium BUMN sangat rapi dan serius.

"Hampir setiap bulan saya memang tinjau jalan tol itu, kadang sebulan dua kali. Tapi teman-teman Jasa Marga dan konsursium BUMN karya memang sangat serius. Juga karena pendanaan dari BUMN sangat lancar dan tepat waktu," tutur Dahlan kepada detikFinance, Kamis (13/6/2013).

Dikatakan Dahlan, pengerjaan proyek ini bisa cepat karena adanya penemuan-penemuan teknik baru yang juga ikut mengatasi kemungkinan keterlambatan.

"Misalnya ditemukan cara tiang pancang tanpa sepenuhnya mengandalkan ponton. Koordinasi antar BUMN karya juga berjalan baik sehingga bisa saling meminjam akses ke lapangan proyek," papar Dahlan.

Pagi ini, Dahlan memang menguji coba tol ini dan memuji cepatnya pengerjaan proyek tersebut. Ia mengaku pernah mengecek tol yang yang dibangun di Surabaya dengan panjang yang sama. Sayangnya tol tersebut selesai dengan 12 tahun.
"Pernah saya lihat tol di Surabaya, itu panjangnya 12 km, itu selesainya 12 tahun," sebutnya.

Seperti dietahui, susunan kepemilikan proyek tol ini meliputi Jasa Marga sebesar 60%, PT Pelindo III sebesar 20%, PT Angkasa Pura I sebesar 10%, PT Wijaya Karya Tbk (Wika) sebesar 5%, PT Adhi Karya Tbk sebesar 2%, PT Hutama Karya Tbk sebesar 2%, dan PT Pengembangan Pariwisata Bali sebesar 1%.

Sedangkan keikutsertaan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung dalam kepemilikan saham sedang dalam proses. Kami berharap skema sinergi BUMN dan Pemerintah Daerah ini dapat dilanjutkan untuk proyek-proyek infrastruktur komersial lainnya, sehingga tidak memberatkan APBN sesuai dengan kebijakan pemerintah.

Tol atas laut ini rencananya dibuat untuk melayani jalur transportasi pertemuan KTT APEC pada Oktober 2013 nanti.

sumber

Jumat, 14 Juni 2013

Dahlan: Setelah Suramadu, Tol Atas Laut Bali Juga Dilengkapi Jalur Motor


http://images.detik.com/content/2013/06/13/4/153614_112128_simpangsusun.jpg
Jakarta - Jalan tol atas laut pertama Indonesia yang berlokasi di Bali senilai Rp 2,4 triliun akan selesai Juli 2013 nanti. Ini akan jadi tol kedua setelah Suramadu yang dilengkapi oleh jalur khusus sepeda motor.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, jalur khusus sepeda motor sedang dibangun di sisi kiri jalan tersebut, dan sudah hampir jadi. Pagi ini, Dahlan menguji coba jalan tol tersebut.

"Jalur khusus sepeda motor di sayap kiri dan kanan jalan tol itu juga sudah jadi dan sudah pula diaspal. Inilah jalan tol kedua setelah Suramadu yang dilengkapi dengan jalur sepeda motor," ujar Dahlan dalam keterangannya, Kamis (13/6/2013).

Dikatakan Dahlan, semua badan jalan yang dibangun keroyokan oleh konsorsium BUMN ini sudah menyambung semua. Dahlan kaget melihat hampir seluruh jalan tersebut sudah diaspal.

"Pengaspalan itu memang berlangsung simultan sehingga bagian akhir yang baru tersambung itu pun bisa langsung cepat diaspal. Sepanjang perjalanan di tol atas laut itu saya melihat gerbang-gerbang pintu tol sedang dibangun," kata Dahlan.

Tiang-tiang lampu di jalan tol ini juga sedang dikerjakan dan sebentar lagi akan rampung.

Seperti dietahui, susunan kepemilikan proyek tol ini meliputi PT Jasa Marga Tbk sebesar 60%, PT Pelindo III sebesar 20%, PT Angkasa Pura I sebesar 10%, PT Wijaya Karya Tbk (Wika) sebesar 5%, PT Adhi Karya Tbk sebesar 2%, PT Hutama Karya Tbk sebesar 2%, dan PT Pengembangan Pariwisata Bali sebesar 1%.

Sedangkan keikutsertaan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung dalam kepemilikan saham sedang dalam proses. Kami berharap skema sinergi BUMN dan Pemerintah Daerah ini dapat dilanjutkan untuk proyek-proyek infrastruktur komersial lainnya, sehingga tidak memberatkan APBN sesuai dengan kebijakan pemerintah.

Tol atas laut ini rencananya dibuat untuk melayani jalur transportasi pertemuan KTT APEC pada Oktober 2013 nanti.

sumber

Selasa, 11 Juni 2013

Tol Bali Jadi Jembatan Tol Terpanjang di Indonesia

Tol Bali Jadi Jembatan Tol Terpanjang di Indonesia   

 Pembangunan jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Tanjung Benoa di laut Bali.

 Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga (Persero) Abdul Hadi mengatakan bahwa jalan tol Ngurah Rai-Nusa Dua-Tanjung Benoa, yang dibangun guna menyambut APEC, merupakan jembatan tol terpanjang di Indonesia.

Jembatan tol ini sebenarnya adalah jalan tol yang menghubungkan Nusa Dua, Ngurah Rai, dan Benoa. "Disebut jembatan tol karena 90 persen terbentang di atas laut," ujar Hadi di Bali, Senin, 10 Juni 2013.

Menurut Hadi, pembangunan jembatan ini kurang dari target yang sudah dirancang oleh Jasa Marga, yang semula ditargetkan selesai dalam waktu 18 bulan ternyata sudah bisa rampung dalam waktu 14 bulan. Hal ini disebabkan dalam proses pengerjaan banyak kemudahan sehingga bisa mempercepat proyek.

"Waktu perencanaan, ada palung-palung di bawah laut yang kami kira akan memperlama proses pengerjaan, ternyata ada teknologi khusus yang bisa mempersingkat hal tersebut sehingga waktu pengerjaan berkurang," ujar Ibnu Purna Muchtar, Komisaris PT Jasa Marga.

Lebih lanjut Ibnu mengatakan bahwa jembatan tol ini juga merupakan bukti nyata sinergi BUMN, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Kabupaten Badung dalam bentuk konsorsium yang tergabung dalam PT Jasamarga Bali Tol.

"Susunan kepemilikannya adalah 60 persen PT Jasa Marga, 20 persen PT Pelindo III, 10 persen PT Angkasa Pura I, 10 persen PT Wijaya Karya, 5 persen PT Adhi Karya, 2 persen PT Hutama Karya, dan 2 persen Pemprov Bali serta Pemerintah Kabupaten Badung," ujar Ibnu.

Saat ini, perkembangan pembangunan jalan tol ini sudah memasuki tahap finishing dan tinggal menunggu uji kelaikan yang akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Jembatan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Tanjung Benoa menghubungkan kawasan Nusa Dua di selatan Pulau Bali dengan kawasan Pelabuhan Benoa di Kecamatan Denpasar Selatan. Proyek senilai Rp 2,4 triliun itu juga akan tersambung dengan akses jalan menuju Bandara Internasional Ngurah Rai.

Jembatan tol ini terdiri atas empat ruas tol dan memiliki panjang sekitar 12,7 kilometer. Konstruksi tol 10 kilometer berdiri di atas laut dan sekitar 2 kilometer di atas tanah darat. Lebar jalan utama tol itu hampir sepanjang 26 meter ditambah 4-5 meter untuk sepeda motor.

sumber

Kamis, 23 Mei 2013

PT LEN Mampu Produksi Radar Canggih untuk Kapal Perang


http://images.detik.com/content/2013/05/14/1036/160621_kapaltni.jpg
Jakarta - PT LEN Industri (Persero) memiliki kemampuan mengembangan sistem keamanan canggih untuk militer. BUMN teknologi ini telah memproduksi peralatan radar untuk kapal perang TNI Angkatan Laut (TNI AL).

Peralatan radar ini, mampu menangkap kapal musuh hingga kemudian kapal berhasil dihancurkan.

"Kita membuat, Combat Management System (CMS) untuk sistem mengatur bagaimana radar menangkap, me-lock target sampai menembak target. Berapa banyak musuh yang mengancam, itu terekam. Kita sudah bangun," tutur Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Abraham Mose dalam diskusi kebangkitan BUMN, di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (14/5/2013).

Abraham menambahkan, peralatan radar yang dibuat di Bandung tersebut, telah dikembangkan sejak 2011. Alat ini, bisa dipasang pada kapal perang berjenis Van Spijk dan Varcsim class

"Sudah ditahun 2011 mulainya 2012, kemudian 2013. Kapal Van Spijk dan Varcsim class, itu KRI," jelasnya.

Rabu, 22 Mei 2013

Harga Pesawat New N-250 Dipatok US$ 28 Juta?

Indonesia melalui PT Ragio Aviasi Industri (RAI) akan memulai kembali membuat pesawat terbang untuk sipil kelanjutan dari N-250 'Gatotkaca' yang dulu pernah dibuat. Pesawat tersebut akan diberi nama Regio Prop (R-80).

Harga Pesawat New N-250 Dipatok US$ 28 Juta?

Kemungkinan besar harga yang patok untuk satu unitnya mencapai US$ 28 juta atau setara dengan harga pesawat ATR kapasitas 70 kursi.

"Untuk harga R80 dengan kapasitas 80 kursi kita mengacu pada harga ATR saat ini," kata Komisaris PT RAI, Ilham A.Habibie ketika ditemui detikFinance di kantornya Kawasan Mega Kuningan Jakarta, seperti dikutip Senin (18/3/2013).

Seperti diketahui untuk harga ATR bermesin baling-baling saat ini diperkirakan mencapai US$ 28 juta untuk satu unitnya.


Namun pada dasarnya, kata Ilham, harga tidak menjadi soal untuk airlines. "Perbedaan harga sebetulnya tidak menjadi soal bagi airlines, karena mereka membelinya dengan leasing, mereka bekerja sama dengan perusahaan leasing dengan mencicil pembayaran pesawat, dan cicilan pesawat hanya sebagian kecil dari biaya operasional airlines dibandingkan dengan biaya bahan bakar yang mencapai 50% dari total biaya operasional," ungkap Ilham.

Untuk itulah, sebenarnya pada dasarnya lebih menguntungkan membuat pesawat dari pada menjalankan perusahaan airlines.

"Orang banyak yang salah persepsi, jauh lebih untung membuat pesawat dari pada menjalankan airlines. Banyak hal yang membuat airlines merugi terutama faktor eksternal seperti kenaikan harga Avtur, semua airline bakal teriak kalau avtur naik tinggi, resesi ekonomi juga berdampak besar terutama anggaran trevel bakal dipangkas dan lainnya," ucapnya.

Tapi bukan berarti membuat pesawat mudah. "Sulit juga, tidak gampang lah, tapi sekarang ini mana ada bisnis itu gampang, yang utama adalah trust (kepercayaan) dan R80 akan menjadi pesawat yang trust. Yang utama ketika kita bisa membuat satu buah pesawat, pesawat itu akan kita bisa ubah-ubah hinggapuluhan tahun, sama seperti Boeing 737 yang dibuat sejak 1975 atau saat ini sudah 3 generai yang teknologinya diubah-ubah tapi pada prinsipnya sama saja mulai dari desain badan, kokpit, lay out, dan lainnya," tandas Ilham.



The Next N-250 Bakal Mengangkasa di 2018

The next N-250 Gatotkaca atau Regio Prop 80 (R80) ditargetkan sudah bisa diproduksi pada 2018. Saat ini R80 masih dalam tahap desain awal atau baru 10%.

"R80 sudah bisa diproduksi dan dijual kami targetkan pada 2018," kata Komisaris PT Ragio Aviasi Industri (RAI) Ilham A. Habibie kepada detikFinance ketika ditemui di kantornya di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, seperti dikutip, Senin (18/3/2013).

Dikatakan Ilham yang saat ini proses pengerjaan R80 masih dalam tahap desain awal.

"Baru 10%, karena masih dalam tahap desain awal, saat ini sih desain awal masih digarap 20-40 orang, tapi kalau sudah masuk dalam tahap desain rinci yang mengerjakan sudah ratusan orang," ungkap Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia bidang Riset dan Teknologi ini.

Ilham menargetkan R80 baru akan berproduksi secara keseluruhan pada 2018. "Jika sesuai dengan rencana kami, pada 2018 baru R80 berproduksi total, artinya sudah terkirim dan digunakan airlines," ucap Ilham.

Untuk mewujudkan target tersebut,saat ini PT Ragio Aviasi Industri (RAI) menyiapkan dana investasi kurang lebih mencapai US$ 400-500 juta.

"Untuk tahap awal kita butuh dana investasi US$ 400-500 juta, tapi itu merupakan dana yang kita galang sendiri dari beberapa pihak namun sifatnya masih pribadi, tapi kalau bener-benar sudah jalan dan butuh dana cukup besar kita bisa gandeng investor atau melepas saham ke publik atau IPO, itu ada tahap-tahapannya," tandas Ilham. (Detik)

Rabu, 08 Mei 2013

Wawancara dan Profil Ilham Akbar Habibie


“Pesaing Pesawat Baling-Baling itu Sedikit” ilham habibie

Pesawat Regio Prop menjadi nama idaman baru pesawat buatan domestik. 
Adalah Ilham Habibie yang harus pontang-panting meneruskan impian ayahnya dalam memajukan industri penerbangan tanah air. Dia harus meyakinkan berbagai pihak bahwa pesawat itu akan bisa bersaing dengan pesatnya teknologi dewasa ini.
Namun, bos grup usaha Ilthabi Rekatama ini menolak kalau pesawat tersebut sebagai proyek lanjutan dari N-250 yang digagalkan oleh IMF pada 1998 lalu. Menurutnya, meski ada beberapa kesamaan, secara detail dan teknologi yang digunakan kedua jenis pesawat itu berbeda.
Karenanya, Ilham sedang sibuk bukan kepayang. “Iya hampir saja kerjaan saya di perusahan terbengkalai karena mengurusi pembuatan pesawat ini,” katanya kepada Ranap Simanjuntak saat di temui di kantornya, Senin (9/4/2013). Berikut nukilan wawancaranya:

Bisa diceritakan soal proyek kelanjutan pembuatan pesawat N-250?
Ini bukan melanjutkan. Tapi membuat baru karena tidak memakai bahan yang lama. Yang dilanjutkan itu semangatnya, bukan proyeknya. Jadi, ini bukan yang dulu dikembangkan, pernah berhenti kemudian dlanjutkan. Sama sekali berbeda!ilham habibie 2
Awalnya bagaimana?
Itu berawal dari keinginan membuat pesawat Indonesia yang dikembangkan sendiri. Jadi, pesawat yang sedang kita kembangkan adalah mengacu pengalaman bersama yang pernah dimiliki bersama melalui IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) yang sekarang bernama PT Dirgantara Indonesia (DI). Pesawat itu dikenal dengan sebutan N-250.

Sementara pesawat yang sedang dikembangkan saat ini adalah R-80 yang dari segi bentuk dan teknologi memang ada kemiripan. Tapi, terus terang lebih banyak ketidakmiripannya. Sebagai contoh, pesawat N-250 penumpangnya 68 orang, tapi kalau yang dikembangkan ini 80 penumpang. N-250 dulu menggunakan teknologi elektronik tahun 1998, dengan jedah waktu 15 tahun maka teknologinya tentu berbeda pula.

Dalam teknologi elektronik ini memang ada hubungan. Sekilas memang terlihat serupa tapi beda. Sama kalau melihat Airbus 320 dengan 737 terlihat sama. Tapi kalau melihat detailnya pasti berbeda.
Mengacu pada pengalaman sebagai keuntungan bersama. Sebab, tanpa pengalaman itulah yang menjadi satu keuntungan bersama karena kalau tidak ada pengalaman itu orang yang bisa mendesain pesawat seperti ini tidak ada di Indonesia. Kalau didatangkan dari luar maka biayanya bisa mahal sekali. Itulah kurang lebih posisi kami.

Jadi sekali lagi, ini pesawat tahun 2013, di mana pesawat N-250 itu secara politis dipaksakan berhenti melalui penandatanganan MoU dengan IMF. Memang sebagian besar yang bekerja di tim kami adalah punya pengalaman dengan N-250.

Teknologi apa yang baru?
Pesawat itu kan ada badan, sayap, engine, kokpit, kaki atau dinamakan landing gear, kemudian sistem yang menyambungkan pilot untuk bergerak. Nah R-80 ini lebih besar karena 80 penumpang. Artinya, maka lebih besar dan lebih berat maka sayapnya pun harus lebih besar juga karena sayap untuk membuat gaya angkat.
Nah untuk mengangkat itu perlu engine maka engine ini harus lebih kuat. 15 tahun perkebangan teknologi engine itu sudah banyak berubah. Jadi, badannya lebih panjang, sayapnya lebih gede, dan engine lebih kuat serta bukan engine yang dulu. Kemudian pula landing gear juga harus lebih kuat dan besar. Itu semua sudah beda.

Kemudian kokpit. Kalau tahun 98 dulu seingat saya untuk N-250 itu kayak televisi jaman dulu yang masih ukuran besar. Sekarang kan tidak lagi, sudah pakai flat skin semua. Lalu, sudah pakai computer chip untuk sistem pengendali.
Tapi teknologi yang benar-benar baru itu avionik dan fly control system.

Apa keunggulan pesawat ini? ilham habibie 3

Dulu, pada 1998 dengan saat ini harga minyak jauh lebih mahal. Nah keperluan airlines sekarang itu mempunyai pesawat terbang yang irit bahan bakar. Kalau dilihat airlines, khususnya untuk jarak pendek itu operating cost itu 50% adalah bahan bakar.
Nah pesawat ini diperuntukkan jarak pendek, yaitu di bawah penerbangan jarak di bawah 500 km. Sebab, dengan jarak penerbangan pendek itu kalau terbang dengan jet akan boros sekali. Apalagi, jet itu besar sehingga tak bisa landing di airport pada landasan yang pendek.

Akan melakukan kerja sama atau berpartner dengan siapa untuk pembuatannya?
Kita tidak tergantung akan itu. Tentu lebih baik kalau kita punya partner untuk memasarkan di luar. Sejauh ini kita sudah berbicara dengan beberapa pihak. Tapi, saya belum berani mengatakan pihaknya siapa saja. Kalau belum yakin maka saya mending tidak ngomong dulu.
Seandainya tidak ada partner saya kira dari segi kemampuan kita bisa. Tapi dari segi marketing mungkin memang akan lebih menekankan buat kita sendiri. Ya paling tidak untuk negara-negara sekitar Indonesia di ASEAN karena situasi dan kondisinya kurang lebih sama.
Terus terang tanggapan di masyarakat semuanya positif. Belum pernah saya ketemu orang yang tidak suka dengan ide membuat pesawat ini. Apalagi, untuk pesaing pasarnya yang baling-baling ini tidak banyak. Saat ini yang serius mengemas pesawat baling-baling paling hanya dua, yaitu dari Perancis-Italia dan Kanada.
Dan, yang benar-benar bersaing dengan kita karena spesifikasinya mirip itu ATF. Itu juga jenisnya mereka ada banyak.

Soal pemodalan?
Kita saat ini hanya membutuhkan modal sedikit yaitu sekitar US$ 4 juta yang digunakan untuk mendesain sampai akhir tahun ini. Dananya berasal kita mandiri secara bersama.

Tapi apakah tidak melakukan kerja sama pembiayaan lewat perbankan atau perusahaan lainnya?
Kalau ditanyakan soal itu bisa kepada Bapak Erry Firmansyah, mantan direktur utama PT Bursa Efek Indonesia. Dia yang lebih tahu soal skema mencari dana. Apakah nanti membuat perusahaan go public atau bagaimana bisa ditanyakan ke beliau.
ilham habibie 4Bagaimana dengan dukungan ayah Anda, B.J Habibie?
Ya ayah saya sangat mendukung. Beliau juga salah seorang tokoh teknologi yang membuat pesawat sekaligus sehingga membuat saya seperti ini. Dari beliaulah kemudian membuat beberapa langkah yang akhirnya mendapat dana dari Islamic Bank.

Dukungan dari PT DI sendiri seperti apa?
Ya sejauh ini baik. PT DI pernah mengatakan menyambut baik niat ini dan akan bergabung. Kita masih menjadi negara yang paling unggul untuk membuat pesawat dibandingkan negara-negara ASEAN.
Misalnya Kalau Malaysia itu hanya bisa membuat bagian-bagian pesawat atau sub kontraktor, sedangkan Indonesia bisa membuat pesawat utuh dan kita punya pabrik pembuatan pesawat  di bawah PT DI. Contohnya ada banyak yaitu CN235, 2212, atau N-250. CN235 itu dalam bentuk Joint venture, 2212 itu pesawat untuk lisensi dan N-250. Apalagi, kita punya market khususnya dalam negeri, kemampuan kita lengkap.
Jadi kalau kita buat perusahaan ini bukan bersaing dengan PT DI, melainkan melakukan kerja sama. PT DI punya infrastruktur seperti hangar atau lainnya. Bentuk kerja sama mungkin PT DI tidak dalam bentuk dana tapi bisa digunakan dalam bentuk lainnya.

Saat ini sudah berapa persen pengerjaannya?
Ya masih baru. Paling kalau bisa saya katakan sekitar 10%. Tahap pertama pembuatan desain. Tapi ini sangat krusial karena kalau salah nanti akan repot semua.
Jadi finalnya kapan?
Ya targetnya pada 2018 atau makan waktu lima tahun. Kalau untuk pembuatan prototype itu mungkin pada tahun keempat atau tahun 2017.

ilham habibie 5 
Profil Ilham Habibie, Ilmuan yang Doyan Ikut Organisasi
Lelaki bernama lengkap Ilham Akbar Habibie yang lahir 16 Mei, 49 tahun silam di Aachen, Jerman ini merupakan putra sulung mantan Presiden RI BJ Habibie. Sekilas wajahnya mirip dengan ayah, hanya sedikit lebih tinggi.
Namun, Ilham merupakan sosok yang tak manja. Dia sedari kecil sudah mengerti arti pentingnya ilmu pengetahuan, sehingga selalu menempatkan kegiatan membaca. Karenanya maklum dia meraih beberapa gelar bergengsi seperi gelar Ph.D dengan summa cum laude dari Technical University of Munich, Jerman. Atau menyandang MBA dari Universitas Chicago, Singapore Campus.

Ayah tiga anak ini  pernah menjabat jabatan strategis di PT DI mulai dari Asisten Presiden Director untuk proyek N2130 Regional Jet Program hingga menjabat Direktur Marketing. Sayangnya akibat, krisis moneter 1998, atas desakan IMF proyek pesawat N-250 harus dihentikan. Padahal, kala itu, Ilham lagi fokus melakukan riset untuk menambah jumlah portofolio pesawat terbang buatan anak bangsa.
Penyuka olah raga renang dan golf ini pun mengurusi perusahaan keluarga di bawah naungan Grup Ilthabi Rekatama sejak 2002. Dengan tangan dinginnya, perusahaan ini menggurita. Setidaknya, empat bidang bisnis seperti teknologi informasi, industri manufaktur, industri sumber daya alam, dan finansial jasa keuangan berhasil dia kembangkan. “Indonesia memiliki modal dasar penting, yakni kekayaan sumber daya alam,” ungkap salah seorang direktur di The Habibie Center ini.

Selain itu, dirinya aktif juga dalam organisasi baik masalah penddidikan sampai olahraga. Ilham tergabung dalam Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia se-Indonesia (ICMI) dan pernah menjabat Kepala Presidium. Dia juga pengurus Perhimpunan Alumni Jerman, Masyarakat Energi Terbarukan Indonesi (METI), Persatuan Insinyur Indonesia, The Habibie Foundation, KADIN, Yayasan Pembangunan Teknologi Indonesia dari Institut Teknologi Indonesia, Komite Inovasi Nasional, Wakil Bendahara Persatuan Bola Voli seluruh Indonesia.
Di sisi lain, Ilham juga menyabet beberapa gelar bergengsi. Pada 1997 dia mendapat penghargaan Satyalancana Wira Karya dan Adikarsa Pemuda. Kemudian, pada 2009 AFEO Honorary Fellow  dari Federasi Organisasi Mesin ASEAN.
Lewat pembentukan PT Regio Aviasi Industri (RAI) bersama Erry Firmansyah, dirinya berhasrat menghidupkan kembali teknologi pesawat terbang Indonesia. Caranya, dengan membuat pesawat Regio Prop. “Perusahaan swasta ini dibuat karena melihat kemampuan pemerintah dalama pembuatan pesawat terbatas. Daripada merongrong pemerintah terus, lebih baik jalan sendiri,” ungkap salah satu politisi Partai Golkar ini.

sumber

Selasa, 23 April 2013

Pabrik Kapal Selam Indonesia 2017


Pabrik kapal selam Inggris
 
Pembangunan pabrik modern untuk pembuatan kapal selam TNI Angkatan Laut di Indonesia ditargetkan dapat direalisasikan tahun 2016 atau 2017. Sebab, kapal selam pertama yang dibuat oleh Korea Selatan baru selesai tahun 2014.

"Pembangunan pabrik semua tergantung komitmen pemerintah. Pemerintah mutlak menyokong pendanaannya. Tanpa itu saya kira sangat sulit pembangunan kapal selam bisa direalisasikan di Indonesia," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Untung Suropati di sela seminar tentang "Teknologi Perkapalan sebagai Bagian dari Peradaban Maritim Indonesia", di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Rabu.

Ia berharap sudah ada perencanaan dari sekarang agar pada waktunya nanti pengerjaan kapal selam ketiga itu lancar tanpa kendala. "Keberadaan pabrik modern untuk membuat kapal selam menjadi kendala serius kita saat ini," kata Untung.

Pembangunan pabrik modern ini, tambah dia, bukan persoalan sederhana karena selain membutuhkan banyak sumber daya manusia yang andal. Pemerintah pun harus menyiapkan dana yang tidak sedikit. Oleh karena itu, ia berharap sumber daya manusia yang sudah dikirim ke Korea Selatan benar-benar menyerap ilmu secara komprehensif.

"Ketika secara keilmuan sudah memenuhi syarat, baru kemudian pemerintah mempersiapkan pabriknya," katanya.

Indonesia sudah sepakat melakukan transfer teknologi kapal selam dengan Korea Selatan, dimana akan dibuat tiga unit kapal selam. Untuk kapal selam pertama, pihak Indonesia hanya memantau pengerjaannya di Korea Selatan. Selanjutnya, kata dia, pada pembuatan kapal kedua, teknisi di Indonesia dilibatkan dalam membuat kapal selam. Namun, pembuatannya tetap dilakukan di Korea Selatan. Sementara untuk kapal selam ketiga, Indonesia akan membuat sendiri kapal itu di galangan kapal PT PAL.
 
"Pada tahap inilah Indonesia harus mempersiapkan peralatannya. Termasuk membuat pabrik baru untuk mendukung pembangunannya," jelas Untung. Ia juga memastikan Pangkalan Kapal Selam yang disiapkan di Teluk Palu, Sulawesi Tengah, bisa diresmikan pada akhir tahun 2013.

"Hingga kemarin (minggu lalu) saat Kepala Staf Angkatan Laut (Laksamana Marsetio) berkunjung ke sana, pangkalan sudah rampung lebih dari 90 persen. Diharapkan akhir tahun ini diresmikan," katanya menjelaskan.

Pangkalan seluas 13 hektar inilah yang nantinya digunakan untuk menyimpan semua kapal selam yang dimiliki Indonesia, termasuk untuk menyimpan kapal selam baru yang saat ini dibuat di Korea Selatan.
 
Teluk Palu memiliki lebar 10 kilometer dengan lingkar garis pantai sepanjang 68 kilometer. Kedalaman teluk ini mencapai 400 meter. Sangat strategis dan merupakan teluk yang paling dalam diantara teluk yang ada. Tidak hanya kapal perang, kapal induk pun bisa berlabuh disini. Di Singapura, kedalamannya hanya 25 meter, dan tidak bisa dilewati kapal induk.
 
Indonesia setidaknya membutuhkan 12 unit kapal selam untuk mengamankan wilayah maritim dan mencapai kekuatan pokok minimum (Minimum Esensial Force /EMF) hingga 2024 untuk memperkuat Indonesia sebagai negara kepulauan.
Sumber : Investor.co.id
Kredit foto : BBC.co.uk
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...