Recent Posts

Minggu, 30 Juni 2013

Kapal Perang Made in Surabaya Pernah Dipakai Misi Pembebasan Sandera di Somalia

http://images.detik.com/content/2013/06/27/1036/kapalperang.jpg
Salah satunya kapal perang Varian Landing Platform Dock (LPD) 125 M. Kapal perang yang dirancang dan diproduksi di Surabaya Jawa Timur ini, pernah digunakan oleh TNI untuk misi pembebasan sandera Warga Negara Indonesia yang disandera perompak Somalia 2011 lalu.

"Ini KRI Banjarmasin buatan PAL, dipakai waktu pembebasan sandra di Somalia," ucap staf Humas dan Dokumentasi PAL, Yaya di sela BUMN Innovation Expo and Award 2013 di JCC Senayan Jakarta, Kamis (27/6/2013).

PAL telah memproduksi dan menyerahkan 2 unit kapal jenis LPD kepada TNI AL. Kapal dengan panjang 125 meter dan lebar 22 meter ini, mampu membawa 5 unit helikopter tipe Bell, 13 unit tank, 20 unit truk, 2 unit LCVP.

"Daya angkut untuk personel sampai 507 orang," tambahnya.

Saat ini, PAL memperoleh pesanan kapal perang tipe Kapal Cepat Rudal (KCR) sebanyak 3 unit, kapal tug boat sebanyak 2 unit.

"Pertamina pesan 2 kapal Tanker 17.500 DWT (Dead Weight Tonnes/bobot mati)," jelasnya.

Hebat, BUMN Ini Bikin Kapal Perang Made in DKI

http://images.detik.com/content/2013/06/28/1036/120104_kapalan.jpeg

Jakarta - Perusahaan pelat merah, PT DOK dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) saat ini tengah membangun kapal perang pesanan TNI AL. BUMN kapal ini sendiri membuat 2 unit varian Kapal Perang.


Kasubdiv EST dan ADM PT DOK Arsam Heri Bowo menjelaskan untuk varian kapal perang ini, dibuat di galangan kapal di Jakarta yakni Cilincing dan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara.

"Dibuat di galangan I dan II. Itu di Pelabuhan (Priok) dan Cilincing, Jakarta Utara. Kapal ini sedang dibuat," ucap Arsam kepada detikFinance di acara BUMN Innovation Expo & Award 2013 di JCC Senayan Jakarta, Jumat (28/6/2013).

Varian pertama yang dibuat adalah AT 117 M Landing Ship Tank (LST). Kapal ini berfungsi sebagai kapal perang pendukung untuk angkut tank.
"Ini untuk angkutan tank, pasukan dan ada fasilitas heli deck untuk Bell," tambahnya.

Varian lain yang sedang dibuat yakni Kapal Perang jenis BCM (Bantu Cair Minyak). Kapal ini difungsikan sebagai kapal tanker untuk memasok bahan bakar bagi Kapal Perang TNI AL.

"Kapal yang butuh BBM, bisa diisi di tengah laut. Ini semacam SPBU tengah laut," ujarnya. Ditargetkan 2 kapal perang ini, bisa memperkuat armada TNI AL pada tahun 2014.

http://finance.detik.com/read/2013/06/28/115900/2286952/1036/hebat-bumn-ini-bikin-kapal-perang-made-in-dki?

Kamis, 27 Juni 2013

Dahlan Iskan Dagang Pesawat ke Filipina


Dahlan Iskan - MH80 - FIlipina

Diam-diam Dahlan Iskan terus melakukan deal-deal bisnis dalam pengembangan BUMN-BUMN. Termasuk revitalisasi industri dirgantara.
Industri pesawat kita di tangan BJ Habibie pernah berkembang pesat dan memperoleh basis bisnis yang kuat, hanya sayang prospek pengembangannya digagalkan oleh konspirasi barat lewat politik penghancuran ekonomi di masa krisis moneter 1998. Industri pesawat nusantara hancur lebur.
Di tahun 2012 kebutuhan pesawat baik untuk sipil atau penumpang maju pesat, bahkan Lion Air saja sampe beli ribuan pesawat Boeing, ini menandakan dunia sedang membutuhkan pesawat, begitu juga dengan industri militer dimana pesawat amat dibutuhkan, karena perang di masa sekarang ini, adalah “Perang Dirgantara” siapa yang menguasai angkasa dialah pemenangnya.
Peluang bisnis ini bisa membangkitkan lagi industri pesawat Indonesia, Filipina sejak awal merupakan pengagum industri pesawat Indonesia, ini ada sejarahnya. Dulu di tahun 1976 sebelum BJ Habibie ditarik Ibnu Soetowo ke Indonesia, BJ Habibie sempat dilirik Presiden Filipina, Marcos. Dengan diantar Jenderal Juan Ponce Enrile, BJ Habibie dibawa ke ruangan Marcos yang besar tapi gelap, kata Marcos saat itu “Tuan sebagai bangsa Asia, Tuan harus bisa memajukan Asia”. Kata Marcos merayu Habibie. Saat itu BJ Habibie diincar oleh Marcos untuk mengembangkan industri pesawat dan industri dasar di Filipina.
Walaupun kini Indonesia bisa dikatakan masa suram bagi industri pesawat, tapi kekaguman Filipina terhadap kejeniusan orang-orang Indonesia di bidang dirgantara tidak pudar, kisah Marcos dan BJ Habibie masih diingat oleh Noynoy Aquino. Walaupun Marcos adalah rival Ayahnya, tapi impian Marcos soal industri pesawat sama persis dengan impian Noynoy.
Industri pesawat menjadi deal bagi Dahlan Iskan untuk menembus pangsa pasar Filipina. Sebagai Menteri BUMN, pola pikir Dahlan Iskan tidak lagi seperti pola pikir pejabat BUMN lama yang amat birokrat, tapi dia berpikiran harus seperti Donald Trump atau Warren Buffet dalam meningkatkan nilai-nilai perusahaan. Bayangkan di Indonesia perusahaan BUMN ada 146 perusahaan, dan bila dihitung dengan semua anak perusahaan ada 600 perusahaan. Setiap industri, ke depannya harus BUMN harus menjadi leader business di bidangnya.
Dengan diantar Jenderal TB Silalahi, Dahlan Iskan melakukan road show atas kemajuan Indonesia dalam bidang industri pesawat, pertanian, komoditi dan telekomunikasi. Sebagai salesman yang cerdas Dahlan membuat terpukau Presiden Filipina dan kemudian deal kontrak ditanda tangani.
“Saya di masa lalu bisa deal dengan banyak pelanggan Jawa Pos, kini deal antar negara, G to G, sama saja tidak ada bedanya, semuanya harus didasarkan Passion bahwa bangsa ini bisa maju dalam segala lini industrinya dan banyak negara lain menjadi konsumen, kita harus bisa menciptakan pasar” kata Dahlan bersemangat.
-Anton DH Nugrahanto-.
http://ekonomi.kompasiana.com

Pesawat R80, The Next N-250 yang Siap Ungguli ATR

Wawancara Anak Sulung BJ Habibie

Pesawat R80, The Next N-250 yang Siap Ungguli ATR


Jakarta – Anak sulung mantan Presiden Republik Indonesia BJ Habibie, Ilham Habibie mempunyai ambisi untuk melanjutkan impian ayahnya yakni memproduksi pesawat Regio Prop 80 (R80).

Seperti diketahui, proyek pesawat N-250 yang dikomandani BJ Habibie dihentikan oleh International Monetary Fund (IMF) pada 1998 akibat krisis ekonomi yang melanda Indonesia.

Jadi bagaimana R80 dibangun, bagaimana prospeknya? Apakah pesawat R80 sama dengan N-250? Berikut petikan wawancara detikFinance dengan Ilham ketika ditemui di kantornya di Kawasan Mega Kuningan, akhir pekan lalu.

Apa bedanya Gatotkaca N-250 dari BJ Habibie dengan Regio Prop 80 dari seorang Ilham Habibie dan kawan-kawan?
Beda, N-250 dengan R80 sangat berbeda sekali. Perbedaanya di antaranya dari ukuran, R80 jauh lebih besar dari pada N-250, karena R80 memiliki daya tampung hingga 80 kursi sementara N-250 hanya 50 kursi.
Sayap pesawat jauh lebih besar dan panjang, karena ukurannya lebih besar jadi diperlukan sayap yang besar untuk mengangkat beban. Landing Gear juga jauh lebih besar dikarenakan badan pesawat lebih besar dari pada N-250.
Kemudian teknologi kokpit, Aircraft flight control system juga berbeda, ya bisa dibayangkan proyek N-250 dimulai sejak 15 tahun lalu tentunya teknologi sekarang berubah, komputer saja berapa kali kita ganti, handphone sudah berapa kali berubah, pastinya teknologi di pesawat N-250 dan R80 akan jauh berbeda.
Namun ada sedikit persamaan antara N-250 dengan R80, yakni sayap yang berada di atas badan pesawat, tetap menggunakan baling-baling sebagai penggerak pesawat dan jika dibelah badan pesawatnya lekukan atau konturnya hampir sama dengan N-250.

Anda tetap mempertahankan mesin pesawat dengan baling-baling. Sebagian masyarakat masih ragu menggunakan pesawat yang menggunakan baling-baling?
Ya kita pakai baling-baling. Itu lah yang sebenarnya, masyarakat harus banyak diberi penjelasan. Simpelnya saya mau tanya, awalnya pesawat menggunakan baling-baling atau mesin jet? baling-baling kan, ya secara teknologi baling-baling lebih matang, jika matang artinya lebih aman dong, begitu cara berpikirnya.
Pesawat sekarang banyak yang memakai mesin jet dikarenakan pesawat bermesin jet memang dikhususkan untuk jarak jauh. Tapi sebenarnya antara mesin jet dengan mesin baling-baling pada pesawat sama saja, tidak terlalu berbeda karena mesinnya sama.
Kalau Jet namanya Turbo Jet, kalau baling-baling namanya turbo prop. Jet lebih cepat karena dorongan jet memang lebih cepat karena dihembuskan dari belakang namun konsekuensinya konsumsi bahan bakar jauh lebih boros, bahkan sangat boros.

Mengapa anda memilih R80 tetap menggunakan baling-baling?
Pesawat baling-baling didesain untuk jarak tempuh yang pendek. Mengapa? dengan baling-baling konsumsi bahan bakar akan jauh lebih irit. Bandingkan jika maskapai menggunakan pesawat jet untuk jarak pendek, waduh itu luar biasa borosnya.
Selain itu melihat luasnya negara kita dari Sabang-Marauke, yang terdiri banyak pulau dan jarak antara satu kota ke kota lainnya cukup dekat jika menggunakan pesawat. Asal tahu saja, saat ini semua maskapai sangat terbebani jika harga minyak (Avtur) naik, mereka pusing tujuh keliling, kenapa? Karena konsumsi avtur mencapai 50% lebih dari seluruh ongkos operasi.
Beberapa negara juga saat ini menerapkan aturan, bahwa pesawat terbang harus irit bahan bakar, karena ini menyangkut dengan emisi dan lingkungan hidup, banyak orang bilang emisi di atas (pesawat) lebih berbahaya 8 kali bagi lapisan ozon dari pada yang dari daratan. Bahkan perusahaan pesawat memang diwajibkan produksi pesawat yang irit bahan bakar karena jika tidak mereka bisa kena pinalti atau denda pajak yang sangat tinggi.
Dan R80 memang didesain untuk jarak tempuh yang kurang dari 600 km atau jarak pendek. Sehingga sudah pastinya R80 ini akan sangat irit bahan bakar. Makanya maskapai seperti Citilink, Wingsair memilih rute-rute pendek dengan menggunakan pesawat bermesin baling-baling seperti ATR.

Anda terkesan sangat ambisius untuk bisa memproduksi pesawat? Punyakah anda uang?
Ambisius? saya yakin masih banyak orang di Indonesia ini yang mempunyai semangat. Dirgantara dan saya salah satunya.
Uang? saat ini dalam tahap awal diperlukan US$ 400 juta dolar. Tapi itu bukan dana dari pribadi saja sendiri, ada beberapa modal dari beberapa kalangan tetapi juga pribadi bukan dana perusahaan.
Dan nanti suatu saat, ketika perusahaan atau R80 ini berkembang dan memerlukan dana besar, kita bisa melepas saham ke publik.
Banyak orang salah paham juga, bahwa perusahaan yang kami dirikan yakni PT Ragio Aviasi Industri (RAI) yang merupakan perusahaan gabungan dari perusahaan miliknya yakni PT Ilthabie Rekatama dengan PT Eagle Cap adalah perusahaan miik Erry Firmansyah yang merupakan mantan Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mendirikan pabrik pesawat menyaingi PT Dirgantara Indonesia (DI).
Tidak, yang benar R80 akan produksi menggunakan pabrik PT DI, dan nantinya PT DI juga akan menjadi salah satu pemegang saham di PT RAI.

R80 nanti kelasnya di mana? Menyaingi Airbus, Boeing atau ATR?
Patokan kita harus di atas ATR. Acuan kita pasarnya ATR, sama-sama menggunakan baling-baling. Namun R80 akan di atas ATR, mengapa? Pertama kapasitas penumpang kita akan lebih besar yakni 80 kursi sementara ATR maksimal hanya 70 kursi, ATR sampai saat ini belum bisa memproduksi lebih dari 70 kursi.
Kelebihan R80 lagi dari pada ATR, mesin kita lebih cepat namun lebih irit bahan bakar, tapi tidak lebih cepat dari pada jet, karena kalau sama kecepatannya dengan jet artinya sangat boros bahan bakar.
Jadi patokan R80 harus di atas ATR namun harganya jauh lebih murah dari pada ATR. Lebih murah itu wajib karena produksi kita ada di Indonesia, suku cadang juga dibuat di Indonesia.

Akankah R80 ini bisa bersaing dengan produsen pesawat di dunia?
Akankah laris manis di pasar dalam negeri, tunggu pada 2018 nanti.
Ya target kami R80 sudah bisa produksi pada 2018 nanti.
(rrd/ang)
http://finance.detik.com/read/2013/03/18/080410/2196356/459/pesawat-r80-the-next-n-250-yang-siap-ungguli-atr?f991107wawancara

“Soal Bikin Pesawat, Indonesia Masih di Atas China”


Jakarta – China boleh bangga bisa produksi pesawat MA 60 yang saat ini digunakan Merpati Nusantara Airlines, namun soal kualitas pesawat Indonesia masih jauh di atas China.

Seperti kata Ilham A. Habibie, anak sulung mantan Presiden RI BJ Habibie mengatakan soal membuat pesawat dan kualitas pesawat itu sendiri, Indonesia masih di atas China.
“Soal buat pesawat kita masih lebih bagus dan jauh di atas China, dari segi kualitas kita masih oke,” kata Ilham ketika ditemui detikFinance pekan lalu di kantornya di Kawasan Mega Kuningan, seperti dikutip, Senin (18/3/2013).
Kata Ilham, saat ini China boleh bangga punya MA 60 yang saat ini digunakan Merpati.
“Tapi pada dasarnya desain MA 60 itu mesinnya memang digunakan untuk militer, namun karena digunakan untuk sipil mereka menurunkan sedikit kualitasnya, karena dasarnya untuk militer sehingga boros, militerkan ngak mikirin boros apa tidak yang penting tahan banting dan menang perang,” ucapnya.
MA 60 sendiri kata Ilham diakui sendiri oleh Dirut Merpati Rudy Setyopurnomo kalau pesawat tersebut sangat boros.
“Ya saya pernah diskusi dengan Dirut Merpati Pak Rudy, pesawat itu boros, kalau sudah boros bahan bakar bagaimana mau bisa dapat money (uang). Lagi pula MA 60 dipakai bukan karena kualitas, tetapi karena Merpati saat itu kesulitan pendanaan dan tidak bisa pinjam ke bank, tapi China mau meminjamkan dana untuk membeli MA 60 buatan mereka,” ungkapnya.
Lantas dari segi mana kita masih teratas dibandingkan China dari segi kualitas pesawat?
“Ya R80 (Regio Prop 80) yang saat ini sedang kita selesaikan proses pembangunannya, kita akan memiliki pesawat dengan menggunakan baling-baling, yang didesain untuk jarak dekat, hemat bahan bakar, teknologi terbaru, kapasitas lebih banyak yakni mencapai 80 kursi, mesin lebih cepat dan yang terpenting jauh lebih murah dari pesawat ATR karena produksi dan suku cadang dibuat semua di Indonesia, dan yang lebih penting lagi kita punya Sumber Daya Manusia yang berpengalaman bahkan seperti di Boeing, Airbus, ATR, di PT DI dan banyak lagi,” tandasnya.
Seperti diketahui Ilham bersama Mantan Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah bersama-sama membentuk PT Ragio Aviasi Industri (RAI) untuk membangun pesawat new N-250 yang dulu pernah dibuat BJ Habibie.
Pesawat berkapasitas 80 kursi tersebut diberi nama R80 atau Regio Prop 80 diamana pesawat tersebut menggunakan baling-baling.
(rrd/ang)
sumber

The Next N-250 Bakal Mengangkasa di 2018


“Soal buat pesawat kita masih lebih bagus dan jauh di atas China, dari segi kualitas kita masih oke,”

Jakarta - The next N-250 Gatotkaca atau Regio Prop 80 (R80) ditargetkan sudah bisa diproduksi pada 2018. Saat ini R80 masih dalam tahap desain awal atau baru 10%.
“R80 sudah bisa diproduksi dan dijual kami targetkan pada 2018,” kata Komisaris PT Ragio Aviasi Industri (RAI) Ilham A. Habibie kepada detikFinance ketika ditemui di kantornya di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, seperti dikutip, Senin (18/3/2013).
Dikatakan Ilham yang saat ini proses pengerjaan R80 masih dalam tahap desain awal.
“Baru 10%, karena masih dalam tahap desain awal, saat ini sih desain awal masih digarap 20-40 orang, tapi kalau sudah masuk dalam tahap desain rinci yang mengerjakan sudah ratusan orang,” ungkap Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia bidang Riset dan Teknologi ini.
Ilham menargetkan R80 baru akan berproduksi secara keseluruhan pada 2018. “Jika sesuai dengan rencana kami, pada 2018 baru R80 berproduksi total, artinya sudah terkirim dan digunakan airlines,” ucap Ilham.
Untuk mewujudkan target tersebut,saat ini PT Ragio Aviasi Industri (RAI) menyiapkan dana investasi kurang lebih mencapai US$ 400-500 juta.
“Untuk tahap awal kita butuh dana investasi US$ 400-500 juta, tapi itu merupakan dana yang kita galang sendiri dari beberapa pihak namun sifatnya masih pribadi, tapi kalau bener-benar sudah jalan dan butuh dana cukup besar kita bisa gandeng investor atau melepas saham ke publik atau IPO, itu ada tahap-tahapannya,” tandas Ilham.

sumber

Minggu, 16 Juni 2013

Wah, Jalan Tol Atas Laut Bali Sudah Muncul di Google Maps

http://images.detik.com/content/2013/06/05/4/074812_tolbenoa2.jpgSuhendra - detikfinance

Jakarta - Bila Anda penasaran ingin melihat wujud tol atas laut di Bali, Anda bisa mencoba berselancar di Google Maps. Kini jalur lintasan dan kontruksi fisik tol Nusa Dua-Tanjung Benoa sudah bisa dinikmati melalui salah satu layanan di Google tersebut.

Sepertinya Google secara khusus telah mengupdate penampakan fisik tol sepanjang 11,4 km tersebut. Tol ini memang cukup fenomenal, selain pertama di Indonesia sebagai jalan yang membentang di atas laut (non jembatan), tol ini juga dikerjakan sangat singkat. Padahal tol tersebut baru dimulai konstruksinya pada April 2011, yang sengaja disiapkan khusus oleh pemerintah terkait acara KTT APEC 2013 di Nusa Dua, Bali.

Gambar yang ditampilkan Google memang tak menampilkan kondisi terkini dari proyek tersebut. Misalnya bagian konstruksi jalan di simpang susun yang menuju Bandara Ngurah Rai, belum terpasang aspal. Padahal foto terbaru yang diambil pekan lalu, bagian lantai jalan sudah diaspal layaknya jalan yang sudah siap dilewati kendaraan.

Selain itu, di sisi utara tol tersebut sudah ada penampakan underpass Dewa Ruci yang sedang dikebut pengerjaanya terkait acara APEC. Bahkan di sisi barat tol tersebut, tampak atas atap dari bangunan konstruksi perluasan Bandara Ngurah Rai juga terlihat dengan jelas.

Public Relation Officer PT Jasamarga Bali Toll Drajad Wibowo pernah mengatakan pada akhir Mei 2013 lalu, 100% konstruksi tol tersebut sudah dikerjakan. Seluruh paket ruas tol ini sudah masuk tahap pengaspalan, bahkan paket 1 dan 4 seluruhnya telah diaspal dan dipasangi rambu-rambu lalu lintas.

Targetnya tol unik ini akan mulai beroperasi pada Juli tahun ini. Diperkirakan tarif tol dipatok untuk Gol I Rp 10.000, Gol II itu Rp 15.000, Gol III Rp 20.000, Gol IV Rp 25.000, Gol V Rp 30.000, dan Gol VI khusus motor Rp 4.000 sekali masuk.

sumber

Jembatan Tol Atas Laut Bali 100% Indonesia

http://images.detik.com/content/2013/06/17/4/simpangsusun.jpg
Jakarta - Proyek jembatan tol di atas laut Bali sepanjang 12,7 km diklamim sebagai tol yang indah. Selain itu, keunggulan tol ini pun adalah 100% dibuat oleh orang Indonesia dengan komponen lokal.

Public Relation Office PT Jasa Marga Bali Toll, Drajad H Suseno mengungkapkan, para ahli Indonesia telah memiliki kemampuan untuk membangun jembatan tol semacam itu. Tak hanya dari ahli, kontraktor hingga semua pekerja yang terlibat dalam pembangunan tol ini pun asli orang Indonesia.

"Kalau teknologi secara khusus sebenarnya tidak ada, jadi Indonesia sudah menunjukkan kemampuiannya, untuk membangun megasatruktur yang luar biasa. Jangan lupa ini 100% karya anak bangsa," kata Drajad , akhir pekan lalu.

Tol yang menghubungkan Nusa Dua-Ngurah Rai-Tanjung Benoa ini terbentang sepanjang 12,7 km dengan ditopang sekitar 34.000 tiang pancang. Tiang pancang itupun bukan didtangkan dari luar negeri, melainkan dari beberapa daerah di pulau Jawa, dengan menggunakan truk.

"Tiang pancang didatangkan dari Subang, Pasuruan, Karawang, Purwakarta," lanjutnya.

Total investasi untuk membangun proyek ini mencapai Rp 2,4 triliun. Menurut Drajad, dana tersebut berasal dari dana perusahaan sebesar 30% atau sekitar Rp 745 miliar, serta pinjaman perbankan sebesar 70% atau. Sekitar Rp 1,7 triliun. Sama sekali tidak melibatkan APBN ataupun pinjaman luar negeri.

Kalau Suramadu pembiayaannya itu dari APBN, yang adalnya sebagian dari China, Kalau Bali itu murni kita, pendanaannya dari masyarakat, artinya dari perbankan 70%, sisanya modal sinergi BUMN, tidak menggunakan dana APBN. Ini modalnya adalah konsorsium BUMN itu patungan Rp 745 milyar sebagai modal dasar perseroan. Kemudian yang Rp 1,7 itu pinjaman bank. Komposisi nya seperti itu," paparnya.

"Dari pendanaan saja itu bener-bener dalam negeri, menggunakan dana masyarakat tidak menggunakan APBN, tenaga kerjanya 100% tangan-tangan terampil anak negeri. Material dari Indonesia, teknologi sudah kita kuasai," imbuhnya.

sumber

Ini Penampakan Terbaru Tol Atas Laut di Bali Pertama di RI

http://images.detik.com/content/2013/06/11/4/104102_tol.jpg
Jakarta - Saat ini, pembangunan tol atas laut pertama Indonesia yang berada di Bali sudah hampir selesai. Tol senilai Rp 2,4 triliun dengan panjang 12,7 km ini mempunyai simpang susun yang berlokasi di atas laut Bali.

Komisaris PT Jasa Marga Tbk Ibnu Purna Muchtar mengatakan, tol atas laut ini mulai dari desain hingga konstruksi sepenuhnya dikerjakan oleh orang-orang Indonesia.

"Jalan ini dapat diselesaikan hanya dalam kurun waktu 14 bulan, lebih cepat dari rencana awal. Ini semua membuktikan bahwa kita memiliki kemampuan dan teknologi yang memadai untuk pembangunan jalan dan jembatan di atas laut," ujar Ibnu dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (11/6/2013).

Selain itu, biaya investasi jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Rp 2,4 triliun ini tidak menggunakan biaya APBN. Jalan Tol Nusa Dua Bali murni dibiayai dengan dana perusahaan dan pinjaman korporasi dalam negeri tanpa sedikitpun memberatkan APBN.

"Jalan tol Nusa Dua Bali ini juga merupakan bukti nyata sinergi BUMN dan Pemerintah Provinsi Bali serta Pemerintah Kabupaten Badung dalam bentuk konsorsium yang tergabung dalam PT Jasamarga Bali Tol," ujar Ibnu.

Susunan kepemilikannya meliputi Jasa Marga sebesar 60%, PT Pelindo III sebesar 20%, PT Angkasa Pura I sebesar 10%, PT Wijaya Karya Tbk (Wika) sebesar 5%, PT Adhi Karya Tbk sebesar 2%, PT Hutama Karya Tbk sebesar 2%, dan PT Pengembangan Pariwisata Bali sebesar 1%.

Sedangkan keikutsertaan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung dalam kepemilikan saham sedang dalam proses. Kami berharap skema sinergi BUMN dan Pemerintah Daerah ini dapat dilanjutkan untuk proyek-proyek infrastruktur komersial lainnya, sehingga tidak memberatkan APBN sesuai dengan kebijakan pemerintah.

Tol atas laut ini rencananya dibuat untuk melayani jalur transportasi pertemuan KTT APEC pada 1-8 Oktober 2013 nanti.

Sumber

Sabtu, 15 Juni 2013

Tol Atas Laut Bali Rampung dalam 12 Bulan, Ini Bocoran Dahlan Iskan


Menteri BUMN Dahlan Iskan memberikan bocoran, proyek tol atas laut pertama ini bisa selesai karena kerjasama konsorsium BUMN sangat rapi dan serius.

"Hampir setiap bulan saya memang tinjau jalan tol itu, kadang sebulan dua kali. Tapi teman-teman Jasa Marga dan konsursium BUMN karya memang sangat serius. Juga karena pendanaan dari BUMN sangat lancar dan tepat waktu," tutur Dahlan kepada detikFinance, Kamis (13/6/2013).

Dikatakan Dahlan, pengerjaan proyek ini bisa cepat karena adanya penemuan-penemuan teknik baru yang juga ikut mengatasi kemungkinan keterlambatan.

"Misalnya ditemukan cara tiang pancang tanpa sepenuhnya mengandalkan ponton. Koordinasi antar BUMN karya juga berjalan baik sehingga bisa saling meminjam akses ke lapangan proyek," papar Dahlan.

Pagi ini, Dahlan memang menguji coba tol ini dan memuji cepatnya pengerjaan proyek tersebut. Ia mengaku pernah mengecek tol yang yang dibangun di Surabaya dengan panjang yang sama. Sayangnya tol tersebut selesai dengan 12 tahun.
"Pernah saya lihat tol di Surabaya, itu panjangnya 12 km, itu selesainya 12 tahun," sebutnya.

Seperti dietahui, susunan kepemilikan proyek tol ini meliputi Jasa Marga sebesar 60%, PT Pelindo III sebesar 20%, PT Angkasa Pura I sebesar 10%, PT Wijaya Karya Tbk (Wika) sebesar 5%, PT Adhi Karya Tbk sebesar 2%, PT Hutama Karya Tbk sebesar 2%, dan PT Pengembangan Pariwisata Bali sebesar 1%.

Sedangkan keikutsertaan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung dalam kepemilikan saham sedang dalam proses. Kami berharap skema sinergi BUMN dan Pemerintah Daerah ini dapat dilanjutkan untuk proyek-proyek infrastruktur komersial lainnya, sehingga tidak memberatkan APBN sesuai dengan kebijakan pemerintah.

Tol atas laut ini rencananya dibuat untuk melayani jalur transportasi pertemuan KTT APEC pada Oktober 2013 nanti.

sumber

Jumat, 14 Juni 2013

Dahlan: Setelah Suramadu, Tol Atas Laut Bali Juga Dilengkapi Jalur Motor


http://images.detik.com/content/2013/06/13/4/153614_112128_simpangsusun.jpg
Jakarta - Jalan tol atas laut pertama Indonesia yang berlokasi di Bali senilai Rp 2,4 triliun akan selesai Juli 2013 nanti. Ini akan jadi tol kedua setelah Suramadu yang dilengkapi oleh jalur khusus sepeda motor.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, jalur khusus sepeda motor sedang dibangun di sisi kiri jalan tersebut, dan sudah hampir jadi. Pagi ini, Dahlan menguji coba jalan tol tersebut.

"Jalur khusus sepeda motor di sayap kiri dan kanan jalan tol itu juga sudah jadi dan sudah pula diaspal. Inilah jalan tol kedua setelah Suramadu yang dilengkapi dengan jalur sepeda motor," ujar Dahlan dalam keterangannya, Kamis (13/6/2013).

Dikatakan Dahlan, semua badan jalan yang dibangun keroyokan oleh konsorsium BUMN ini sudah menyambung semua. Dahlan kaget melihat hampir seluruh jalan tersebut sudah diaspal.

"Pengaspalan itu memang berlangsung simultan sehingga bagian akhir yang baru tersambung itu pun bisa langsung cepat diaspal. Sepanjang perjalanan di tol atas laut itu saya melihat gerbang-gerbang pintu tol sedang dibangun," kata Dahlan.

Tiang-tiang lampu di jalan tol ini juga sedang dikerjakan dan sebentar lagi akan rampung.

Seperti dietahui, susunan kepemilikan proyek tol ini meliputi PT Jasa Marga Tbk sebesar 60%, PT Pelindo III sebesar 20%, PT Angkasa Pura I sebesar 10%, PT Wijaya Karya Tbk (Wika) sebesar 5%, PT Adhi Karya Tbk sebesar 2%, PT Hutama Karya Tbk sebesar 2%, dan PT Pengembangan Pariwisata Bali sebesar 1%.

Sedangkan keikutsertaan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung dalam kepemilikan saham sedang dalam proses. Kami berharap skema sinergi BUMN dan Pemerintah Daerah ini dapat dilanjutkan untuk proyek-proyek infrastruktur komersial lainnya, sehingga tidak memberatkan APBN sesuai dengan kebijakan pemerintah.

Tol atas laut ini rencananya dibuat untuk melayani jalur transportasi pertemuan KTT APEC pada Oktober 2013 nanti.

sumber

Selasa, 11 Juni 2013

Tol Bali Jadi Jembatan Tol Terpanjang di Indonesia

Tol Bali Jadi Jembatan Tol Terpanjang di Indonesia   

 Pembangunan jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Tanjung Benoa di laut Bali.

 Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga (Persero) Abdul Hadi mengatakan bahwa jalan tol Ngurah Rai-Nusa Dua-Tanjung Benoa, yang dibangun guna menyambut APEC, merupakan jembatan tol terpanjang di Indonesia.

Jembatan tol ini sebenarnya adalah jalan tol yang menghubungkan Nusa Dua, Ngurah Rai, dan Benoa. "Disebut jembatan tol karena 90 persen terbentang di atas laut," ujar Hadi di Bali, Senin, 10 Juni 2013.

Menurut Hadi, pembangunan jembatan ini kurang dari target yang sudah dirancang oleh Jasa Marga, yang semula ditargetkan selesai dalam waktu 18 bulan ternyata sudah bisa rampung dalam waktu 14 bulan. Hal ini disebabkan dalam proses pengerjaan banyak kemudahan sehingga bisa mempercepat proyek.

"Waktu perencanaan, ada palung-palung di bawah laut yang kami kira akan memperlama proses pengerjaan, ternyata ada teknologi khusus yang bisa mempersingkat hal tersebut sehingga waktu pengerjaan berkurang," ujar Ibnu Purna Muchtar, Komisaris PT Jasa Marga.

Lebih lanjut Ibnu mengatakan bahwa jembatan tol ini juga merupakan bukti nyata sinergi BUMN, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Kabupaten Badung dalam bentuk konsorsium yang tergabung dalam PT Jasamarga Bali Tol.

"Susunan kepemilikannya adalah 60 persen PT Jasa Marga, 20 persen PT Pelindo III, 10 persen PT Angkasa Pura I, 10 persen PT Wijaya Karya, 5 persen PT Adhi Karya, 2 persen PT Hutama Karya, dan 2 persen Pemprov Bali serta Pemerintah Kabupaten Badung," ujar Ibnu.

Saat ini, perkembangan pembangunan jalan tol ini sudah memasuki tahap finishing dan tinggal menunggu uji kelaikan yang akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Jembatan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Tanjung Benoa menghubungkan kawasan Nusa Dua di selatan Pulau Bali dengan kawasan Pelabuhan Benoa di Kecamatan Denpasar Selatan. Proyek senilai Rp 2,4 triliun itu juga akan tersambung dengan akses jalan menuju Bandara Internasional Ngurah Rai.

Jembatan tol ini terdiri atas empat ruas tol dan memiliki panjang sekitar 12,7 kilometer. Konstruksi tol 10 kilometer berdiri di atas laut dan sekitar 2 kilometer di atas tanah darat. Lebar jalan utama tol itu hampir sepanjang 26 meter ditambah 4-5 meter untuk sepeda motor.

sumber
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...